Jumat, 10 Januari 2014

penyelewengan dana bansos



Dana bansos dan hibah lebih cenderung dijadikan sebagai kapital politik bagi sebagian anggota legislatif untuk kepentingan politiknya. Tipu muslihat penggunaan bansos dan hibah yang terjadi di berbagai daerah, selain mengalir ke organisasi massa bentukan kepala daerah dan anggota legislatif, juga diberikan kepada keluarga dan tim suksesnya. Sekitar Rp31.66 triliun dana bansos yang ditemukan BPK tahun 2012 yang bermasalah dan diduga diselewengkan (Kompas, 13/6/2013).


Sabtu, 21 Desember 2013

Pengukuran

Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan

Jumat, 06 Desember 2013

Fenomena Perilaku Merokok Usia Muda di Indonesia


Jika kita melihat fenomena yang terjadi dalam kehidupan sekitar kita perilaku merokok merupakan satu kondisi yang sangat memprihatinkan. Hampir disetiap tempat kita dapat melihat anak-anak dengan bebasnya merokok, bahkan tidak jarang kita menemukan anak-anak yang masih mengenakan seragam sekolah merokok bersama teman-temanya. Saat ini sedikit sekali perbedaan atau batasan antara daerah pedesaan (rural) dan perkotaan (urban). Perilaku merokok dahulunya identik pada anak-anak di perkotaan, namun saat ini merokok sudah menjadi perilaku yang biasa dilakukan oleh anak-anak dipedesaan.

 

Rabu, 17 Juli 2013

Hukum Newton I


Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan).
  2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
  3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.