Senin, 14 November 2011

JENIS-JENIS DESAIN PENELITIAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Penelitian merupakan sutatu proses mencari sesuatu secara sistematis dalam waktu yang lama dengan mengguunakan  metode ilmiah dengan menggunakan aturan-aturan yang berlaku. Untuk menghasilkan  suatu penelitian yang baik, maka si peneliti bukan saja harus mengetahui aturan melakukan penelitian, tetapi juga  harus mempunyai keterampilan dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Untuk menerapkan metode ilmiah  dalam praktek penelitian, maka diperlukan suatu desain penelitian yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan dalam dangkalnya penelitian yang akan didefinisikan. Akan tetapi kebanyakan peneliti yang masi banyak melakukan penelitian belum memahami berbagai jenis desain penelitian dalam konteks penelitian secara umum baik terkai dengan kelemahan dan kelebihan suatu desai. Olehnya itu penulis mengangkat judul “Jenis-Jenis Disain Penelitian serta Kekuatan dan Kelemahannya”
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Apa yang dimaksud dengan desain penelitia?
2.    Jelaskan apa yang dimaksut dengan desain penelitian Pra-Eksperimental, serta sebutkan beberapa kekuatan dan kelemahannya!
3.    Jelaskan apa yang dimaksut dengan desain penelitian  Kuasi-Eksperimental, serta sebutkan beberapa kekuatan dan kelemahannya!
4.    Jelaskan apa yang dimaksut dengan desain penelitian  Eksperimental beneran, serta sebutkan beberapa kekuatan dan kelemahannya!
5.    Jelaskan apa yang dimaksut dengan desain penelitian Korelasional, jenis, karakteristik dan perbedaannya!
C.  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat diketahui tujua dari pembuatan makalah ini sebagai berikut :
1.    Agar kita dapat mengetahui  dan memahami desain penelitian.
2.    Agar kita dapat mengetahui dan memahami desain penelitian Pra-Eksperimental, beserta kekuatan dan kelemahannya.
3.    Agar kita dapat mengetahui dan memahami desain penelitian Disain Kuasi-Eksperimental, beserta kekuatan dan kelemahannya.
4.    Agar kita dapat mengetahui dan memahami desain penelitian Disains Eksperimental Benaran, kekuatan dan kelemahannya.
5.    Agar kita dapat kita mengetahui dan memahami Disain Korelasional, jenis, karakteristik dan perbedaannya.











BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Desain Dalam Suatu penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian yang mencakup dua dua proses secara umum yaitu proses perencanaan penelitian dan proses pelaksanaan penelitian atau proses operasinoal penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis, serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. Proses selebihnya merupakan tahap operasional dari penelitian.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu control group pre-test post test, random terhadap subjek, pasangan terhadap subjek, random pre test post test , random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test kelompok eksperimen, tiga kelompok eksperimen dan kontrol, empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol, dan desain waktu.  
Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu simple randomaized, treatment by levels desaigns, treatments by subjects desaigns, random replications desaigns, factorial designs, dan groups within treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.
Desain penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dilihat dari baik atau tidak baik saja. Karena desain juga merupakan suatu rencana studi, maka di dalamnya selalu ada trade of antara kontrol atau tampa control, antara odjektivitas dengan subjektivitas. Desain yang tepat sekali tidak pernah ada dalam sebuah penelitian. Hipotesis dirumuskan bisa dalam  bentuk alternatif, karena itu desain juga, dapat berbentuk alternatif-alternatif. Desain yang dipilih biasanya merupakan kompromi, yang banyak ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan praktis. 

B.  Desain Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan (treatment) tertentu pada sekelompok orang atau kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi. Penelitian eksperimen juga dapat diartikan sebagai  observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan. Terdapat tiga syarat utama yaitu manipulasi, kontrol dan randomisasi.Secara singkat, maka dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Sedangkan pengertian dari manipulasi sendiri adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda dalam subjek penelitian.
Rancangan percobaan apa pun adalah sangat penting karena memiliki kekuatan untuk menjadi kaku kebanyakan jenis penelitian.  Desain bagaimanapun, selalu tergantung pada kelayakan. Pendekatan terbaik adalah untuk mengendalikan sebagai variabel pengganggu sebanyak mungkin untuk menghilangkan atau mengurangi kesalahan dalam asumsi yang akan dibuat. Hal ini juga sangat diinginkan bahwa setiap ancaman terhadap validitas internal atau eksternal dinetralisir. Dalam dunia yang sempurna, penelitian semua akan melakukan hal ini dan hasil penelitian akan menjadi akurat dan kuat. Kita sering berurusan dengan subyek manusia  yang dengan sendirinya mengacaukan studi apapun. Kami juga menghadapi hambatan waktu dan situasi, sering menghasilkan kurang dari kondisi sempurna untuk mengumpulkan informasi. Ketentuan Umum tentang Metode Penelitian Eksperimental, setidaknya ada delapan ketentuan umum tentang penelitian eksperimen yaitu :
1.      Definisi, yaitu batasan atau definisi penelitian dan variabel harus jelas dan tegas atau definitif, dan tidak boleh terjadi kebimbangan (confuse) di dalamnya.
2.      Sampling, yaitu jumlah dan anggota kelompok sampel yang diambil perlu random, dan sesuai antara jumlah subjek dan prosedur pengukuran yang ditetapkan.
3.      Tipe eksperimen. Dalam hal ini perlu dibedakan tipe eksperimen yang lazim digunakan, yaitu 2 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, 3 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, dan banyak kelompok dengan manipulasi pada beberapa variabelnya.
4.      Rancangan eksperimen, yaitu harus sesuai jumlah kelompok dan urutan prosedur pelaksanaan eksperimen.
5.      Pengukuran. Pengukuran harus jelas skalanya, misalnya menggunakan skala sikap Likert. Ini menyangkut alat dan metode yang digunakan.
6.      Statistik, yaitu meliputi informasi yang dikumpulkan, teknik mengolah dan teknik menyimpulkan data-data perlu sesuai dengan kaidah statistika yang logis dan representatif.
7.      Generalisasi. Tidak semua hasil penelitian eksperimen dapat digeneralisasi karena hasil amat tergantung pada jenis, metode, prosedur, sampling serta instrumen yang digunakan.
8.      Metode eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan tertentu pada sekelompok orang atau beberapa kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi.

Manfaat sekaligus kelebihan metode eksperimen (dibandingkan penelitian korelasi) adalah (1) menguji hipotesis dengan melakukan kontrol terhadap kondisi penelitian; (2) mengembangkan teori, kemudian melakukan pengujian di lapangan; (3) memperbaiki teori-teori serta temuan-temuan penelitian; (4) meneliti melalui jalan pintas; dan (5) memudahkan replikasi karena kondisi yang dipelajari benar-benar spesifik.
Penelitian eksperimen, berbeda dengan penelitian non-eksperimen, memiliki ciri khusus berupa kontrol terhadap variabel bebas (x) yang dapat dilakukan oleh peneliti sehingga menghasilkan hasil atau pengaruh (y), seperti yang diinginkanAda tiga desain eksperimen dasar, masing-masing himpunan bagian yang mengandung dengan kelebihan tertentu dan kelemahan. Ketiga desain dasar meliputi: (1)desain pra-eksperimental; (2)-desain kuasi eksperimental, dan (3) desain eksperimen murni/benaran.

1.1    Desain Penelitian Pra-Eksperimen
Eksperimen lemah atau pra-eksperimen adalah penelitian yang tidak menggunakan sama sekali penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel. Dalam model desain penelitian ini maka kelompok tidak diambil secara acak atau berpasangan, tidak ada kelompok pembanding tapi diberi tes awal dan tes akhir. Desain metode ini paling lemah maka tidak disarankan untuk digunakan dalam penelitian ilmih setingkat skripsi, tesis maupun disertasi tapi masih boleh digunakan dalam penelitian latihan saja.
Bagian pertama menciptakan desain kuasi-eksperimental adalah mengidentifikasi variabel. The kuasi-independen variabel akan menjadi x-variabel, variabel yang dimanipulasi untuk mempengaruhi variabel dependen. "X" umumnya merupakan variabel pengelompokan dengan tingkat berbeda.. Pengelompokan berarti dua atau lebih kelompok seperti kelompok perlakuan dan plasebo (plasebo lebih begitu digunakan untuk atau fisiologis eksperimen medis) atau kelompok kontrol. Hasil diprediksi adalah variabel dependen yang y-variabel. Dalam analisis deret waktu, variabel terikatnya adalah diamati waktu selesai untuk perubahan apapun yang mungkin terjadi. Setelah variabel telah diidentifikasi dan didefinisikan, prosedur sebuah kemudian harus diimplementasikan dan perbedaan kelompok harus diperiksa.
Desain penelitian pra-eksperimen memiliki kebihan dan kelemahan:
1.    Kelebihan desain penelitian pra-eksperimen.
Adapun kelebihan dari desain penelitian pra-eksperimen ini adalah sebagai berikut :
a.       Dapat digunakan ketika pengacakan tidak mungkin atau tidak praktis.
b.      Tidak memerlukan usaha yang keras untuk mempelajari dan membandingkan subjek atau kelompok mata pelajaran yang sudah terorganisir.
c.       Dengan menggunakan desai penelitian pra-eksperimem dapat meminimalisir ancaman terhadap vasilitas eksternal.
d.      Temuan pada desain pra-eksperimen yang terkait dengan satu mata pelajaran dapat digunakan pada mata pelajaran yang lainnya.
e.       Merupakan percobaan yang efisien dalam penelitian.
2.    Kekurangan desain penelitian pra-eksperimen.
a.       defisiensi dalam pengacakan membuat lebih sulit untuk menyingkirkan variabel pengganggu.
b.      Sulitnya menentukan hubungan kausal dalam penelitian ini.
c.       Dapat menimbulkan ancaman pada validitas pada penelitian.
d.      Karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.

1.2    Desain penelitian Kuasi-Eksperimen
Ekperimen Kuasi bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni. Eksperimen ini disebut juga dengan metode semu.. Eksperimen kuasi bisa saja digunakan apabila minimal dapat mengatur hanya satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasangkan/menjodohkan karakteristik, kalau bisa random lebih baik. Metode ini masih menggunakan kelompok kontrol seperti metode eksperimen namun tidak menggunakan pengambilan kelompok secara acak namun berpasangan. Keunggulan dari metode ini adalah dapat dilaksanakan bahkan di penelitian yang berlangsung dalam kondisi dimana pengontrolan terhadap variabel sangat sulit sehingga kemungkinan sukar untuk melakukan eksperimen murni Sementara kelemahan dari metode ini adalah adanya pengontrolan variable yang lemah menyebabkan karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.
Desain penelitian kuasi-eksperimen memiliki kelebiha dan kelemahan. Adapun kelebihanya adalah sebagai berikut:
a.    Mendapatkan informasi tentang metode pengajaran.
b.    Intuitif praktek dibentuk oleh penelitian.
c.    Peneliti dapat memiliki kontrol atas variabel.
d.   Digunakan untuk menentukan apa yang terbaik bagi populasi.
Sedangkan kekurangan dari desain penelitian ini adalah:
a.       Kemungkinan besar  masalah ditimbulkan oleh manusia/peneliti.
b.      Bias pribadi peneliti dapat mengganggu.
c.       Dapat menghasilkan hasil buatan.
d.      Respon manusia dapat sulit untuk mengukur

1.3    Desaim penelitian Eksperimen Benaran
Benar membuat desain eksperimental untuk kekurangan dari dua desain dibahas sebelumnya.. Mereka mempekerjakan kelompok kontrol dan alat untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kedua kelompok. Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengontrol semua variabel pengganggu, atau setidaknya mempertimbangkan dampak mereka, ketika mencoba untuk menentukan apakah pengobatan adalah apa yang benar-benar menyebabkan perubahan.   Percobaan benar sering dianggap sebagai metode penelitian hanya yang memadai dapat mengukur hubungan sebab dan akibat.

C.    Desain Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal. Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel. Penelitian korelasional juga bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variable-variabel dari suatu faktor berkaitan denganm variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan padam koefisien korelasi.
Karakteristik penelitian korelasional:
a.    Cocok dilakukan, bila variable-variabel penelitian rumit dan/atau tidak dapat dilakukan dengan memtode eksperimental atau tidak dapat dimanipulasi.
b.   Memungkinkan pengukuran beberapa variable dan saling berhubungan secara serentak dan keadaan realistiknya.
c.    Apa yang diperoleh adalah taraf atau tunggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adamnya hubungan tersebut.
Selain itu juga desain penelitian korelasional memiliki kelebihan dan keleman, yaitu sebagai berikut :
a.  Kelemahan-kelemahan penelitian korelasional.
1.       Hasilnya cuam mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak harus menunjukan saling hubungan yang bersifat kausal.
2.       Jika dibandingkan denga penelitian eksperimental,penelitian korelational kurang tertib-ketat, karena kurang melakukan control terhadap variable-variabel bebas.
3.       Pola saling hubungan tersebut sering tidak menentu dan kabur.
4.       Sering merangsang penggunaannya sebagai macam short-gun approach, yaitu memasukkan berbagal data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna dan bermakna.
b.  Kelebihan penelitian korelasional:
1.  Dapat dilakukan penelitian walaupun variabel-variabelnya rumit.
2.  Dapat melekukan pengukuran veriabel secara serentak.



















BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULA
Dalam melakukan penelitian kita hahus memahami dan mengetahui berbagaimana jenis desain penelitian agar dapat memudahkan peneliti dalam menjalankan penelitiannya. Ada berbagai jenis desain penelitian yang memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Seperti halnya desain penelitian eksperimental didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan (treatment) tertentu pada sekelompok orang atau kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi. Penelitian eksperimen juga dapat diartikan sebagai  observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan.
Sedangkan dalam desain penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal. Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain.
B.       SARAN
Agar dapar menghasilkan hasil yang baik dalam suatu penelitian seharusnya kita mengetahui jenis desain penelitian yang digunakan. Sehingga penelitian yang dilakukan dapat terarah dan sesuai dengan harapan.

KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS


KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS


KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS

A.                 PENGERTIAN PENILAIAN KELAS  :
Penilaianmenganut prinsip penilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri[1]. Sehingga dapat dikatakan bahwa penilaian kelas :
  1. Merupakan kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran dan merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.
  2. Adalah kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar siswa
  3. Keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya siswa dalam mencapai suatu kompetensi.
  4. pengambilan keputusan didasarkan pada informasi yang diperoleh dari data hasil belajar peserta didik
  5. Data diperoleh selama pembelajaran berlangsung yang dapat dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai.
  6. Oleh sebab itu, penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan (nilai)  terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan belajarnya.
Yang perlu menjadi catatan yaitu digunakannya istilah penilaian kelas tidak berarti bahwa penilaian hanya dilakukan di dalam kelas. Penilaian kelas dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas, secara formal dan informal, atau dilakukan secara khusus. Penilaian kelas dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar-mengajar.

B.           UNSURE UNSURE PENILAIAN KELAS MENCAKUP :
a. Evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Ranah penilaian kelas merefleksikan  pengetahuan (kognitif), keterampilan ( psikomotorik), dan sikap ( afekti)[2]
Contoh Evaluasi di bidang pendidikan:  evaluasi terhadap kurikulum baru, suatu kebijakan pendidikan,  sumber belajar tertentu,  etos kerja guru.
b. Assessment
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai prosedur, cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauhmana ketercapaian hasil belajar atau kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa[3]. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa.
c. Pengukuran (measurement)
Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.
d. Tes
Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas.
Jadi Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa.
C.        TUJUAN PENILAIAN KELAS
Penilaian kelas dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, guna menetapkan sampai sejauhmana siswa telah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

D.        MANFAAT PENILAIAN KELAS ;
  1. Mengetahi tingkat pencapaian kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung
  2. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi
  3. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial
  4. Umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode pendekatan kegiatan dan sumber belajar yang digunakan
  5. Memberikan informasi alternative penialain terhadap guru
  6. Memberi informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan
  7. Sebagai umpan balik bagi siswa agar mengetahui kemampuan dan kekurangannya

E.         FUNGSI PENILAIAN KELAS
  1. Menggambarkan penguasaan kompetensi oleh peserta didik
  2. Mengevaluasi hasil belajar, membuat keputusan tentang langkah berikutnya ( pemilihan program, pengembangan kepribadian, penjurusan )
  3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bias dikemabngkan, sebagai alat diagnosis remedial atau tidak
  4. Menemukan Kelemahan  dan kekurangan proses pembelajaran  yang sedang berlangsung
  5. Alat control guru dan kepal;a sekolah tentang kemajuan peserta didik
   
F.         PRINSIP PRINSIP PENILAIAN KELAS
a. Validitas yaitu menilai apa yang seharusnya diniali dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Missal, pada mata poelajaran olah raga, penilaian akan valid jika menggunakan penilaaian unjuk kerja
b.  Reliabilitas adalah penilaian yang cenderung sama hasilnya jika menggunakan alat yang sama sekalipun waktu yang digunakan beda
c. Menyeluruh yaitu mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar
d.  Berkesinambungan yaitu penilaian dilakukan secaraa terencana,  bertahap, terus menerus, untuk memperolah gambaran pencapaian kompetensi pesserta didik dalam kurun waktu tertentu
e.  Objektif, Mengacu pada patokan atau criteria yang jelas
f.  Mendidik yaitu hasil penilaian harus dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki dan meningkat kan kualitas belajar

E.         TEKNIK PENILAIAN KELAS
a. UNJUK KERJA
            Penilaian unjuk kerja  merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak kesempatan guru mengamati unjuk kerja siswa, semakin reliable hasil penilaian kemampuan siswa.
Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam penyajian lisan (keterampilan berbicara, berpidato, baca puisi, berdiskusi, dan sebagainya), pemecahan masalah dalam suatu kelompok, partisipasi siswa dalam diskusi kelompok kecil, kemampuan siswa menari, kemampuan siswa memainkan alat musik, kemampuan siswa dalam cabang-cabang olah raga, kemampuan siswa menggunakan peralatan laboratorium, kemampuan siswa mengoperasikan suatu alat, dan sebagainya.
a.1 Pertimbangan Penilaian
-  Langkah yang diharapkan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi
-  Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai
-  Kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
- Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak agar mudah diamati
a.2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja
            Untuk mengamati unjuk kerja dapat digunakan daftar cek ( check list )
No
Aspek yang dinilai
Baik
Tidak baik
1
2
Skor yang dicapai
Skor maksimum

b. PENILAIAN SIKAP ( NILAI AFEKTIF )
            Penilaian yang dilakukan terhadap sikap peserta didik. Objek sikap yang perlu dinilai antara lain : Sikap terhadap materi pelajaran, Sikap terhadap guru, Sikap terhadap proses pembelajaran,     Sikap yang berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran
b.1. Teknik Penilaian Sikap
            Observasi pelaku, Pertanyaan langssung, laporan pribadi
Contoh Format Penilaian Sikap
N0
Nama
Perilaku
Nilai
Ket
Bekerja sama
Berinisiatif
Penuh perhatian
Bekerja sistematis
1
2
3

c. PENILAIAN TERTULIS
            Penilaian yang dilakukan secara tertulis, dimana soal yang diberikan dan jawaban dibuat dalam bentuk tulisan
Contoh dua bentuk penilaian tertulis :
  1. Memilih Jawaban : Pilihan Ganda, dua pilihan, menjodohkan, dan sebab akibat
  2. Mensuplai jawaban : Isian atau melengkapi ,Jawaban singkat, pendek , Uraian
d. PENILAIAN PROYEK ( PENUGASAN )
            Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode / waktu tertentu, dimana tugas tersebut berupa investigasi sejak dari perencanaa, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data, dengan memperhatikan 3 hal, yaitu : Kemampuan pengolahan, Relevansi, Keaslian. Oleh karena itu, proyek sangat bermanfaat bila digunakan untuk menilai keterampilan menyelidiki secara umum untuk segala bidang pembelajaran. Di samping itu proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan siswa dalam bidang tertentu, mengetahui kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan itu dalam penyelidikan tertentu, dan mengetahui kemampuan siswa dalam menginformasikan  subyek tertentu secara jelas.
Contoh, :
Nama Pelajaran            :
                                                Nma Proyek                 :
                                                Alokasi waktu              :
Nama Siswa :                                                                                       Kelas :
N0
Aspek
Skor ( 1 – 5 )
1
Perencanaa
  1. Persiapan
  2. Rumusan Judul
2
Pelaksanaan :
  1. Sistematika penulisan
  2. Keakuratan data
  3. Analisis Data
  4. Kesimpulan
3
Laporan Proyek
  1. Performance
  2. Penguasaan Mateti
Total Skor

e. PENILAIAN PRODUK ( HASIL KERJA )
            Penilaian hasil kerja adalah penilaian terhadap kemampuan siswa membu-at produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, pahatan), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Cara ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga dari proses pembuatannya, contoh: kemampuan siswa menggunakan berbagai teknik menggambar, menggunakan peralatan dengan aman, membakar kue dengan hasil baik, bercita rasa enak, dan penampilan menarik.
            Pengembangan penilaian produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu penilaian yaitu :
                    ·  Tahap Persiapan, Penilaian perencanaan, menggali, mengembangkan gagasn, mendesain produk
                     ·  Tahap Proses : Penilain kemampuan menyeleksi, menggunkan bahan, alat, dan teknik,
                     ·  Tahap penilaian Produk

f.  PENILAIN PORTO FOLIO
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada    berbagai informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi perkembangan siswa tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswanya, hasil tes (bukan nilai), piagam penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.
Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan siswa sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan siswa  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa. Contoh karya yang dapat dimasukkan dalam penilaian portofolio: Puisi; Karangan; Gambar/tulisan; Peta/denah; Desain; Paper; Laporan observasi; penyelidikan; penelitian; eksperimen; Sinopsis; Naskah pidato/kotbah; Naskah drama; Doa; Rumus. Kumpulan tulisan siswa ini merupakan refleksi perkembangan berfikir mereka.
f.1. Pedoman Penilaian Porto Folio
            Yang harus diperhatikan dalam penilaian porto folio
§         Karya sisiwa adalah benar benar karya peserta didik itu sendiri
§         Saling percaya antara peserta didik dengan guru
§         Kerahasiaan bersama antara peserta didik dengan guru
§         Kepuasan kesesuaian
§         Penilaian proses dan hasil
§         Penilaian dan pembelajaran
f.2. Teknik Penilaian Portofolio
·        Tentukan bersama sample yang akan dibuat
·        Pengumpulan karya karya peserta didik
·        Pemberian tanggal dan keterangan dalam setiap karya
·        Bersama peserta didik mentukan criteria dan bobot penilaian
·        Meminta dan membimbing peserta didk menilai karya nya secara berkesinambungan
·        Jika nilai belum memuaskan, peserta didik diberi kesempatan memperbaiki
·        Jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio