Jumat, 22 Oktober 2010

JOHN TYNDALL

A. Sejarah Hidup
John tyndal lahir pada tanggal 2 Agustus 1820 di Leighlinbridge, Irlandia. Ia lahir dari keluarga yang kurang berada, tetapi ayahnya memandang penting ilmu pendidikan walaupun tak mudah bagi ayahnya untuk menanggung biaya sekolahnya pada saat itu. Dari guru yang terkenal di pelosok desa, ia belajar bahasa inggris dan matematika.
Profesi pertama Tyndal pada saat itu adalah sebagai seorang surveyor posisi yang sedang naik pamor pada saat itu. Tugas surveyor adalah mengukur, mendata tanah dan rawa, membuat denah dan peta. Yang semua itu merupakan cikal bakal keterampilannya kelak dalam penelitian yang dilakukannya.
Pada era revolusi industri pada abad ke-19 yaitu pada tahun 1844, saat itu ia tamat sekolah. Kemudian ia menjadi pegawai negeri Irish Ordnance Survey. Disana John Tyndal mengasah diri. Seiring dengan perkembangan teknologi, ia menghias Inggris dengan rantai besi, rel kereta api yang merupakan urat nadi industri pada saat itu.
Setelah selesai dengan pembuatan rel kerata api pada tahun 1847, membuat Tyndall beralih profesi menjadi guru laboratorium di Inggris. Ia bentuk berdua bersama kimiawan Edward Frankland. Kemudian mereka meninggalkan Inggris, manimba ilmu di Marbury University, Jerman. Setelah selesai studinya di Jerman, Tyndall kembali Lagi ke inggris pada tahun 1851.
Tyndall menerbitkan tujuh belas buku diantaranya Contributions to Molecular Physics in the Domain of Radiant Heat dan Heat Considered as a Mode of Motion. Pada Juni 1853, Tyndall mendapat penghargaan bergengsi sebagai Profesor Filsafat Alam di Royal Institution. Dari 1853-1887 ia merupakan guru besar fisika di Royal Institution of Great Britain, di mana ia menjadi pengganti posisi dipegang oleh Michael Faraday.
Pada tahun 1860, Tyndall belajar gletser dan menjadi suatu pendaki gunung yang terampil. Tyndall menikah dengan Louisa Hamilton pada usia yang ke-56 tahun. Sebelum menikah, Tyndall hidup selama bertahun-tahun di sebuah apartemen lantai atas di Royal Institution dan terus tinggal di sana setelah menikah. Pada tahun 1885, mereka pindah di sebuah rumah dekat Haslemere 45 mil barat daya kota London. Perkawinan itu bahagia dan tanpa anak. Ia pensiun dari Royal Institution di umur 66 karena keluhan kesehatan yang buruk. Tyndall wafat pada tanggal 4 Desember pada tahun 1893 karena banyaknya kloral hidrat yang diberikan oleh istrinya.
B. Konsep yang Ditemukan
Membunuh bakteri dalam susu, disebut Pasteurisasi. Namun Tyndalisasi di Prancis lebih digemari. Tyndall-lah yang pertama memikirkan ini. Seabad sebelum Alexander Flemming menemukan Pinicillin, Tyndall sudah menjelaskan kerja jamur ini yang dapat menghasilkan zat antibiotik, menghambat tumbuhnya bakteri.
Pada saat ia belajar di Jerman, Di sini ia memulai penelitian diamagnetis juga kristal dengan sifatnya yang optikal magnetis. Hasil-hasil penelitiannya pun mulai membuat namanya dikenal para cendekiawan Jerman ternama.
Kembali ke Inggris tahun 1851 Ia hampir tak punya uang di saku. Saat itu Ia menerjemahkan dan me-review literatur ilmiah asing. Hal ini sekaligus memberinya kesempatan berhubungan dengan orang-orang pandai siapa lagi kalau bukan para ilmuwan salah satunya fisikawan Michael Faraday.
Pada usianya yang ke-39, Tyndall mulai meneliti radiasi panas uap air yang membentuk awan, ozon, hidrokarbon, dan gas CO2. Dengan spectrophotometer rakitannya, ia mengukur daya serap gas-gas di udara. ozon, hidrokarbon, dan karbondioksida menyerap panas lebih banyak dibandingkan gas lainnya.
Dari penelitian tersebut kalau ditelaah lebih dalam sebenarnya terdapat berbagai pengetahuan sebagai hasil karya John Tyndall. Salah satu peristiwa yang berkaitan dengan hasil penelitian Tyndall adalah yang kemudian dikenal dengan nama Efek Tyndall. Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan. Pada peristiwa efek rumah kaca dan pada fenomena langit berwarna juga dapat ditelaah penyebabnya dari efek tyndall tersebut.

C. Pengembangan Konsep
Seperti yang Tyndall katakan dalam salah satu tutorialnya “identitas panas pancaran cahaya, dimana identitas berarti sama dalam segala hal. Dia memperkuat hasil penelitian dari James David Forbes , Hermann Knoblauch dan peneliti yang lainnya bahwa sifat dari cahaya dapat menghasilkan refleksi, refraksi, difraksi, polarisasi, depolarisasi, pembiasan ganda, dan rotasi dalam medan magnet.
Salah satu percobaan tyndall bahwa cahaya direfleksikan di udara dengan kerapatan yang berbeda. Dia adalah orang pertama yang mengamati dan melaporkan fenomena thermophoresis dalam aerosol. Ia melihatnya di sekitar benda panas sementara menyelidiki Efek Tyndall dengan fokus lightbeams dalam ruangan yang gelap. Pada saat itu, John Strutt alias Lord Rayleigh menciptakan cara yang lebih baik untuk menunjukan hal itu dan kemudian hanya melaporkannya tanpa menyelidikinya secara mendalam.
Dalam satu ceramah, Tyndall menunjukkan penyebaran cahaya yang turun melalui aliran air jatuh melalui refleksi internal total cahaya. Ini menunjukkan dasar ilmiah modern teknologi fiber optik. Sejarah dari serat optik bermula pada masa Victoria, ketika fisikawan John Tyndall menemukan cahaya yang dapat berjalan dalam garis lengkung dalam bahan air dengan jumlah refleksi internal. Prinsip ini digunakan untuk mencerahkan aliran air dalam prinsip kerja air mancur. Pada tahun 1952, fisikawan Narinder Singh Kapany memimpin eksperimen pada penemuan serat optik. Penelitian ini didasarkan pada studi Tyndall.
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
D. Aplikasi Konsep dalam Kehidupan Sehari-hari
Efek Tyndall digunakan untuk membedakan sistem koloid dari larutan sejati, contoh dalam kehidupan sehari – hari dapat diamati dari langit yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye, debu dalam ruangan akan terlihat jika ada sinar masuk melalui celah. Serta antibiotic yang dipergunakan dalam bidang kesehatan dalam proses menghambat tumbuhnya bakteri.

E. Konsep Kedepan yang Dikembangkan
Menciptakan alat pemadam kebakaran yang dapat menyaring asap dan gas dari udara yang dapat membahayakan saluran pernapasan, sehingga pada saat kebakaran terjadi warga yang ada disekitar tempat kejadian tersebut tidak mengalami sesak napas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar