Selasa, 11 Oktober 2011

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk yang lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian peserta didik, ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Saat ini permasalahan yang menimpa bidang pendidikan sangat beragam dan tergolong berat. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, tenaga pengajar yang kurang, serta tenaga pengajar yang belum kompeten. Kondisi sekolah yang memprihatinkan, ruang kelas bocor bila hujan dan sebagian sekolah ambruk. Maka tidaklah aneh kalau kondisi pendidikan kita jauh dari harapan.
Salah satu permasalahan yang menimpa dunia pendidikan adalah kompetensi guru. Guru yang harusnya memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan kebutuhan, nyatanya hanya sedikit yang masuk kategori tersebut. Sisanya sungguh memprihatinkan. Program sertifikasi guru yang sekarang sedang digalakkan adalah salah satu bagian dari usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Program sertifikasi guru merupakan program yang menyentuh langsung kompetensi guru. Salah satu kriterianya yaitu menilai kemampuan guru dari segi kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan guru dapat melakukan pembelajaran yang dapat menghantarkan siswa ke arah sikap kreatif dan inovatif serta trampil. Kondisi tersebut harus dimulai dari gurunya sendiri. Sebagai contoh derasnya informasi serta cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan pertanyaan terhadap tugas utama guru yang disebut “mengajar”. Masih perlukah guru mengajar di kelas seorang diri, menginformasikan, menjelaskan dan menerangkan? Permasalahan lain akibat derasnya informasi dan munculnya teknologi baru adalah kesiapan guru untuk mengikuti perkembangan tersebut. Seorang guru dituntut harus serba tahu dalam segala aspek yang ada hubungannya dengan profesinya sebagai guru. Seyogyanya guru harus mencari tahu, belajar terus sepanjang hayat, memanfaatkan teknologi yang ada dan lain sebagainya.
Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat membentuk kompetensi dan kualitas pribadi anak didiknya. Beragam pertanyaan tadi dapat menyebabkan demotivasi bagi seorang calon guru ataupun guru yang sudah lama mengabdi. Apakah saya mampu menjadi guru yang ideal? Peran apa yang harus saya lakoni untuk menjadi guru yang ideal? Demikian pertanyaan yang timbul dalam hati seorang guru yang berniat mengabdikan sisa hidupnya di dunia pendidikan. Pertanyaan tersebut sebelumnya telah menggugah sejumlah pengamat dan akhli pendidikan. Mereka telah meneliti peran-peran apa yang harus dimiliki seorang guru supaya tergolong kompeten dalam pembelajaran maupun pergaulan di masyarakat.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan, maka yang menjadi rumusan masalah yaitu:
1)      Peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam memahami siswa?
2)      Peran apa yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pengembangan rancangan pembelajaran?
3)      Peran apa yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas?
4)      Peran apa yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam evaluasi pembelajaran?
1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1)      Untuk dapat mengetahui peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam memahami siswa sebagai peserta didiknya.
2)      Untuk dapat mengetahui peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pengembangan rancangan pembelajaran.
3)      Untuk dapat mengetahui peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
4)      Untuk dapat mengetahui Peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam evaluasi pembelajaran.


















BAB II
PEMBAHASAN

    2.1  Peranan Guru dalam Memahami Siswa
Peran Guru dalam Memahami Siswa sebagai dasar Pembelajaran Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis mengikuti tahap tertentu.
Proses perkembangan siswa mencakup:
1)      Proses biologis.
2)      Proses kognitif.
3)      Proses sosial.
Perkembangan kognitif mengacu pada perubahan struktur skema Kemampuan klasifikasi anak mulai berkembang pada periode operasi konkret Ciri utama periode operasi formal adalah anak mampu memahami makna suatu hal Jika ditinjau dari segi perkembangan siswa sekolah dasar, maka isi mata pelajaran sebenarnya adalah sesuatu yang terpadu dengan kehidupan anak Konsep pendekatan perkembangan dari dimensi umur menghendaki guru melakukan:
1)      Mempersiapkan program yang sesuai.
2)      Menciptakan lingkungan guru yang kondusif.
3)      Merencanakan pengalaman belajar yang terpadu.
Keragaman individual siswa tetap menjadi acuan bagi guru dalam melaksanakan proses pembejaran. Satu hal yang dapat dilakukan untuk mengakomodasi hal tersebut adalah mencoba memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan Pola dasar interaksi guru-siswa di sekolah terwujud dalam bentuk guru merespon kebutuhan siswa dalam suasana hangat dan menumbuhkan kesan akan pemahaman orang dewasa terhadap anak Evaluasi terhadap hasil belajar anak dilakukan dengan cara tes dan pengamatan.

     2.2  Peranan Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Pendidikan adalah suatu yang telah diperoleh. Pengertian tersebut adalah dari cara pandang guru yang memandang pendidikan sebagai kata benda Inkuiri reflektif dalam proses pembelajaran mengandung makna di dalam proses pembelajaran telah terjadi proses sintetis dan analitis .Proses pembelajaran memiliki fungsi yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik yaitu:
1)      Pengembangan.
2)      Peragaman.
3)      Integrasi.
Analisis kurikulum bagi seorang guru berarti merumuskan rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna sesuai dengan perkembangan pserta didik
Siswa akan menunjukkan respon positif terhadap tugas-tugas yang diberikan guru selama proses pembelajaran. Rumus tujuan pembelajaran itu merupakan contoh tujuan efektif Dalam proses pembelajaran, guru memberikan ilustrasi tentang pentingnya materi yang akan dipelajari untuk kehidupan siswa dimasa yang akan datang. Kegiatan itu dilakukan  pada waktu membuka proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak mengajukan pertanyaan kepada kelas dan menunggu siswa yang mengacungkan tangan untuk menjawab. Guru melakukan evaluasi formatif dengan cara memberikan latihan diantara penjelasan materi pada setiap pertemuan pembelajaran.
      2.3  Peranan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran
Seorang guru dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran jika terjadi perubahan perilaku pada peserta didik akibat dari kegiatan tersebut.  Dampak instruksional dan dampak pengiring bersifat terpadu Manajemen kelas merupakan proses penanaman disiplin pada siswa. Cara pandang itu adalah pendekatan otoriter Jika guru memberikan kebebasan pada peserta didik untuk belajar dan melakukan semua yang mereka kehendaki maka guru tersebut menggunakan pendekatan permisif
Pendekatan optimal adalah proses pengembangan lingkungan belajar yang dikehendaki dan menekankan sekecil mungkin pembatasan-pembatasan
Keuntungan yang diperoleh guru dan peserta didik, jika belajar dalam kelompok kecil maka:
1)      Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
2)      Peserta didik merasa bertanggungjawab
3)      Guru dapat memantau pekerjaan peserta didik secara langsung
Peran guru dalam Pembelajaran mencakup:
1)      Guru Sebagai Demonstrasor, melalui perannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya nantiasa mengembangkan dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya kerena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
2)      Guru Sebagai Pengelola Kelas, dalam perannya sebagai pengelola kelas (Learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Lingkungan yang baik ialah yan bersifat menantang dan merangsang siswa unuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diarapkan.
3)      Guru Sebagai Mediator , sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
4)      Guru Sebagai Fasilitator, sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang beguna serta dapat menujang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa nara sumber, buku, teks, majalah ataupun surat kabar.
5)      Guru Sebagai Evaluator, untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar dikatakan berhasil dan guru mampu mengoreksi selama proses belajar mengajar yang masih perlu untuk diperbaiki atau dipertahankan.
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. 
Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.
2.4   Peran Guru dalam Evaluasi pembelajaran
Evaluasi proses pembelajaran merupakan tahap yang perlu dilakukan oleh guru untuk menentukan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini sering disebut juga sebagai refleksi proses pembelajaran, karena kita akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar proses dinyatakan bahwa evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:
1)      Membandingkan poses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.
2)      Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.


Ø  EVALUASI DIRI
Evalusi proses pembelajaran dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan secara mandiri. Guru dapat menuangkan evaluasi yang telah dilakukannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Guru dapat mengisi jurnal ini pada setiap pelajaran yang telah diberikan/ diajarkan atau selama guru tersebut melaksanakan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru Jurnal merekam renungan dan refleksi dari pikiran, seperti:
v  Apa yang saya ajarkan hari ini?
v  Apa yang masih membingunkan bagi siswa?
v  Apakah siswa saya dapat menerima materi yang saya ajarkan?
v  Apakah saya telah membelajarkan siswa?
v  Bagaimana saya memperbaiki tehnik pembelajaran?
v  Apakah tujuan pembelajaran dapat/sudah tercapai dll?
Ø  Evaluasi Kolaboratif
Guru dapat melakukan evaluasi proses pembelajaran secara kolaboratif. Kolaborasi dapat dilakukan dengan rekan guru atau siswa.
Ø  Dokumentasi Proses Pembelajaran
Dalam evaluasi proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan juga adalah mendokumentasikan berbagai hal yang menyangkut proses pembelajaran. Hal-hal yang perlu didokumentasikan adalah:
1)      dokumen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
2)      dokumen hasil diskusi, kliping, laporan hasil analis terhadap suatu masalah yang menunjukkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
3)      dokumen pemanfaatan berbagai fasilitas yang menunjukkan difungsikannya sumber-sumber belajar.
4)      dokumen yang menunjukkan adanya kegiatan mengunjungi perpustakaan, mengakses internet, kelompok ilmiah remaja, kelompok belajar bahasa asing (bahasa inggris, bahasa arab, bahasa jepang, bahasa mandarin, bahasa perancis, dan lain-lain), mengunjungi sumber belajar di luar lingkungan sekolah (museum, kebun raya, pusat industri, dan lain-lain) yang menunjukkan adanya program pembiasaan mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.
5)      dokumen pemanfaatan lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas seperti kebun untuk praktek biologi, daur ulang sampah, kunjungan ke laboratorium alam, dan sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
6)      dokumen kegiatan pekan bahasa, seni dan budaya, pentas seni, pameran lukisan, teater, latihan tari, latihan musik, ketrampilan membuat barang seni, karya teknologi tepat guna dan lain sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
7)      dokumen kegiatan megunjungi pameran lukisan, konser musik, pagelaran tari, musik, drama, dan sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
8)      dokumen kegiatan mengikuti pertandingan antar kelas, tingkat kabupaten / propinsi / nasional yang menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif.
9)      dokumen pembiasaan dan pengamalan ajaran agama seperti aktivitas ibadah bersama, peringatan hari-hari besar agama, membantu warga sekolah yang memerlukan.
10)  dokumen penugasan latihan ketrampilan menulis siswa, seperti: hasil portofolio, buletin siswa, majalah dinding, laporan penulisan karya tulis, laporan kunjungan lapangan, dan lain-lain
11)  dokumen laporan kepengawasan proses pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah.
Proses evaluasi mendapat informasi, mempertimbangkan dan dan membuat keputusan Jika guru ingin mendapatkan informasi tentang pendapat dan perasaan siswa tentang proses pembelajaran yang sedang berlangsung, maka teknik yang tepat adalah inkuiri Teknik pengumpulan informasi yang paling obyektif adalah testing.
Untuk mengumpulkan informasi tentang pendapat, perasaan, dan minat siswa, instrument yang paling tepat digunakan adalah koesioner Untuk memperoleh informasi tentang cara siswa mengemukakan suatu pendapat dan cara menganalisisnya, guru sebaiknya membuat ragam soal uraian Tujuan evaluasi formatif adalah menilai keberhasilan proses mengajar






BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diulaskan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Peran Guru dalam Memahami Siswa sebagai dasar Pembelajaran Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis mengikuti tahap tertentu di mana guru dapat mengetahui  Proses perkembangan siswa mencakup: Proses biologis, proses kognitif, dan Proses sosial.
2.      Berkaitan dengan peranan guru dalam pengembangan rancangan pembelajaran, guru memberikan ilustrasi tentang pentingnya   materi yang akan dipelajari untuk kehidupan siswa di masa yang akan datang, hal tersebut dilakukan agar menjadikan proses pembelajaran yang diciptakan oleh guru lebih bermakna dan bernilai.
3.      Seorang guru dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran jika terjadi perubahan perilaku pada peserta didik akibat dari kegiatan tersebut.  Dampak instruksional dan dampak pengiring bersifat terpadu Manajemen kelas merupakan proses penanaman disiplin pada siswa.
4.      Evaluasi proses pembelajaran merupakan tahap yang perlu dilakukan oleh guru untuk menentukan kualitas pembelajaran. evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar