Sabtu, 07 Mei 2011

membuat tombol animasi Bumi mengelilingi matahari (gerak revolusi) dengan macromedia flash



Bumi mengelilingi matahari (gerak revolusi)
1. Langkah pertama yaitu membuat animasi , pada kasus ini saya membuat animasi bumi mengelilingi matahari. 
  1. Selanjutnya, uintuk membuat icon play dan stop yan g bisa dijalankan, pertama-tama kita harus membuat layer baru terlebih dahulu, lalu pada layer tersebut, kita masukkan icon yang dibutuhkan, dalam kasus ini yaitu tombol play dan stop. 
  2. Kita memasukkan tombol tersebut dengan cara meng klik window, lalu common library, lalu button. Pada button ini disediakan banyak icon tombol, kita ambil yang diperlukan saja yaitu tombol play dan stop.




  1. Pada tombol play, kita akan memberikan perintah play and stop. Caranya, yaitu dengan meng klik tombol play, lalu klik F9, lalu klik tanda tambah, lalu plih global funcion, lalu movie clip control, lalu on.
  1. Selanjutnya pada on itu kita isi release, lalu kembali klik tambah, global funcion, lalu pilih time lin control, dan go to and play, lalu dalah kurungnya masuikkan angka 2, artinya perintah terrsebut dimulai pada frame ke 2.




  1. Langkah yang sama dilakukan pada tombol stop, hanya pada bagian klik go to and play kita ganti dengan meng klik go to and stop, lalu dalam kurungnya kita isikan angka yang menunjukkan di frame mana ia akann berhenti atau stop, sesuai perintahnya.
  1. Terakhir klik alt+enter, dan lihat apakah tombol tersebut bekerja sesuai dengan perintahnya, jika sesuai maka anda berhasil. 

Pengertian Desain Dalam Suatu penelitian



A.  Pengertian Desain Dalam Suatu penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian yang mencakup dua dua proses secara umum yaitu proses perencanaan penelitian dan proses pelaksanaan penelitian atau proses operasinoal penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis, serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. Proses selebihnya merupakan tahap operasional dari penelitian.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu control group pre-test post test, random terhadap subjek, pasangan terhadap subjek, random pre test post test , random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test kelompok eksperimen, tiga kelompok eksperimen dan kontrol, empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol, dan desain waktu.  
Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu simple randomaized, treatment by levels desaigns, treatments by subjects desaigns, random replications desaigns, factorial designs, dan groups within treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.
Desain penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dilihat dari baik atau tidak baik saja. Karena desain juga merupakan suatu rencana studi, maka di dalamnya selalu ada trade of antara kontrol atau tampa control, antara odjektivitas dengan subjektivitas. Desain yang tepat sekali tidak pernah ada dalam sebuah penelitian. Hipotesis dirumuskan bisa dalam  bentuk alternatif, karena itu desain juga, dapat berbentuk alternatif-alternatif. Desain yang dipilih biasanya merupakan kompromi, yang banyak ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan praktis. 

B.  Desain Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan (treatment) tertentu pada sekelompok orang atau kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi. Penelitian eksperimen juga dapat diartikan sebagai  observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan. Terdapat tiga syarat utama yaitu manipulasi, kontrol dan randomisasi.Secara singkat, maka dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Sedangkan pengertian dari manipulasi sendiri adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda dalam subjek penelitian.
Rancangan percobaan apa pun adalah sangat penting karena memiliki kekuatan untuk menjadi kaku kebanyakan jenis penelitian.  Desain bagaimanapun, selalu tergantung pada kelayakan. Pendekatan terbaik adalah untuk mengendalikan sebagai variabel pengganggu sebanyak mungkin untuk menghilangkan atau mengurangi kesalahan dalam asumsi yang akan dibuat. Hal ini juga sangat diinginkan bahwa setiap ancaman terhadap validitas internal atau eksternal dinetralisir. Dalam dunia yang sempurna, penelitian semua akan melakukan hal ini dan hasil penelitian akan menjadi akurat dan kuat. Kita sering berurusan dengan subyek manusia  yang dengan sendirinya mengacaukan studi apapun. Kami juga menghadapi hambatan waktu dan situasi, sering menghasilkan kurang dari kondisi sempurna untuk mengumpulkan informasi. Ketentuan Umum tentang Metode Penelitian Eksperimental, setidaknya ada delapan ketentuan umum tentang penelitian eksperimen yaitu :
1.      Definisi, yaitu batasan atau definisi penelitian dan variabel harus jelas dan tegas atau definitif, dan tidak boleh terjadi kebimbangan (confuse) di dalamnya.
2.      Sampling, yaitu jumlah dan anggota kelompok sampel yang diambil perlu random, dan sesuai antara jumlah subjek dan prosedur pengukuran yang ditetapkan.
3.      Tipe eksperimen. Dalam hal ini perlu dibedakan tipe eksperimen yang lazim digunakan, yaitu 2 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, 3 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, dan banyak kelompok dengan manipulasi pada beberapa variabelnya.
4.      Rancangan eksperimen, yaitu harus sesuai jumlah kelompok dan urutan prosedur pelaksanaan eksperimen.
5.      Pengukuran. Pengukuran harus jelas skalanya, misalnya menggunakan skala sikap Likert. Ini menyangkut alat dan metode yang digunakan.
6.      Statistik, yaitu meliputi informasi yang dikumpulkan, teknik mengolah dan teknik menyimpulkan data-data perlu sesuai dengan kaidah statistika yang logis dan representatif.
7.      Generalisasi. Tidak semua hasil penelitian eksperimen dapat digeneralisasi karena hasil amat tergantung pada jenis, metode, prosedur, sampling serta instrumen yang digunakan.
8.      Metode eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan tertentu pada sekelompok orang atau beberapa kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi.

Manfaat sekaligus kelebihan metode eksperimen (dibandingkan penelitian korelasi) adalah (1) menguji hipotesis dengan melakukan kontrol terhadap kondisi penelitian; (2) mengembangkan teori, kemudian melakukan pengujian di lapangan; (3) memperbaiki teori-teori serta temuan-temuan penelitian; (4) meneliti melalui jalan pintas; dan (5) memudahkan replikasi karena kondisi yang dipelajari benar-benar spesifik.
Penelitian eksperimen, berbeda dengan penelitian non-eksperimen, memiliki ciri khusus berupa kontrol terhadap variabel bebas (x) yang dapat dilakukan oleh peneliti sehingga menghasilkan hasil atau pengaruh (y), seperti yang diinginkan.  Ada tiga desain eksperimen dasar, masing-masing himpunan bagian yang mengandung dengan kelebihan tertentu dan kelemahan. Ketiga desain dasar meliputi: (1)desain pra-eksperimental; (2)-desain kuasi eksperimental, dan (3) desain eksperimen murni/benaran.

1.1    Desain Penelitian Pra-Eksperimen
Eksperimen lemah atau pra-eksperimen adalah penelitian yang tidak menggunakan sama sekali penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel. Dalam model desain penelitian ini maka kelompok tidak diambil secara acak atau berpasangan, tidak ada kelompok pembanding tapi diberi tes awal dan tes akhir. Desain metode ini paling lemah maka tidak disarankan untuk digunakan dalam penelitian ilmih setingkat skripsi, tesis maupun disertasi tapi masih boleh digunakan dalam penelitian latihan saja.
Bagian pertama menciptakan desain kuasi-eksperimental adalah mengidentifikasi variabel. The kuasi-independen variabel akan menjadi x-variabel, variabel yang dimanipulasi untuk mempengaruhi variabel dependen. "X" umumnya merupakan variabel pengelompokan dengan tingkat berbeda.. Pengelompokan berarti dua atau lebih kelompok seperti kelompok perlakuan dan plasebo (plasebo lebih begitu digunakan untuk atau fisiologis eksperimen medis) atau kelompok kontrol. Hasil diprediksi adalah variabel dependen yang y-variabel. Dalam analisis deret waktu, variabel terikatnya adalah diamati waktu selesai untuk perubahan apapun yang mungkin terjadi. Setelah variabel telah diidentifikasi dan didefinisikan, prosedur sebuah kemudian harus diimplementasikan dan perbedaan kelompok harus diperiksa.
Desain penelitian pra-eksperimen memiliki kebihan dan kelemahan:
1.    Kelebihan desain penelitian pra-eksperimen.
Adapun kelebihan dari desain penelitian pra-eksperimen ini adalah sebagai berikut :
a.       Dapat digunakan ketika pengacakan tidak mungkin atau tidak praktis.
b.      Tidak memerlukan usaha yang keras untuk mempelajari dan membandingkan subjek atau kelompok mata pelajaran yang sudah terorganisir.
c.       Dengan menggunakan desai penelitian pra-eksperimem dapat meminimalisir ancaman terhadap vasilitas eksternal.
d.      Temuan pada desain pra-eksperimen yang terkait dengan satu mata pelajaran dapat digunakan pada mata pelajaran yang lainnya.
e.       Merupakan percobaan yang efisien dalam penelitian.
2.    Kekurangan desain penelitian pra-eksperimen.
a.       defisiensi dalam pengacakan membuat lebih sulit untuk menyingkirkan variabel pengganggu.
b.      Sulitnya menentukan hubungan kausal dalam penelitian ini.
c.       Dapat menimbulkan ancaman pada validitas pada penelitian.
d.      Karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.

1.2    Desain penelitian Kuasi-Eksperimen
Ekperimen Kuasi bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni. Eksperimen ini disebut juga dengan metode semu.. Eksperimen kuasi bisa saja digunakan apabila minimal dapat mengatur hanya satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasangkan/menjodohkan karakteristik, kalau bisa random lebih baik. Metode ini masih menggunakan kelompok kontrol seperti metode eksperimen namun tidak menggunakan pengambilan kelompok secara acak namun berpasangan. Keunggulan dari metode ini adalah dapat dilaksanakan bahkan di penelitian yang berlangsung dalam kondisi dimana pengontrolan terhadap variabel sangat sulit sehingga kemungkinan sukar untuk melakukan eksperimen murni Sementara kelemahan dari metode ini adalah adanya pengontrolan variable yang lemah menyebabkan karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.
Desain penelitian kuasi-eksperimen memiliki kelebiha dan kelemahan. Adapun kelebihanya adalah sebagai berikut:
a.    Mendapatkan informasi tentang metode pengajaran.
b.    Intuitif praktek dibentuk oleh penelitian.
c.    Peneliti dapat memiliki kontrol atas variabel.
d.   Digunakan untuk menentukan apa yang terbaik bagi populasi.
Sedangkan kekurangan dari desain penelitian ini adalah:
a.       Kemungkinan besar  masalah ditimbulkan oleh manusia/peneliti.
b.      Bias pribadi peneliti dapat mengganggu.
c.       Dapat menghasilkan hasil buatan.
d.      Respon manusia dapat sulit untuk mengukur

1.3    Desaim penelitian Eksperimen Benaran
Benar membuat desain eksperimental untuk kekurangan dari dua desain dibahas sebelumnya.. Mereka mempekerjakan kelompok kontrol dan alat untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kedua kelompok. Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengontrol semua variabel pengganggu, atau setidaknya mempertimbangkan dampak mereka, ketika mencoba untuk menentukan apakah pengobatan adalah apa yang benar-benar menyebabkan perubahan.   Percobaan benar sering dianggap sebagai metode penelitian hanya yang memadai dapat mengukur hubungan sebab dan akibat.

C.    Desain Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal. Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel. Penelitian korelasional juga bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variable-variabel dari suatu faktor berkaitan denganm variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan padam koefisien korelasi.
Karakteristik penelitian korelasional:
a.    Cocok dilakukan, bila variable-variabel penelitian rumit dan/atau tidak dapat dilakukan dengan memtode eksperimental atau tidak dapat dimanipulasi.
b.   Memungkinkan pengukuran beberapa variable dan saling berhubungan secara serentak dan keadaan realistiknya.
c.    Apa yang diperoleh adalah taraf atau tunggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adamnya hubungan tersebut.
Selain itu juga desain penelitian korelasional memiliki kelebihan dan keleman, yaitu sebagai berikut :
a.  Kelemahan-kelemahan penelitian korelasional.
1.       Hasilnya cuam mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak harus menunjukan saling hubungan yang bersifat kausal.
2.       Jika dibandingkan denga penelitian eksperimental,penelitian korelational kurang tertib-ketat, karena kurang melakukan control terhadap variable-variabel bebas.
3.       Pola saling hubungan tersebut sering tidak menentu dan kabur.
4.       Sering merangsang penggunaannya sebagai macam short-gun approach, yaitu memasukkan berbagal data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna dan bermakna.
b.  Kelebihan penelitian korelasional:
1.  Dapat dilakukan penelitian walaupun variabel-variabelnya rumit.
2.  Dapat melekukan pengukuran veriabel secara serentak.

Gerakan Bulan


  Gerakan Bulan

Bentuk dan Dimensi Bulan



Seperti penampakannya setiap purnama, bulan berbentuk bulat dan permukaannya banyak terdapat kawah. Kawah-kawah tersebut sebagian besar berupa kawah meteorit dan sedikit kawah vulkanik. Hal ini disebabkan bulan tidak mempunyai atmosfer sehingga meteor tidak terbakar pada waktu memasuki medan gravitasi bulan.
Data karakteristik bulan adalah sebagai berikut.
1.      Massa bulan        = 7 x 1022 kg
2.      Jari-jari bulan     = 1670 km    
3.      Volume bulan     = 2 x 1019m3 
4.      Massa jenis bulan (r)    = 3,5 gram cm-3
5.      Jarak terjauh bulan terhadap bumi (apogea)                         = 407.000 km
6.      Jarak terdekat bulan terhadap bumi (perigea)                       = 356.000 km
7.      Jarak rata-rata bulan terhadap bumi                           = 384.000 km
8.      Percepatan gravitasi bulan (g bulan)      = 1/6 percepatan gravitasi bumi ((g bumi)
9.      Kecepatan melepaskan diri dari gravitasi bulan = 2,4 km s-1.

Bagian permukaan bulan yang tampak hitam dari bumi berupa maria. Maria ialah dataran yang dahulu disangka laut (maria berarti laut). Permukaan bulan sudah dipetakan, antara lain ada 9 maria, Copernicus, Eratosthenes, Archimides, dan kawah.
Kala revolusi bulan terhadap bumi sama dengan kala rotasi bulan. Akibatnya bagian bulan yang menghadap bumi selalu tetap.
Bentuk bulan yang tampak tergantung pada kedudukan bulan terhadap bumi.

Perputaran Bulan

Bulan mengalami tiga gerakan sekaligus yaitu berotasi pada porosnya, berevolusi mengelilingi bumi, bersama bumi mengelilingi matahari. Selain itu dalam skala besar bulan juga mengikuti matahari mengelilingi pusat galaksi bima sakti.



Bidang edar bulan mengelilingi bumi bersudut 5° terhadap ekliptika. Periode rotasi bulan  sama dengan periode revolusi bulan terhadap bumi. Periode revolusi bumi
terhadap matahari sama dengan dua belas kali periode revolusi bulan terhadap bumi. Periode revolusi bulan 29,5 hari. Tahun berdasar periode revolusi bulan selama 12 kali disebut tahun bulan atau tahun Komariah atau tahun Hijriah.
Jadi tahun Hijriah berumur 354 hari. Seperti tahun matahari (tahun Masehi), pada tahun Hijriah juga terdapat tahun kabisat. Tahun Hijriah yang mengalami tahun kabisat berumur 355 hari. Penambahan 1 hari pada tahun tersebut ditempatkan pada bulan terakhir yaitu bulan Zulhijah.
Perbedaan tahun matahari (Masehi) dan tahun bulan (Hijriah) adalah sebagai berikut.
Tahun
Tahun Masehi
Tahun Hijriah
Tahun biasa
Tahun kabisat
365 hari
366 hari
354 hari
355 hari

Tahun kabisat pada tahun matahari adalah  tahun yang habis dibagi angka 4. Tahun kabisat pada tahun Hijriah ialah tahun yang angka tahunnya jika dibagi 30 sisanya 2, 3, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, dan 29.

Karakteristik dan Perilaku Bumi


  Karakteristik dan Perilaku Bumi

Bentuk dan Dimensi Bumi

Bentuk bumi bulat pertama kali dibuktikan oleh Magelhaens pada tahun 1522, yaitu dengan perjalanan keliling bumi berlayar kesatu arah ternyata sampai di tempat semula, bukti lain adalah hasil pemotretan bumi oleh pesawat ruang angkasa pada abad ke-20.
Diameter vertikal bumi berjarak 12.714 km sedangkan diameter horizontal bumi 12.757 km.


Ukuran-ukuran lainnya adalah :
§  Jari-jari bumi  6370 km
§  Massa bumi  5,97 x 1024 kg
§  Keliling katulistiwa bumi 40.000 km
§  Volume bumi  1,08 x 1021 m3
§  Massa jenis bumi  5500 kg/m3
§  Sudut inklinasi bumi 23,5°
§  Kecepatan melepaskan diri dari gaya gravitasi bumi 11,2 km/s
§  Kecepatan rotasi bumi pada katulistiwa 0,5 km/s
§  Kecepatan revolusi bumi mengelilingi matahari 29,8 km/s
§  Periode revolusi bumi 365,25 hari
§  Periode rotasi bumi 23,9 jam
§  Umur bumi 4.700 juta tahun.

Perilaku Bumi

Bumi melakukan dua gerakan sekaligus yaitu berotasi dan berevolusi. Selain itu bumi juga bersama matahari mengedari pusat galaksi bima sakti. Adapun pengaruh rotasi Bumi ada beberapa hal yaitu sebagai berikut
1.      Gerak semu harian matahari dan benda-benda langit lainnya
2.      Matahari tampak bergerak dari timur ke barat
3.      Pergantian siang dan malam
4.      Pembelokan arah angin pasat
5.      Penggelembungan khatulistiwa dan pemepatan di kutub
6.      Perbedaaan waktu di tiap tempat bumi
Bumi dibagi atas 24 daerah waktu, berarti setiap kelipatan 15° garis bujur terdapat perbedaan waktu 1 jam. Waktu pangkal (GMT) adalah waktu yang berlaku pada garis bujur 0 yang melewati kota Grenwich di Inggris. Setiap tempat yang jaraknya 15° ke timur maupun ke barat mempunyai perbedaan waktu 1 jam.


Selama berevolusi mengelilingi matahari, sumbu bumi selalu mengalami kemiringan. Kemiringan sumbu bumi sebesar 66,5° terhadap bidang ekliptika (bidang orbit bumi) mengakibatkan kecondongan bagian bumi terhadap matahari berubah-ubah, satu saat kutub utara yang condong dan di saat lain kutub selatan yang condong.

Sumber Pembentukan Energi Matahari

Sumber Pembentukan Energi Matahari

Energi pancaran matahari mencapai bumi dengan cara radiasi. Energi pancaran matahari terdiri dari berbagai macam gelombang elektromagnetik, dengan panjang gelombang (l) yang berbeda-beda. l diukur dengan satuan angstrom (Å)
1 m = 1010 Å à 1 Å = 10-10 m ; 1 cm = 108 Å à 1 Å = 10-8 m
Keseluruhan gelombang elektromagnetik tersebut dinamakan Spektrum Matahari.

Tabel 10.1. spektrum matahari / gelombang-gelombang elektromagnetik

No 
Jenis Gelombang
Panjang Gelombang/ (Å)
% Energi Matahari 
1 Sinar Gamma ()
0,0005 
- 
1 
2 Sinar X 
1 
- 
500 
9% 
3 Sinar Ultraungu/ultraviolet 
500 
- 
4000 
  
4 Sinar Cahaya Tampak 
4000 
- 
7000 
  
  Terdiri dari : - Sinar Ungu 
4000 
- 
4300 
  
    - Sinar Biru 
4300 
- 
4900 
  
    - Sinar Hijau 
4900 
- 
5300 
41% 
    - Sinar Kuning 
5300 
- 
5800 
  
    - Sinar Jingga 
5800 
- 
6300 
  
    - Sinar Merah 
6300 
- 
7000 
  
5 Sinar Inframerah 
7000 
- 
7000000 
  
6 Gelombang-gelombang Pendek/ 
7.106
- 
5.109
  
  Mikro (Microwave)     
50% 
  Terdiri dari : - Gelombang Radar 
7.106
- 
8.108
    - Gelombang TV 
8.108
- 
5.109  
7 Gelombang Radio 
5.109
- 
7.1014  

Matahari merupakan tempat proses ledakan nuklir yang sangat dasyat disebut fusi nuklir. Di pusat matahari suhu sekitar 35 juta derajad Celcius. Dipermukaannya tercatat 6000 derajad Celcius.
Mengukur suhu matahari menggunakan metode pengamatan dan teori penyusutan Helmholtz. Suhu di pusat matahari mencapai 15 juta K dipercaya dalam inti matahari berlangsung reaksi fusi inti. Suhu fotosfer diperoleh dari hukum pergeseran Wien, menunjukkan 5700 K.
Skema reaksi fusi sebagai berikut.
+ ® + + + 0,42 MeV
+ ® + g + 5,49 MeV X 2
+ ® + 2 + 12,42 MeV
+
+ + + ® + 2 + 2 + 2 g + 26,7 MeV
atau
4 ® + 2 + 2 + 2 g + 26,7 MeV
Massa defek berubah menjadi energi sesuai dengan rumus Einstein sebagai berikut.
            E = m c2    
Akibat perubahan H2 menjadi He, setiap 1 menit matahari kehilangan 1,59 x 108 atom Hidrogen (H2). Padahal tiap 1 atom H2 bermassa 1,67 x 10-27 kg, sehingga tiap 1 menit matahari kehilangan massa sebasar,
            m = 1,59 . 108 x 1,67 . 10-27 kg
            m = 2,6553 x 1011
            m = 2,65 x 1011 kg
atau            m = 2,65 x 1014 gram

Jika kecepatan sahaya c = 3 x 108 m/s2 , maka energi pancaran matahari tiap 1 menit adalah sebagai berikut.
            E = m c2
            E = 2,65 . 1011 kg x (3 x 108)2
            E = 2,65 . 1011 x 9 . 1016
            E = 23,85 . 1027
            E = 2,38 . 1028 Joule
Karena
1 joule = 0,24 kalori,
maka            E = 2,38 . 1028 x 0,24 = 0,5612 . 1028 = 5,6 . 1027 kalori
Perhitungan energi yang dihasilkan setiap terjadi reaksi fusi sebagai berikut.

m1     H2

     He M
m2     H2

Menurut hukum kekekalan massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi, seharusnya
m1 + m2 = M
tetapi pada kenyataannya m1 + m2 > M ; berarti ada selisih massa sebesar m = (m1 + m2 - M.
Selisih massa yang dianggap hilang itu sebenarnya berubah menjadi energi. Setiap 1 gram atom hydrogen berubah menjadi atom helium, maka massa atom hydrogen hilang sebanyak 0,0072 gram atau 7,2 . 10-6 kg dan berubah menjadi energi sebesar
        E = m . c2    
         = 7,2 . 10-6 x (3 . 108)2
         = 7,2 . 10-6 x 9 . 1016
        E = 64,8 . 1010 Joule = 64,8 . 1010 x 0,24 kalori = 15,552 . 1010
        E = 1,5 . 1011 kalori
Pendapat tentang asal sumber energi matahari dari reaksi fusi dapat diterima sebab bahan-bahan gas di matahari memungkinkan yaitu terdiri dari 70% hydrogen, 25 % helium, dan 5 % unsur-unsur lain (oksigen, nitrogen, carbon, sulfur, silikon, ferrum dan magnesium).
Karena selalu memancarkan energi terus menerus, tentunya massa matahari selalu berkurang. Kapankah matahari kehabisan energi ? Masih berapa lama usia matahari ? Matahari akan mati jika persediaan bahan bakarnya / hidrogen habis, sehingga tidak memungkinkan lagi terjadinya reaksi inti. Tiap 1 menit matahari kehilangan massanya 2,65 . 1014 gram (dalam bentuk atom hidrogen hilang). Massa matahari saat ini adalah 1,99 . 1033 gr atau 1,99 . 1030 kg dibulatkan menjadi 2 . 1030 kg.
Seandainya 70% sebagai cadangan energi, maka m = x 2 . 1030 kg = 1,4 . 1030 kg
Energinya :     E = m . c2    = 1,4 . 1030 x (3 . 108)2 = 1,4 . 1030 x 9 . 1016
        E = 12,6 . 1046 joule
        E = 12,6 . 1046 x 0,24 kalori = 3,024 . 1046 kalori
        E = 3 . 1046 kalori
Padahal setiap 1 menit matahari memancarkan energi 5,6 . 1027 kalori.
Maka sisa umur matahari     = = 5,4 . 1018 menit
                = = 1,3 . 1012 tahun
Jadi sisa umur matahari masih 1.300 milyar tahun.

Perhitungan energi dapat juga dilakukan menurut hasil pengamatan pancaran energi matahari.
Permukaan matahari setiap 1 cm2 memancarkan energi sebanyak 90.000 kalori dalam 1 menit. Permukaan atmosfer bumi setiap 1 cm2 menerima energi pancaran matahari sebanyak 2 kalori dalam 1 menit, dinamakan Konstanta Matahari. Jadi harga konstanta matahari 2 kalori/cm2.menit. Ternyata dari 90.000 kalori/cm2.menit yang dipancarkan matahari hanya 2 kalori/cm2.menit yang diterima atmosfir bumi.Energi pancaran lainnya hilang di ruang antar planet, karena sangat jauhnya jarak antara bumi dan matahari. Coba hitunglah jumlah pancaran energi dari seluruh permukaan matahari dalam 1 menit!
Jawaban :
E    = 6,16 . 1022 x 90.000
    = 6,2 . 1022 x 9 . 104
    = 55,8 . 1026
E    = 5,6 . 1027 kalori
Coba hitung pula energi pancarannya dalam 1 hari!
Jawaban :
E    = 5,6 . 1027 x 24 x 60
    = 5,6 . 1027 x 1440
    = 8064 . 1027
E    = 8,1 . 1030 kalori
Hitung pula energi pancarannya dalam 1 tahun!
Jawaban :
E    = 8,1 . 1030 x 365
    = 2956,56,2 . 1030
E    = 2,9 . 1033 kalori
Berapa umur matahari ? Berdasarkan umur fosil tertua yang diketemukan di bumi yaitu ± 3 . 109 tahun, dianggap matahari sudah ada sejak itu. Sebenarnya diperkirakan umur matahari 10 x 109 tahun. Fosil artinya sisa-sisa makhluk hidup yang sudah membatu selama berjuta-juta tahun yang lalu. Jika dianggap matahari seumur fosil tertua itu, coba hitung energi pancaran matahari selama itu!
Jawaban :
E    = 2,9 . 1033 x 3 . 109
E    = 8,7 . 1042 kalori
Coba hitung pula setiap 1 gram massa matahari memancarkan berapa kalori selama itu!
Jawaban :
E    =        =    4,3 . 109 kalori