Jumat, 05 November 2010

Albert Einstein

Albert Einstein
(14 Maret 1879–18 April 1955)

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879 sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi. Pada umur 5-10 Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur 5 tahun ia sakit, ketika itu ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein sangat terkesan dengan alat itu dan menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Einstein mulai belajar matematika pada umur 12 tahun. Setelah lulus sekolah menengah ternyata ia tidak berminat melanjutkan studinya di Jerman, Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, ayahnya pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes pertama masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, Setelah ia lulus SMA di Swiss, Einstein kembali masuk ujian untuk kedua kalinya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule), Swiss, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein memilih jurusan yang mendidik calon-calon guru matematika dan fisika yang pada saat itu mahasiswanya baru 5 orang. Salah satunya adalah Mileva Maric seorang Serbia seorang matematikawan, juga teman dari Nikola Tesla. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan. Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor percetakan hak paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya.
Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki.
Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu.
Walaupun Einstein adalah seorang ahli fisika teori yang terbesar sepanjang abad, tetapi ia mempunyai perasaan yang mendalam terhadap kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Einstein menganggap bahwa Tuhan Yang Maha Esa, Maha Sempurna tidak akan menciptakan alam dengan hokum-hukum yang ruwet, dengan hokum-hukum yang mengandung ketidak pastian. Hukum alam pandangannya haruslah harmonis dan bersahaja. Einstein juga pernah beranggapan bahwa pengetahuan tanpa agama adalah lumpu dan ilmu tanpa agama adalah buta.
Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia di Princetown New Jersey, Amerika Serikat. dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia. Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.
2. Konsep Yang Di Temukan
Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:
Maret: Paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : Desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zürich.
Mei : Papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter Körper (Elektrodinamika benda bergerak).
September : Kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya.
Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya.
Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.
3. Pengembangan Konsep
Dalam makalahnya tentang gejala fotolistrik tahun 1905, Einstein mengembangkan temuan Planck dengan mengatakan bahwa bukan hanya pemancar kecil di dinding benda hitam yang memancarkan cahaya dalam bentuk kuantum, melainkan memang begitulah tabiat hakiki cahaya. Cahaya harus digambarkan sebgai sebutir partikel, yang disebut foton. Energy foton tidak lain adalah hf.
Sewaktu menulis makalah tentang gejala fotolistrik, Einstein belum mempunyai data percobaan yang kuat mengenai gejala tersebut. Baru pada tahun 1915 Robert Andrews Millikan melakukan percobaan kuantitatif tentang gejala fotolistrik. Hasil percobaan ini persis seperti yang pernah diramalkan oleh Einstein, yaitu cahaya (dalam keadaan tertentu harus dianggap sebagai partikel) harus dianggap sebagai partikel.
Dalam upaya Bohr mengembangkan model atom Rutherford, Bohr meyakini foton (sebagaimana gambaran Einstein pada 1905) harus memainkan peranan kunci. Bohr berupaya mencari jalan untuk menghubungkan pengertian foton dengan orbit elektron sehingga ia mulai menyelidiki spektrum cahaya ddan akhirnya berhasil menyatukan tiga bidang fisika yang sebelumnya terpisah (benda hitam, fotolistrik, dan spektroskopi).
Dengan menggunakan hasill kerja Einstein tentang foton, fisikawan Perancis Louis de Broglie berhasil menemukan sebuah persamaan yang menghubungkan sifat partikel dan gelombang dari cahaya. Persamaan itu menunjukkan bahwa panjang gelombang suatu foton dikalikan dengan momentumnya (sesuatu yang terkait dengan pergerakan benda) adalah sama dengan konstanta Planck, h.

4. Aplikasi Konsep
Adapun aplikasi konsep yang ditemukan Einstein adalah sebagi berikut :
• Dari teori relativitas, Einstein menyebutkan bahwa semua hukum fisika harus sama untuk seluruh kerangka acuan inersia. Salah satu dari hukum fisika ini adalah hukum kekekalan momentum linear yang dipakai untuk mendapatkan efek gerak terhadap massa benda.
• Dengan konsep E = m yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E), c adalah laju ruang hampa ( c = 300 kilometer perdetik) dapat digunakan untuk membuat bom atom, juga menghitung besar energy yang terdapat pada matahari.
• Dengan konsep bahwa 1 gram massa setara dengan energy, dapat digunakan untuk memasok kebutuhan energy listrik 30 rumah (ber daya 900 watt) selama satu tahun penuh).
• Efek fotolistrik banyak membantu penduaan gelombang partikel, dimana system fisika (seperti foton dalam kasus ini) dapat manunjukkan kedua sifat dan kelakuan seperti gelombang dan seperti partikel.
5. Pengembangan Konsep
Dari beberapa penemuan Einstein, salah satu konsep yang dapat dikembangkan ke depan yakni tidak menutup kemungkinan 1 gram massa dengan energy bukan hanya memasok kebutuhan rumah (berdaya 900 watt) selama 1 tahun dapat memasok kebutuhan listrik lebih dari 300 rumah, bukan hanya 1 tahun tapi lebih dari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar