Sabtu, 07 Mei 2011

Pengertian Desain Dalam Suatu penelitian



A.  Pengertian Desain Dalam Suatu penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian yang mencakup dua dua proses secara umum yaitu proses perencanaan penelitian dan proses pelaksanaan penelitian atau proses operasinoal penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis, serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. Proses selebihnya merupakan tahap operasional dari penelitian.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu control group pre-test post test, random terhadap subjek, pasangan terhadap subjek, random pre test post test , random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test kelompok eksperimen, tiga kelompok eksperimen dan kontrol, empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol, dan desain waktu.  
Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu simple randomaized, treatment by levels desaigns, treatments by subjects desaigns, random replications desaigns, factorial designs, dan groups within treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.
Desain penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dilihat dari baik atau tidak baik saja. Karena desain juga merupakan suatu rencana studi, maka di dalamnya selalu ada trade of antara kontrol atau tampa control, antara odjektivitas dengan subjektivitas. Desain yang tepat sekali tidak pernah ada dalam sebuah penelitian. Hipotesis dirumuskan bisa dalam  bentuk alternatif, karena itu desain juga, dapat berbentuk alternatif-alternatif. Desain yang dipilih biasanya merupakan kompromi, yang banyak ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan praktis. 

B.  Desain Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan (treatment) tertentu pada sekelompok orang atau kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi. Penelitian eksperimen juga dapat diartikan sebagai  observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan. Terdapat tiga syarat utama yaitu manipulasi, kontrol dan randomisasi.Secara singkat, maka dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Sedangkan pengertian dari manipulasi sendiri adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda dalam subjek penelitian.
Rancangan percobaan apa pun adalah sangat penting karena memiliki kekuatan untuk menjadi kaku kebanyakan jenis penelitian.  Desain bagaimanapun, selalu tergantung pada kelayakan. Pendekatan terbaik adalah untuk mengendalikan sebagai variabel pengganggu sebanyak mungkin untuk menghilangkan atau mengurangi kesalahan dalam asumsi yang akan dibuat. Hal ini juga sangat diinginkan bahwa setiap ancaman terhadap validitas internal atau eksternal dinetralisir. Dalam dunia yang sempurna, penelitian semua akan melakukan hal ini dan hasil penelitian akan menjadi akurat dan kuat. Kita sering berurusan dengan subyek manusia  yang dengan sendirinya mengacaukan studi apapun. Kami juga menghadapi hambatan waktu dan situasi, sering menghasilkan kurang dari kondisi sempurna untuk mengumpulkan informasi. Ketentuan Umum tentang Metode Penelitian Eksperimental, setidaknya ada delapan ketentuan umum tentang penelitian eksperimen yaitu :
1.      Definisi, yaitu batasan atau definisi penelitian dan variabel harus jelas dan tegas atau definitif, dan tidak boleh terjadi kebimbangan (confuse) di dalamnya.
2.      Sampling, yaitu jumlah dan anggota kelompok sampel yang diambil perlu random, dan sesuai antara jumlah subjek dan prosedur pengukuran yang ditetapkan.
3.      Tipe eksperimen. Dalam hal ini perlu dibedakan tipe eksperimen yang lazim digunakan, yaitu 2 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, 3 kelompok eksperimen dengan meneliti 1 atau 2 variabel, dan banyak kelompok dengan manipulasi pada beberapa variabelnya.
4.      Rancangan eksperimen, yaitu harus sesuai jumlah kelompok dan urutan prosedur pelaksanaan eksperimen.
5.      Pengukuran. Pengukuran harus jelas skalanya, misalnya menggunakan skala sikap Likert. Ini menyangkut alat dan metode yang digunakan.
6.      Statistik, yaitu meliputi informasi yang dikumpulkan, teknik mengolah dan teknik menyimpulkan data-data perlu sesuai dengan kaidah statistika yang logis dan representatif.
7.      Generalisasi. Tidak semua hasil penelitian eksperimen dapat digeneralisasi karena hasil amat tergantung pada jenis, metode, prosedur, sampling serta instrumen yang digunakan.
8.      Metode eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan tertentu pada sekelompok orang atau beberapa kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi.

Manfaat sekaligus kelebihan metode eksperimen (dibandingkan penelitian korelasi) adalah (1) menguji hipotesis dengan melakukan kontrol terhadap kondisi penelitian; (2) mengembangkan teori, kemudian melakukan pengujian di lapangan; (3) memperbaiki teori-teori serta temuan-temuan penelitian; (4) meneliti melalui jalan pintas; dan (5) memudahkan replikasi karena kondisi yang dipelajari benar-benar spesifik.
Penelitian eksperimen, berbeda dengan penelitian non-eksperimen, memiliki ciri khusus berupa kontrol terhadap variabel bebas (x) yang dapat dilakukan oleh peneliti sehingga menghasilkan hasil atau pengaruh (y), seperti yang diinginkan.  Ada tiga desain eksperimen dasar, masing-masing himpunan bagian yang mengandung dengan kelebihan tertentu dan kelemahan. Ketiga desain dasar meliputi: (1)desain pra-eksperimental; (2)-desain kuasi eksperimental, dan (3) desain eksperimen murni/benaran.

1.1    Desain Penelitian Pra-Eksperimen
Eksperimen lemah atau pra-eksperimen adalah penelitian yang tidak menggunakan sama sekali penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel. Dalam model desain penelitian ini maka kelompok tidak diambil secara acak atau berpasangan, tidak ada kelompok pembanding tapi diberi tes awal dan tes akhir. Desain metode ini paling lemah maka tidak disarankan untuk digunakan dalam penelitian ilmih setingkat skripsi, tesis maupun disertasi tapi masih boleh digunakan dalam penelitian latihan saja.
Bagian pertama menciptakan desain kuasi-eksperimental adalah mengidentifikasi variabel. The kuasi-independen variabel akan menjadi x-variabel, variabel yang dimanipulasi untuk mempengaruhi variabel dependen. "X" umumnya merupakan variabel pengelompokan dengan tingkat berbeda.. Pengelompokan berarti dua atau lebih kelompok seperti kelompok perlakuan dan plasebo (plasebo lebih begitu digunakan untuk atau fisiologis eksperimen medis) atau kelompok kontrol. Hasil diprediksi adalah variabel dependen yang y-variabel. Dalam analisis deret waktu, variabel terikatnya adalah diamati waktu selesai untuk perubahan apapun yang mungkin terjadi. Setelah variabel telah diidentifikasi dan didefinisikan, prosedur sebuah kemudian harus diimplementasikan dan perbedaan kelompok harus diperiksa.
Desain penelitian pra-eksperimen memiliki kebihan dan kelemahan:
1.    Kelebihan desain penelitian pra-eksperimen.
Adapun kelebihan dari desain penelitian pra-eksperimen ini adalah sebagai berikut :
a.       Dapat digunakan ketika pengacakan tidak mungkin atau tidak praktis.
b.      Tidak memerlukan usaha yang keras untuk mempelajari dan membandingkan subjek atau kelompok mata pelajaran yang sudah terorganisir.
c.       Dengan menggunakan desai penelitian pra-eksperimem dapat meminimalisir ancaman terhadap vasilitas eksternal.
d.      Temuan pada desain pra-eksperimen yang terkait dengan satu mata pelajaran dapat digunakan pada mata pelajaran yang lainnya.
e.       Merupakan percobaan yang efisien dalam penelitian.
2.    Kekurangan desain penelitian pra-eksperimen.
a.       defisiensi dalam pengacakan membuat lebih sulit untuk menyingkirkan variabel pengganggu.
b.      Sulitnya menentukan hubungan kausal dalam penelitian ini.
c.       Dapat menimbulkan ancaman pada validitas pada penelitian.
d.      Karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.

1.2    Desain penelitian Kuasi-Eksperimen
Ekperimen Kuasi bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni. Eksperimen ini disebut juga dengan metode semu.. Eksperimen kuasi bisa saja digunakan apabila minimal dapat mengatur hanya satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasangkan/menjodohkan karakteristik, kalau bisa random lebih baik. Metode ini masih menggunakan kelompok kontrol seperti metode eksperimen namun tidak menggunakan pengambilan kelompok secara acak namun berpasangan. Keunggulan dari metode ini adalah dapat dilaksanakan bahkan di penelitian yang berlangsung dalam kondisi dimana pengontrolan terhadap variabel sangat sulit sehingga kemungkinan sukar untuk melakukan eksperimen murni Sementara kelemahan dari metode ini adalah adanya pengontrolan variable yang lemah menyebabkan karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.
Desain penelitian kuasi-eksperimen memiliki kelebiha dan kelemahan. Adapun kelebihanya adalah sebagai berikut:
a.    Mendapatkan informasi tentang metode pengajaran.
b.    Intuitif praktek dibentuk oleh penelitian.
c.    Peneliti dapat memiliki kontrol atas variabel.
d.   Digunakan untuk menentukan apa yang terbaik bagi populasi.
Sedangkan kekurangan dari desain penelitian ini adalah:
a.       Kemungkinan besar  masalah ditimbulkan oleh manusia/peneliti.
b.      Bias pribadi peneliti dapat mengganggu.
c.       Dapat menghasilkan hasil buatan.
d.      Respon manusia dapat sulit untuk mengukur

1.3    Desaim penelitian Eksperimen Benaran
Benar membuat desain eksperimental untuk kekurangan dari dua desain dibahas sebelumnya.. Mereka mempekerjakan kelompok kontrol dan alat untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kedua kelompok. Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengontrol semua variabel pengganggu, atau setidaknya mempertimbangkan dampak mereka, ketika mencoba untuk menentukan apakah pengobatan adalah apa yang benar-benar menyebabkan perubahan.   Percobaan benar sering dianggap sebagai metode penelitian hanya yang memadai dapat mengukur hubungan sebab dan akibat.

C.    Desain Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal. Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel. Penelitian korelasional juga bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variable-variabel dari suatu faktor berkaitan denganm variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan padam koefisien korelasi.
Karakteristik penelitian korelasional:
a.    Cocok dilakukan, bila variable-variabel penelitian rumit dan/atau tidak dapat dilakukan dengan memtode eksperimental atau tidak dapat dimanipulasi.
b.   Memungkinkan pengukuran beberapa variable dan saling berhubungan secara serentak dan keadaan realistiknya.
c.    Apa yang diperoleh adalah taraf atau tunggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adamnya hubungan tersebut.
Selain itu juga desain penelitian korelasional memiliki kelebihan dan keleman, yaitu sebagai berikut :
a.  Kelemahan-kelemahan penelitian korelasional.
1.       Hasilnya cuam mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak harus menunjukan saling hubungan yang bersifat kausal.
2.       Jika dibandingkan denga penelitian eksperimental,penelitian korelational kurang tertib-ketat, karena kurang melakukan control terhadap variable-variabel bebas.
3.       Pola saling hubungan tersebut sering tidak menentu dan kabur.
4.       Sering merangsang penggunaannya sebagai macam short-gun approach, yaitu memasukkan berbagal data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna dan bermakna.
b.  Kelebihan penelitian korelasional:
1.  Dapat dilakukan penelitian walaupun variabel-variabelnya rumit.
2.  Dapat melekukan pengukuran veriabel secara serentak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar