Riwayat
Perintis matematika dan filsafat Yunani adalah Thales. Lahir dan meninggal di kota kecil Miletus yang terletak di pantai barat Asia Kecil, sebuah kota yang menjadi pusat perdagangan. Kapal-kapal pedagang dengan mudah berlayar ke Nil di Mesir, sedangkan karavan melakukan perjalanan lewat darat menuju kota di Babylon. Pendudulk Militus suka melakukan kontak dagang dengan kota-kota di Yunani dan warga Phoenisia. Di kota ini juga merupakan tempat pertemuan [dunia] Timur dan Barat, dan tempat lahirnya Thales.
Awalnya, Thales adalah seorang pedagang, profesi yang membuatnya sering melakukan perjalanan. Dalam suatu kesempatan berdagang ke Mesir dan Babilonia (pada maka pemerintahan Nebukadnesar), dalam waktu senggangnya, Thales mempelajari astronomi dan geometri. Hal ini dipicu ketertarikannya bahwa dengan menggunakan ‘alat-alat’ tersebut, mereka dapat memprediksi gerhana matahari setiap tahunnya.
Theorema Thales
Thales mengemukakan proposisi yang dikenal dengan theorema Thales, yaitu:
1. Lingkaran dibagi dua oleh garis yang melalui pusatnya yang disebut dengan diameter.
2. Besarnya sudut-sudut alas segitiga sama kali adalah sama besar.
3. Sudut-sudut vertikal yang terbentuk dari dua garis sejajar yang dipotong oleh sebuah garis lurus menyilang, sama besarnya.
4. Apabila sepasang sisinya, sepasang sudut yang terletak pada sisi itu dan sepasang sudut yang terletak dihadapan sisi itu sama besarnya, maka kedua segitiga itu dikatakan sama sebangun.
5. Segitiga dengan alas diketahui dan sudut tertentu dapat digunakan untuk mengukur jarak kapal.
Tidak ada catatan lebih jauh tentang prestasi Thales yang dapat disimak karena tidak ada bukti-bukti akurat. Bukti dicoba dicari lewat catatan dari para muridnya seperti: Aristoteles dan Eudemus dari Rhodes (± 320 SM), yang kurun waktunya relatif terlalu lama. Catatan Eudemus menyebutkan bahwa Thales adalah orang yang ‘mengubah geometri menjadi bentuk formal yang dapat dipelajari oleh semua orang’ karena mendasarkan diri pada prinsip-prinsip dan melakukan investigasi terhadap theorema-theorema dengan sudat pandang seorang intelektual. Thales berbicara tentang garis, lingkaran dan bentuk-bentuk lainnya dengan cara membayangkan (abstrak). Garis bukan hanya susutatu yang dapat digurat dan dilihat di atas pasir, tapi merupakan obyek yang terpeta pada imajinasi kita. Artinya secara abstrak bahwa suatu garis lurus atau lingkaran bulat berada dalam mental kita.
Matematikawan serba bisa
Aktivitas Thales lebih dikenal – dari berbagai sumber terpisah, sebagai matematikawan terapan. Mengukur tinggi piramida dengan mengukur tinggi bayangan dengan menggunakan tongkat, memprediksi gerhana matahari, menentukan setahun adalah 360 hari (sudah dikenal lama oleh bangsa Mesir) maupun jarak kapal di laut dengan lewat cara proporsi/memadankan bentuk segitiga adalah catatan “kehebatan” Thales. Gerhana matahari disebutkannya akan terjadi pada tanggal 28 Mei atau 30 September pada tahun 609 SM. Catatan yang ada menyebutkan bahwa gerhana matahari terjadi setiap kurun waktu 18 tahun 11 hari. Ketepatan prediksi ini membuat namanya sangat terkenal dan diabadikan sebagai salah satu dari tujuh orang bijak (sage) yang terdapat pada hikayat Yunani
Naluri pedagang yang ada pada dirinya, dimana diketahui Thales “memeras” buah zaitun (olive) untuk dijadikan minyak ketika panen melimpah dan akhirnya memberikan keuntungan berlimpah, menjadi pedagang garam sama seperti komentar tentang dirinya sebagai pengamat bintang, penentang hidup selibat bahkan sebagai negarawan yang mempunyai visi jauh ke depan. Tulisan Thales dalam bidang astronomi lebih dikenal daripada karyanya dalam bidang geometri.
Ketenaran ini membuat dirinya mempunyai banyak murid. Anaximander, Anaximenes, Mamercus dan Mandryatus adalah nama dari beberapa muridnya, namun yang sangat terkenal adalah nama yang disebutkan pertama. Anaximander (611 – 545 SM), sukses menggantikan posisi Thales di Miletus.
Sebuah kisah
Thales hidup dalam masa kerajaan yang saling serang untuk memperluas wilayahnya. Keahlian Thales dalam bidang rekayasa diuji pada masa perang ini. Raja Croesus, yang mengagumi Thales, ingin menyerang negara tetangga dan para prajurit harus menyeberangi sungai Halys. Kerajaan Croesus diperkirakan ada di Mesopotamia atau Mesir.
Belum ada jembatan ponton pada masa itu dan tidak ada waktu membangun jembatan permanen.Croesus menyuruh Thales sebagai seorang filsuf sekaligus matematikawan untuk memecahkan problem ini. Di bawah pengarahan Thales dibuatlah kanal untuk mengalihkan aliran sungai untuk sementara. Begitu para prajurit menyeberang dan sukses merebut negara tetangga, kanar kembali ditutup dan aliran sungai kembali seperti semula.
Namun dalam perang tidak ada yang menang selamanya. Raja Cyrus dari Persia akhirnya dapat menangkap dan menawan penerus kerajaan Croesus, Lydia, dalam sebuah pertempuran. Bagaimana akhir atau keruntuhan kerajaan itu sendiri tidak pernah diketahui.
Sebuah Anekdot
Diperkirakan Olimpiade mulai diselenggarakan pada tahun 776 SM, dimana ketika itu sastra Yunani sedang berkembang pesat. Homer dan Hesoid, seperti diketahui, berkarya pada masa-masa ini.
Dalam suatu malam Thales terlalu asyik memandangi bintang-bintang di langit sambil berjalan. Tidak menyadari bahwa di depan terdapat parit, Thales terjatuh ke dalam parit. Seorang nenek yang melihat berkata, “ Bagaimana kamu dapat menjelaskan apa yang terdapat di langit, sedangkan parit yang ada didepanmu saja tidak terlihat?”
Sumbangsih
Barangkali dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan theorema atau proposisi, dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakkan oleh Thales, sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan adalah sesuatu yang sakral, selain memanfaatkan imajinasi.
Sabtu, 30 Oktober 2010
PHYTAGORAS
A. Sejarah Hidup
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Dalam tradisi Yunani, diceritakan bahwa ia banyak melakukan perjalanan, diantaranya ke Mesir. Perjalanan Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya untuk berguru, menimba ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon, karena kecerdasannya yang luar biasa, para imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Disini ia belajar berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, pada para Magi untuk belajar ritus-ritus mistik, dan dalam perjumpaannya dengan Zarathustra, ia belajar teori perlawanan.
Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan. Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”
Kaum phytagorean sangat berjasa dalam meneruskan pemikiran-pemikiran Phytagoras. Semboyan mereka yang terkenal adalah “authos epha, ipse dixit” (dia sendiri yang telah mengatakan demikian).2 Kaum ini diorganisir menurut aturan-aturan hidup bersama, dan setiap orang wajib menaatinya. Mereka menganggap filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai jalan hidup, sarana supaya setiap orang menjadi tahir, sehingga luput dari perpindahan jiwa terus-menerus diantara pengikut-pengikut Phytagoras di kemudian hari berkembang dua aliran. Yang pertama disebut akusmatikoi (akusma = apa yang telah didengar; peraturan): mereka mengindahkan penyucian dengan menaati semua peraturan secara seksama. Yang kedua disebut mathematikoi (mathesis = ilmu pengetahuan): mereka mengutamakan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti.
Para pengikut Pythagoras menyatakan bahwa guru mereka meninggal dengan cara yang unik. Beberapa dari mereka menyatakan Pythagoras mogok makan, sebagian lagi menyatakan bahwa dia mengurung dan berdiam diri. Cerita lain menyatakan bahwa konon rumahnya dibakar oleh para musuhnya (mereka yang merasa tersingkirkan oleh kehadiran Pythagoras di tempat itu). Semua pengikutnya ke luar dari rumah terbakar dan lagi ke segala penjuru untuk menyelamatkan diri. Massa yang membakar rumah itu kemudian membantai para pengikutnya (pythagorean) satu per satu. Persaudaraan sudah dihancurkan. Pythagoras sendiri berusaha melarikan diri tetapi tertangkap dan dipukuli. Dia disuruh berlari di suatu ladang, namun mengatakan bahwa dia lebih baik mati. Kemudian diambil keputusan bersama dan diputuskan: Pythagoras dihukum pancung di muka umum.
B. Sejarah Penemuan Konsep
Kita mengenal kata Pythagoras pada umumnya berkaiatan dengan Dalil Geometri yang menyatakan bahwa luas persegi pada sisi miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kedua persegi sisi siku-sikunya. Atau dengan mudah dikatakan ’Kuadrat sisi miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi siku-sikunya”. Dalam sejarah, Pythagoras disebut sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa dalil itu benar. Dalil itu sendiri sudah ada sekitar 200 tahun sebelumnya di kalangan bangsa Sumerian. Bangsa ini tinggal di daerah antara sungai Eufrat dan sungai Trigis. Daerah itu sekarang dikenal sebagai negara Irak. Sesungguhnya, belum ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Pythagoraslah yang membuktikan kebenaran dalil itu kecuali dalam buku Euclides yang menyebutkan bukti itu berasal dari masa hidup Pythagoras. Sepuluh buku Euclides itu hingga kini masih tersimpan. Buku ini mengupas masalah geometri dengan sederhana dan tuntas. Euclides berpendapat bahwa sesuatu yang dianggap benar harus dibuktikan dengan penalaran yang logis. Buku-bukunya berisi bukti-bukti kebenaran geometri. (Sebagai catatan, ada keraguan apakah Euclides itu nama seseorang atau sesungguhnya nama sebuah kelompok matematikawan yang hidup sekitar 2300 tahun lalu di daerah Mesir).
Pythagoras juga mengemukakan beberapa prinsip lain yang saling berlawanan, seperti gerak dan diam, terang dan gelap, lurus dan bengkok, baik dan jahat, laki-laki dan perempuan, kanan dan kiri, bujur sangkar dan empat persegi panjang. Pythagoras percaya bahwa seluruh fenomena alam dapat dijelaskan melalui istilah yang terdapat pada bilangan yang saling berkaitan. Dengan kata lain, bilangan ditempatkan sebagai penanda alam atau simbol. Bilangan enam misalnya, selain dianggap bilangan sempurna, juga dianggap memiliki nilai mistis.
.Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa , hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
C. Sejarah Pengembangan konsep
Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam. Pada dasarnya kaum Phytagorean menganggap bahwa pandangan Anaximandros tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To Apeiron melepaskan unsur-unsur berlawanan agar terjadi keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.
Meskipun pemikiran filsafat bilangan Pythagoras ini kurang memuaskan dalam memberi penjelasan letak kesalinghubungan antar bilangan yang menjadi penanda alam dengan realitas alam itu sendiri, namun pengaruh pemikiran bilangan sebagai simbol yang dihubungkan dengan fenomena alam, khususnya untuk studi metafisika dan hermeneutika (studi tentang teks kitab suci) memiliki pengaruh yang kuat hingga saat ini. Pengaruh ini dapat dijumpai misalnya, dalam dunia kosmologi yang dalam studi mutakhir memperkirakan bahwa bentuk geometri alam semesta berasal dari konstruksi bilangan enam. Penjelasan yang paling mutakhir mengenai bentuk geometri kosmos dapat dijumpai pada karya Von Martin Rees, dalam bukunya Just Six Numbers: The Deep Forces That Shape the Universe yang diluncurkan pada bulan Mei 2001. Filsafat bilangan Pythagoras pada awal perkembangannya tampak masih steril atau tidak memiliki pengaruh yang berarti bagi usaha menjelaskan fenomena alam. Namun keyakinan Pythagoras tentang kedudukan matematika sebagai pintu utama untuk membedah rahasia alam banyak mendapat dukungan. Selain sebagai penggagas filsafat bilangan, Pythagoras juga dikenal baik sebagai penemu hukum geometri atau teorema yang berguna untuk menentukan panjang sisi miring dalam segitiga. Panjang sisi miring (hipotenusa) pada segitiga siku-siku menurut teorema Pythagoras ditentukan oleh perhitungan akar dari penjumlahan hasil kuadrat dari kedua sisi yang lain. Teorema yang sederhana ini berlaku umum dan menjadi dasar perkembangan geometri Non-Euclid. Teorema Pythagoras ini juga menjadi inspirasi awal baik bagi Einstein dalam menyusun teori relativitas umum maupun bagi seluruh fisika modern yang mencoba menyusun teori terpadu melalui manifestasi ruang-waktu geometri Pemikiran Pythagoras lainnya yang tidak bisa dilupakan adalah gagasan mengenai jagat raya bersifat harmoni (cosmos} atau tidak kacau (chaos}. Dalam hal keharmonisan alam, mazhab Pythagorean merujuk pada teorinya bahwa keharmonisan alam memiliki kesesuaian dengan harmoni pada musik. Menurut Pythagoras, harmoni suara musik ditentukan oleh pengaturan interval dari panjang pendeknya senar. Konsep keharmonisan suara, musik ini kemudian dijadikan prinsip umum untuk menjelaskan gagasan tentang keharmonisan jagat raya dan semua gerakan planet menyuarakan suara harmoni yang mewakili perbedaan notasi musik. Teori ini kemudian disebut harmony of the spheres.
Penemuan Pythagoras dalam bidang musik dan matematika tetap hidup sampai saat ini. Theorema Pythagoras tetap diajarkan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk menghitung jarak suatu sisi segitiga. Sebelum Pythagoras belum ada pembuktian atas asumsi-asumsi. Pythagoras adalah orang pertama yang mencetuskan bahwa aksioma-aksioma, postulat-postulat perlu dijabarkan terlebih dahulu dalam mengembangkan geometri.
Manfaat ini, kelak, membuat matematika tetap dapat digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan perhitungan terhadap pengamatan terhadap fenomena-fenomena alam, setelah melalui pengembangan dan penyempurnaan oleh para matematikawan setelah Pythagoras. Theorema Pythagoras mendasari adanya theorema Fermat (tahun 1620): xn + yn = zn yang baru dapat dibuktikan oleh Sir Andrew Wiles pada tahun 1994.
Cacat pada doktrin Pythagorean Angka nol tidak mendapat tempat dalam kerangka kerja Pythagorean. Angka nol tidak ada atau tidak dikenal dalam kamus Yunani. Menggunakan angka nol dalam suatu nisbah tampaknya melanggar hukum alam. Suatu nisbah menjadi tidak ada artinya karena “campur tangan” angka nol. Angka nol dibagi suatu angka atau bilangan dapat menghancurkan logika. Nol membuat “lubang” pada kaidah alam semesta versi Pythagorean, untuk alasan inilah kehadiran angka nol tidak dapat ditolerir. Pythagorean juga tidak dapat memecahkan “problem” dari konsep matematika – bilangan irrasional, yang sebenarnya juga merupakan produk sampingan (by product) rumus: a² + b² = c². Konsep ini juga menyerang sudut pandang mereka.
D. Aplikasi Konsep
Banyak cabang dalam ilmu matematika, salah satunya adalah bidang geometri. Adapun kegunaan ilmu geometri yaitu dalam rancang bangun, pengukuran suatu ketinggian, dan aplikasi yang lain.
Teorema phytagoras merupakan dasar pengembangan ilmu geometri. Teorema ini ditemukan oleh seorang matematikawan yang bernama Pythagoras. Dalam berbagai rancang bangunan tidak lepas dari Teorema ini.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
Menurut saya kedepanya teorema phytagoras perlu dikembangkan untuk tinjauan segita yang sedang bergerak melebihi kecepatan cahaya, sehingga ada tinjauan teorema phytagoras ini secara relativistik. Dengan demikian akan diperoleh cabang ilmu geometri baru yaitu untuk bangun ruang yang bergerak dalam kecapatan cahaya, yang mungkin saja disebut geometri relativistik.
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Dalam tradisi Yunani, diceritakan bahwa ia banyak melakukan perjalanan, diantaranya ke Mesir. Perjalanan Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya untuk berguru, menimba ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon, karena kecerdasannya yang luar biasa, para imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Disini ia belajar berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, pada para Magi untuk belajar ritus-ritus mistik, dan dalam perjumpaannya dengan Zarathustra, ia belajar teori perlawanan.
Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan. Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”
Kaum phytagorean sangat berjasa dalam meneruskan pemikiran-pemikiran Phytagoras. Semboyan mereka yang terkenal adalah “authos epha, ipse dixit” (dia sendiri yang telah mengatakan demikian).2 Kaum ini diorganisir menurut aturan-aturan hidup bersama, dan setiap orang wajib menaatinya. Mereka menganggap filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai jalan hidup, sarana supaya setiap orang menjadi tahir, sehingga luput dari perpindahan jiwa terus-menerus diantara pengikut-pengikut Phytagoras di kemudian hari berkembang dua aliran. Yang pertama disebut akusmatikoi (akusma = apa yang telah didengar; peraturan): mereka mengindahkan penyucian dengan menaati semua peraturan secara seksama. Yang kedua disebut mathematikoi (mathesis = ilmu pengetahuan): mereka mengutamakan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti.
Para pengikut Pythagoras menyatakan bahwa guru mereka meninggal dengan cara yang unik. Beberapa dari mereka menyatakan Pythagoras mogok makan, sebagian lagi menyatakan bahwa dia mengurung dan berdiam diri. Cerita lain menyatakan bahwa konon rumahnya dibakar oleh para musuhnya (mereka yang merasa tersingkirkan oleh kehadiran Pythagoras di tempat itu). Semua pengikutnya ke luar dari rumah terbakar dan lagi ke segala penjuru untuk menyelamatkan diri. Massa yang membakar rumah itu kemudian membantai para pengikutnya (pythagorean) satu per satu. Persaudaraan sudah dihancurkan. Pythagoras sendiri berusaha melarikan diri tetapi tertangkap dan dipukuli. Dia disuruh berlari di suatu ladang, namun mengatakan bahwa dia lebih baik mati. Kemudian diambil keputusan bersama dan diputuskan: Pythagoras dihukum pancung di muka umum.
B. Sejarah Penemuan Konsep
Kita mengenal kata Pythagoras pada umumnya berkaiatan dengan Dalil Geometri yang menyatakan bahwa luas persegi pada sisi miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kedua persegi sisi siku-sikunya. Atau dengan mudah dikatakan ’Kuadrat sisi miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi siku-sikunya”. Dalam sejarah, Pythagoras disebut sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa dalil itu benar. Dalil itu sendiri sudah ada sekitar 200 tahun sebelumnya di kalangan bangsa Sumerian. Bangsa ini tinggal di daerah antara sungai Eufrat dan sungai Trigis. Daerah itu sekarang dikenal sebagai negara Irak. Sesungguhnya, belum ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Pythagoraslah yang membuktikan kebenaran dalil itu kecuali dalam buku Euclides yang menyebutkan bukti itu berasal dari masa hidup Pythagoras. Sepuluh buku Euclides itu hingga kini masih tersimpan. Buku ini mengupas masalah geometri dengan sederhana dan tuntas. Euclides berpendapat bahwa sesuatu yang dianggap benar harus dibuktikan dengan penalaran yang logis. Buku-bukunya berisi bukti-bukti kebenaran geometri. (Sebagai catatan, ada keraguan apakah Euclides itu nama seseorang atau sesungguhnya nama sebuah kelompok matematikawan yang hidup sekitar 2300 tahun lalu di daerah Mesir).
Pythagoras juga mengemukakan beberapa prinsip lain yang saling berlawanan, seperti gerak dan diam, terang dan gelap, lurus dan bengkok, baik dan jahat, laki-laki dan perempuan, kanan dan kiri, bujur sangkar dan empat persegi panjang. Pythagoras percaya bahwa seluruh fenomena alam dapat dijelaskan melalui istilah yang terdapat pada bilangan yang saling berkaitan. Dengan kata lain, bilangan ditempatkan sebagai penanda alam atau simbol. Bilangan enam misalnya, selain dianggap bilangan sempurna, juga dianggap memiliki nilai mistis.
.Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa , hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
C. Sejarah Pengembangan konsep
Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam. Pada dasarnya kaum Phytagorean menganggap bahwa pandangan Anaximandros tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To Apeiron melepaskan unsur-unsur berlawanan agar terjadi keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.
Meskipun pemikiran filsafat bilangan Pythagoras ini kurang memuaskan dalam memberi penjelasan letak kesalinghubungan antar bilangan yang menjadi penanda alam dengan realitas alam itu sendiri, namun pengaruh pemikiran bilangan sebagai simbol yang dihubungkan dengan fenomena alam, khususnya untuk studi metafisika dan hermeneutika (studi tentang teks kitab suci) memiliki pengaruh yang kuat hingga saat ini. Pengaruh ini dapat dijumpai misalnya, dalam dunia kosmologi yang dalam studi mutakhir memperkirakan bahwa bentuk geometri alam semesta berasal dari konstruksi bilangan enam. Penjelasan yang paling mutakhir mengenai bentuk geometri kosmos dapat dijumpai pada karya Von Martin Rees, dalam bukunya Just Six Numbers: The Deep Forces That Shape the Universe yang diluncurkan pada bulan Mei 2001. Filsafat bilangan Pythagoras pada awal perkembangannya tampak masih steril atau tidak memiliki pengaruh yang berarti bagi usaha menjelaskan fenomena alam. Namun keyakinan Pythagoras tentang kedudukan matematika sebagai pintu utama untuk membedah rahasia alam banyak mendapat dukungan. Selain sebagai penggagas filsafat bilangan, Pythagoras juga dikenal baik sebagai penemu hukum geometri atau teorema yang berguna untuk menentukan panjang sisi miring dalam segitiga. Panjang sisi miring (hipotenusa) pada segitiga siku-siku menurut teorema Pythagoras ditentukan oleh perhitungan akar dari penjumlahan hasil kuadrat dari kedua sisi yang lain. Teorema yang sederhana ini berlaku umum dan menjadi dasar perkembangan geometri Non-Euclid. Teorema Pythagoras ini juga menjadi inspirasi awal baik bagi Einstein dalam menyusun teori relativitas umum maupun bagi seluruh fisika modern yang mencoba menyusun teori terpadu melalui manifestasi ruang-waktu geometri Pemikiran Pythagoras lainnya yang tidak bisa dilupakan adalah gagasan mengenai jagat raya bersifat harmoni (cosmos} atau tidak kacau (chaos}. Dalam hal keharmonisan alam, mazhab Pythagorean merujuk pada teorinya bahwa keharmonisan alam memiliki kesesuaian dengan harmoni pada musik. Menurut Pythagoras, harmoni suara musik ditentukan oleh pengaturan interval dari panjang pendeknya senar. Konsep keharmonisan suara, musik ini kemudian dijadikan prinsip umum untuk menjelaskan gagasan tentang keharmonisan jagat raya dan semua gerakan planet menyuarakan suara harmoni yang mewakili perbedaan notasi musik. Teori ini kemudian disebut harmony of the spheres.
Penemuan Pythagoras dalam bidang musik dan matematika tetap hidup sampai saat ini. Theorema Pythagoras tetap diajarkan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk menghitung jarak suatu sisi segitiga. Sebelum Pythagoras belum ada pembuktian atas asumsi-asumsi. Pythagoras adalah orang pertama yang mencetuskan bahwa aksioma-aksioma, postulat-postulat perlu dijabarkan terlebih dahulu dalam mengembangkan geometri.
Manfaat ini, kelak, membuat matematika tetap dapat digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan perhitungan terhadap pengamatan terhadap fenomena-fenomena alam, setelah melalui pengembangan dan penyempurnaan oleh para matematikawan setelah Pythagoras. Theorema Pythagoras mendasari adanya theorema Fermat (tahun 1620): xn + yn = zn yang baru dapat dibuktikan oleh Sir Andrew Wiles pada tahun 1994.
Cacat pada doktrin Pythagorean Angka nol tidak mendapat tempat dalam kerangka kerja Pythagorean. Angka nol tidak ada atau tidak dikenal dalam kamus Yunani. Menggunakan angka nol dalam suatu nisbah tampaknya melanggar hukum alam. Suatu nisbah menjadi tidak ada artinya karena “campur tangan” angka nol. Angka nol dibagi suatu angka atau bilangan dapat menghancurkan logika. Nol membuat “lubang” pada kaidah alam semesta versi Pythagorean, untuk alasan inilah kehadiran angka nol tidak dapat ditolerir. Pythagorean juga tidak dapat memecahkan “problem” dari konsep matematika – bilangan irrasional, yang sebenarnya juga merupakan produk sampingan (by product) rumus: a² + b² = c². Konsep ini juga menyerang sudut pandang mereka.
D. Aplikasi Konsep
Banyak cabang dalam ilmu matematika, salah satunya adalah bidang geometri. Adapun kegunaan ilmu geometri yaitu dalam rancang bangun, pengukuran suatu ketinggian, dan aplikasi yang lain.
Teorema phytagoras merupakan dasar pengembangan ilmu geometri. Teorema ini ditemukan oleh seorang matematikawan yang bernama Pythagoras. Dalam berbagai rancang bangunan tidak lepas dari Teorema ini.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
Menurut saya kedepanya teorema phytagoras perlu dikembangkan untuk tinjauan segita yang sedang bergerak melebihi kecepatan cahaya, sehingga ada tinjauan teorema phytagoras ini secara relativistik. Dengan demikian akan diperoleh cabang ilmu geometri baru yaitu untuk bangun ruang yang bergerak dalam kecapatan cahaya, yang mungkin saja disebut geometri relativistik.
MAKIS GUGLIEMO MARCONI
A. Sejarah Hidup
Makis Gugliemo Marconi dilahirkan pada tanggal 25 April 1874, dari seorang ibu yang berbangsa Irlandia dan seorang ayah yang berbangsa Italia, di sebuah kota kuno Italia, yaitu Bologna. Akan tetapi, ia dibesarkan di tanah pertanian ayahnya yang luas di daerah berbukit sekitar tujuh puluh kilo meter dari Bologna. Di sini, di rumah yang terkenal sebagai Villa Grivone, ia memulai apa yang disebutnya kerja seumur hidup.
Marconi anak yang sangat pemalu dan badannya tidak begitu kuat. Oleh karena itu, oleh orang tuanya ia disuruh tetap tinggal dirumah. Ia tidak pernah duduk di bangku sekolah. Orang tuanya mendatangkan guru ke rumahnya. Sesudah Marconi dapat membaca, ayahnya menyediakan semua buku ysang digemarinya. Kebetulan Marconi anak yang suka sekali membaca, lebih-lebih membaca buku tentang IPA. Semua buku di perpustakaan ayahnya habis dibacanya, sehingga ia cepat pandai. Ketika usianya belum genap sepuluh tahun, Marconi selalu tertarik pada bagaimana benda dapat bekerja sama dan bahkan sejak ia pertama kali bergulat dengan mainannya. Ia juga telah sering mencoba membuat sendiri alat-alat atau perkakas berdasarkan buku yang telah dibacanya.
Pendidikan dasar diperoleh seluruhnya di rumah, di Villa Grivone, di Leghorn dan di Florence, pengalaman pertama Gugliemo di sekolah formal Florence, pada usia dua belas tahun, tidak lebih baik. Sebagai anak yang suka menyendiri, Gugliemo disisihkan oleh kawan-kawannya, terlebih lagi karena gaya hidupnya yang agak asing, gaya hidup yang ditirunya dari ibu dan sepupu-sepupunya dari Inggris. Guru-guru menganggapnya anak bodoh dan tidak mungkin diajari dan sering dihukum karena prestasi belajarnya yang buruk.
Pada tahun 1887 Marconi gagal masuk Akademi Angkatan Laut Leghorn. Sebagai gantinya, ia masuk ke sekolah teknik Leghorn untuk belajar fisika dan kimia. Di sekolah teknik ini, Marconi ternyata masuk ke dunia yang akhirnya dapat menyita seluruh keingintahuannya dan mengasah olah pikirannya. Sekali lagi sebuah kekecewaan besar menghadangnya. Ketika tiba saatnya, Marconi ikut ujian masuk ke Universitas Bologna, ternyata ia gagal. Hanya sang ibu yang mengerti kesedihan yang dialami oleh Marconi.
Pada tahun 1894, Marconi memulai eksperimen radionya, dan pada tahun 1896 pada usia 22 tahun ia mendapat hak paten untuk penemuannya. Sehingga ia dijuluki sebagai bapak penemu radio telegraph (bukan penemu radio). Pada tanggal 16 Maret 1905 ia berusia 30 tahun dan menikahi Beatrice Orville Brien. Tahun 1909 Marconi dianugerahi penghargaan Nobel untuk ilmu fisika bersama Carl Ferdinand Braun dari Jerman. Tahun 1912, Marconi kehilangan sebuah matanya akibat kecelakaan lalu lintas. Tahun 1915, selama dan sesudah perang Dunia I, Marconi meluangkan waktunya untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik untuk tanah tumpah darahnya, Italia. Tahun 1919, Marconi turut dalam delegasi Italia untuk Konferensi Perdamaian Prancis. Pada tahun 1920-an siaran hiburan melalui radio dimulai. Pada tahun 1930, Marconi diangkat sebagai direktur ke dua Royal Italian Academy.
Makis Gugliemo Marconi meninggal pada tanggal 20 Juli 1937 pada usia 63 tahun, karena sakit keras yang dideritanya. Kabar tentang kematiannya disebarluaskan melalui radio ke seluruh dunia. Semua stasiun pemancar menghentikan acara mereka sejenak untuk mengheningkan cipta mengenang Bapak Sistem Komunikasi Tanpa Kawat.
B. Konsep yang Ditemukan
Pada umur 12 tahun Marconi mulai melakukan eksperimen dengan kawat dan baterai. Pada umur 16 tahun ia mendapat bimbingan dari Profesor Rosa dan Profesor Righi dari Universitas Bologna. Pada waktu itu sudah ada telegraph dan telepon. Tapi ke dua pesawat itu masih membutuhkan kawat. Kawat tidak dapat mencapai kapal di tengah Samudera. Marconi bermaksud menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan berita tanpa kawat. Pada tahun 1894 pada umur 20 tahun kebetulan ia membaca sebuah majalah tentang listrik. Majalah itu memuat sebuah artikel tentang eksperimen Hertz. Hertz adalah ahli fisika Jerman yang pertama kali menemukan gelombang radio. Dengan informasi gelombang radio milik Hertz, Marconi lalu bekerja keras selama satu tahun, untuk membuat pesawat komunikasi tanpa kabel dan pada umur 21 tahun pesawat komunikasi tersebut selesai. Pada umur 22 tahun ia memperoleh hak paten atas penemuannya mengenai sistem komunikasi tanpa kabel yang disebut sebagai telegraph. Pada tahun 1897 ia mendirikan perusahaan telegraph tanpa kawat. Sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Sistem Komuniksi tanpa Kawat.
C. Pengembangan Konsep
Pengembangan konsep yang ditemukan oleh Makis Gugliemo Marcconi untuk sekarang ini dapat pula kita lihat dari berbagai bidang, antara lain bidang komunikasi dan informasi, bidang kelautan dan perairan, bidang antariksa, dan bidang kemiliteran serta bidang pendidikan. Pada bidang komunikasi sekarang ini dengan diciptakan Hand Phone, maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar walaupun jarak antara orang yang satu dengan yang lain sangat jauh. Begitu pula pada bidang informasi dengan adanya internet, maka dapat mengetahui dan menerima informasi dari seluruh penjuru dunia. Pada bidang kelautan dan peraiaran dengan menggunakan sistem gelombang radar maka dapat menentukan kedalaman laut yang akan diukur. Pada bidang antariksa dengan menggunakan gelombang radar dan elektromagnetik, kita dapat mengetahui jarak antar planet pada sistem tata surya. Sedangkan pada bidang kemiliteran, dengan menggunakan gelombang radar atau gelombang elektromagnetik dapat mengetahui keberadaan musuh atau lawan, serta benda-benda yang membahayakan seperti bom, granat, dan lain-lain. Kemudian pada bidang pendidikan, dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), sehingga Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di universitas.
D. Aplikasi Konsep
Aplikasi konsep yang ditemukan oleh Makis Gugliemo Marconi sangat banyak diterapkan sekarang ini berupa pembuatan kabel untuk telepon rumah dan pengiriman serta penerima berita yang menggunakan gelombang radio pada dunia telekomunikasi dan informasi. Selai itu pala, dengan dibuatnya antenna, kita juga dapat menerima dan mengirim informasi melalui media elektronik berupa televisi, telepon, serta pengiriman berita dengan menggunakan telegraph.
Penerapan konsep juga dapat kita temukan pada berbagai peralatan kapal laut, dimana dengan menggunakan gelombang radar kita dapat mengirim informasi tentang keadaan dan posisi di mana kapal berada. Pada pesawat udara digunakan pula gelombang radar untuk mengirim dan menerima informasi serta mendeteksi keberadaan tempat di daratan atau di lautan.
E. Pengembangan Konsep Masa Depan
Dari konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi serta pengembangannya sekarang ini, maka suatu saat nanti dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) kita bisa menemukan alat komunikasi tanpa menggunakan gelombang elektromagnetik atau radar, tetapi menggunakan gelombang cahaya dengan kecepatan mengakses informasi sama dengan kecepatan cahaya. Selain itu, kita juga dapat menemukan alat komunikasi berupa Hand Phone tanpa menggunakan pulsa, tetapi menggunkan energi dari sinar ultraviolet.
F. Soal dan Jawabannya
Adapun soal yang berkaitan dengan materi (sejarahwan fisika) di atas adalah sebagai berikut:
1. Dimana dan pada tanggal berapakah Makis Gugliemo Marconi dilahirkan?
2. Apa yang meyebabkan Makis Gugliemo Marconi meninggal dunia? Dan mengapa pada saat ia meninggal dunia semua stasiun pemancar berhenti melakukan aktivitas?
3. Konsep apakah yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi? Dan bagaimana sejarah singkat penemuan konsepnya?
4. Jelaskan secara singkat penerapan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi dalam kehidupan sehari-hari untuk sekarang ini !
5. Uraikan secara singkat pengembangan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi untuk sekarang ini dalam bidang komunikasi dan informasi, bidang kelautan dan perairan, dan dalam bidang antariksa !
Adapun jawaban soal di atas adalah sebagai berikut:
1. Makis Gugliemo Marconi dilahirkan di sebuah kota kuno Italia yaitu Bologna pada tanggal 25 April 1874.
2. Yang meyebabkan Makis Gugliemo Marconi meninggal dunia adalah penyakit keras yang dideritanya. Karena untuk mengheningkan cipta mengenang Bapak Sistem Komunikasi Tanpa Kawat.
3. Konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi adalah sistem komunikasi tanpa kabel yang disebut sebagai telegraph dengan menggunkan gelombang radio. Sejarah singkat penemuan konsepnya adalah pada tahun 1894 pada umur 20 tahun kebetulan ia membaca sebuah majalah tentang listrik. Majalah itu memuat sebuah artikel tentang eksperimen Hertz. Hertz adalah ahli fisika Jerman yang pertama kali menemukan gelombang radio. Dengan informasi gelombang radio milik Hertz, Marconi lalu bekerja keras selama satu tahun, untuk membuat pesawat komunikasi tanpa kabel dan pada umur 21 tahun pesawat komunikasi tersebut selesai.
4. Penerapan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi dalam kehidupan sehari-hari untuk sekarang ini adalah berupa pembuatan kabel untuk telepon rumah dan pengiriman serta penerima berita yang menggunakan gelombang radio pada dunia telekomunikasi dan informasi. Selai itu pala, dengan dibuatnya antenna, kita juga dapat menerima dan mengirim informasi melalui media elektronik berupa televisi, telepon, serta pengiriman berita dengan menggunakan telegraph. Kemudian digunakan pula pada kapal laut dan pesawat.
5. Pengembangan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi untuk sekarang ini adalah pada bidang komunikasi sekarang ini dengan diciptakan Hand Phone, maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar. begitu pula pada bidang informasi dengan adanya internet, maka dapat mengetahui dan menerima informasi dari seluruh penjuru dunia dan pada bidang kelautan dan peraiaran dengan menggunakan sistem gelombang radar maka dapat menentukan kedalaman laut yang akan diukur.
Makis Gugliemo Marconi dilahirkan pada tanggal 25 April 1874, dari seorang ibu yang berbangsa Irlandia dan seorang ayah yang berbangsa Italia, di sebuah kota kuno Italia, yaitu Bologna. Akan tetapi, ia dibesarkan di tanah pertanian ayahnya yang luas di daerah berbukit sekitar tujuh puluh kilo meter dari Bologna. Di sini, di rumah yang terkenal sebagai Villa Grivone, ia memulai apa yang disebutnya kerja seumur hidup.
Marconi anak yang sangat pemalu dan badannya tidak begitu kuat. Oleh karena itu, oleh orang tuanya ia disuruh tetap tinggal dirumah. Ia tidak pernah duduk di bangku sekolah. Orang tuanya mendatangkan guru ke rumahnya. Sesudah Marconi dapat membaca, ayahnya menyediakan semua buku ysang digemarinya. Kebetulan Marconi anak yang suka sekali membaca, lebih-lebih membaca buku tentang IPA. Semua buku di perpustakaan ayahnya habis dibacanya, sehingga ia cepat pandai. Ketika usianya belum genap sepuluh tahun, Marconi selalu tertarik pada bagaimana benda dapat bekerja sama dan bahkan sejak ia pertama kali bergulat dengan mainannya. Ia juga telah sering mencoba membuat sendiri alat-alat atau perkakas berdasarkan buku yang telah dibacanya.
Pendidikan dasar diperoleh seluruhnya di rumah, di Villa Grivone, di Leghorn dan di Florence, pengalaman pertama Gugliemo di sekolah formal Florence, pada usia dua belas tahun, tidak lebih baik. Sebagai anak yang suka menyendiri, Gugliemo disisihkan oleh kawan-kawannya, terlebih lagi karena gaya hidupnya yang agak asing, gaya hidup yang ditirunya dari ibu dan sepupu-sepupunya dari Inggris. Guru-guru menganggapnya anak bodoh dan tidak mungkin diajari dan sering dihukum karena prestasi belajarnya yang buruk.
Pada tahun 1887 Marconi gagal masuk Akademi Angkatan Laut Leghorn. Sebagai gantinya, ia masuk ke sekolah teknik Leghorn untuk belajar fisika dan kimia. Di sekolah teknik ini, Marconi ternyata masuk ke dunia yang akhirnya dapat menyita seluruh keingintahuannya dan mengasah olah pikirannya. Sekali lagi sebuah kekecewaan besar menghadangnya. Ketika tiba saatnya, Marconi ikut ujian masuk ke Universitas Bologna, ternyata ia gagal. Hanya sang ibu yang mengerti kesedihan yang dialami oleh Marconi.
Pada tahun 1894, Marconi memulai eksperimen radionya, dan pada tahun 1896 pada usia 22 tahun ia mendapat hak paten untuk penemuannya. Sehingga ia dijuluki sebagai bapak penemu radio telegraph (bukan penemu radio). Pada tanggal 16 Maret 1905 ia berusia 30 tahun dan menikahi Beatrice Orville Brien. Tahun 1909 Marconi dianugerahi penghargaan Nobel untuk ilmu fisika bersama Carl Ferdinand Braun dari Jerman. Tahun 1912, Marconi kehilangan sebuah matanya akibat kecelakaan lalu lintas. Tahun 1915, selama dan sesudah perang Dunia I, Marconi meluangkan waktunya untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik untuk tanah tumpah darahnya, Italia. Tahun 1919, Marconi turut dalam delegasi Italia untuk Konferensi Perdamaian Prancis. Pada tahun 1920-an siaran hiburan melalui radio dimulai. Pada tahun 1930, Marconi diangkat sebagai direktur ke dua Royal Italian Academy.
Makis Gugliemo Marconi meninggal pada tanggal 20 Juli 1937 pada usia 63 tahun, karena sakit keras yang dideritanya. Kabar tentang kematiannya disebarluaskan melalui radio ke seluruh dunia. Semua stasiun pemancar menghentikan acara mereka sejenak untuk mengheningkan cipta mengenang Bapak Sistem Komunikasi Tanpa Kawat.
B. Konsep yang Ditemukan
Pada umur 12 tahun Marconi mulai melakukan eksperimen dengan kawat dan baterai. Pada umur 16 tahun ia mendapat bimbingan dari Profesor Rosa dan Profesor Righi dari Universitas Bologna. Pada waktu itu sudah ada telegraph dan telepon. Tapi ke dua pesawat itu masih membutuhkan kawat. Kawat tidak dapat mencapai kapal di tengah Samudera. Marconi bermaksud menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan berita tanpa kawat. Pada tahun 1894 pada umur 20 tahun kebetulan ia membaca sebuah majalah tentang listrik. Majalah itu memuat sebuah artikel tentang eksperimen Hertz. Hertz adalah ahli fisika Jerman yang pertama kali menemukan gelombang radio. Dengan informasi gelombang radio milik Hertz, Marconi lalu bekerja keras selama satu tahun, untuk membuat pesawat komunikasi tanpa kabel dan pada umur 21 tahun pesawat komunikasi tersebut selesai. Pada umur 22 tahun ia memperoleh hak paten atas penemuannya mengenai sistem komunikasi tanpa kabel yang disebut sebagai telegraph. Pada tahun 1897 ia mendirikan perusahaan telegraph tanpa kawat. Sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Sistem Komuniksi tanpa Kawat.
C. Pengembangan Konsep
Pengembangan konsep yang ditemukan oleh Makis Gugliemo Marcconi untuk sekarang ini dapat pula kita lihat dari berbagai bidang, antara lain bidang komunikasi dan informasi, bidang kelautan dan perairan, bidang antariksa, dan bidang kemiliteran serta bidang pendidikan. Pada bidang komunikasi sekarang ini dengan diciptakan Hand Phone, maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar walaupun jarak antara orang yang satu dengan yang lain sangat jauh. Begitu pula pada bidang informasi dengan adanya internet, maka dapat mengetahui dan menerima informasi dari seluruh penjuru dunia. Pada bidang kelautan dan peraiaran dengan menggunakan sistem gelombang radar maka dapat menentukan kedalaman laut yang akan diukur. Pada bidang antariksa dengan menggunakan gelombang radar dan elektromagnetik, kita dapat mengetahui jarak antar planet pada sistem tata surya. Sedangkan pada bidang kemiliteran, dengan menggunakan gelombang radar atau gelombang elektromagnetik dapat mengetahui keberadaan musuh atau lawan, serta benda-benda yang membahayakan seperti bom, granat, dan lain-lain. Kemudian pada bidang pendidikan, dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), sehingga Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di universitas.
D. Aplikasi Konsep
Aplikasi konsep yang ditemukan oleh Makis Gugliemo Marconi sangat banyak diterapkan sekarang ini berupa pembuatan kabel untuk telepon rumah dan pengiriman serta penerima berita yang menggunakan gelombang radio pada dunia telekomunikasi dan informasi. Selai itu pala, dengan dibuatnya antenna, kita juga dapat menerima dan mengirim informasi melalui media elektronik berupa televisi, telepon, serta pengiriman berita dengan menggunakan telegraph.
Penerapan konsep juga dapat kita temukan pada berbagai peralatan kapal laut, dimana dengan menggunakan gelombang radar kita dapat mengirim informasi tentang keadaan dan posisi di mana kapal berada. Pada pesawat udara digunakan pula gelombang radar untuk mengirim dan menerima informasi serta mendeteksi keberadaan tempat di daratan atau di lautan.
E. Pengembangan Konsep Masa Depan
Dari konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi serta pengembangannya sekarang ini, maka suatu saat nanti dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) kita bisa menemukan alat komunikasi tanpa menggunakan gelombang elektromagnetik atau radar, tetapi menggunakan gelombang cahaya dengan kecepatan mengakses informasi sama dengan kecepatan cahaya. Selain itu, kita juga dapat menemukan alat komunikasi berupa Hand Phone tanpa menggunakan pulsa, tetapi menggunkan energi dari sinar ultraviolet.
F. Soal dan Jawabannya
Adapun soal yang berkaitan dengan materi (sejarahwan fisika) di atas adalah sebagai berikut:
1. Dimana dan pada tanggal berapakah Makis Gugliemo Marconi dilahirkan?
2. Apa yang meyebabkan Makis Gugliemo Marconi meninggal dunia? Dan mengapa pada saat ia meninggal dunia semua stasiun pemancar berhenti melakukan aktivitas?
3. Konsep apakah yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi? Dan bagaimana sejarah singkat penemuan konsepnya?
4. Jelaskan secara singkat penerapan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi dalam kehidupan sehari-hari untuk sekarang ini !
5. Uraikan secara singkat pengembangan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi untuk sekarang ini dalam bidang komunikasi dan informasi, bidang kelautan dan perairan, dan dalam bidang antariksa !
Adapun jawaban soal di atas adalah sebagai berikut:
1. Makis Gugliemo Marconi dilahirkan di sebuah kota kuno Italia yaitu Bologna pada tanggal 25 April 1874.
2. Yang meyebabkan Makis Gugliemo Marconi meninggal dunia adalah penyakit keras yang dideritanya. Karena untuk mengheningkan cipta mengenang Bapak Sistem Komunikasi Tanpa Kawat.
3. Konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi adalah sistem komunikasi tanpa kabel yang disebut sebagai telegraph dengan menggunkan gelombang radio. Sejarah singkat penemuan konsepnya adalah pada tahun 1894 pada umur 20 tahun kebetulan ia membaca sebuah majalah tentang listrik. Majalah itu memuat sebuah artikel tentang eksperimen Hertz. Hertz adalah ahli fisika Jerman yang pertama kali menemukan gelombang radio. Dengan informasi gelombang radio milik Hertz, Marconi lalu bekerja keras selama satu tahun, untuk membuat pesawat komunikasi tanpa kabel dan pada umur 21 tahun pesawat komunikasi tersebut selesai.
4. Penerapan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi dalam kehidupan sehari-hari untuk sekarang ini adalah berupa pembuatan kabel untuk telepon rumah dan pengiriman serta penerima berita yang menggunakan gelombang radio pada dunia telekomunikasi dan informasi. Selai itu pala, dengan dibuatnya antenna, kita juga dapat menerima dan mengirim informasi melalui media elektronik berupa televisi, telepon, serta pengiriman berita dengan menggunakan telegraph. Kemudian digunakan pula pada kapal laut dan pesawat.
5. Pengembangan konsep yang ditemukan Makis Gugliemo Marconi untuk sekarang ini adalah pada bidang komunikasi sekarang ini dengan diciptakan Hand Phone, maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar. begitu pula pada bidang informasi dengan adanya internet, maka dapat mengetahui dan menerima informasi dari seluruh penjuru dunia dan pada bidang kelautan dan peraiaran dengan menggunakan sistem gelombang radar maka dapat menentukan kedalaman laut yang akan diukur.
ROBERT BOYLE
(1672 – 1691)
A. Sejarah Hidup
Robert Boyle lahir di Munser/Kastle, Country Waterford Irlandia pada 25 januari 1627, ia adalah filsuf, kimiawan, fisikawan, penemu, dan ilmuwan Irlandia yang terkemuka karena karya-karyanya di bidang fisika dan kimia. Boyle Pada umur 8 tahun Ia masuk SD Eton yang terkenal dan sudah fasih berbahasa Yunani dan Latin. karena Boyle terlalu pandai jika dibandingkan dengan teman-temannya maka ia keluar dan belajar dirumah dengan bimbingan seorang guru. Pada umur 12 tahun ia telah menjelajahi Eropa dan belajar dibawah bimbingan guru pribadi. Pada umur 14 tahun ia kembali ke Florence, Italia untuk mempelajari karya-karya Galileo. Pada tahun 1645 ia kembali ke Inggris untuk belajar di Stalbridge dan kemudian pindah ke Oxford. Sewaktu di Oxford ia mengulangi percobaan pompa udara yang pernah dilakukan oleh Otto Van Guericke dibantu oleh Robert Hooke untuk menyempurnakan peralatan itu. Kemudian, ia menemukan hukum Boyle
Boyle adalah seorang taat dalam agamanya, bahkan dalam bukunya yang berjudul ”The Christian Virtuoso” Boyle mengatakan bahwa mempelajari alam merupakan tugas keagamaan yang penting. Keluarga Boyle adalah salah satu keluarga Cork yang kaya raya, di Britania, namun tidak sekalipun membanggakan kekayaannya. Bagi keluarga Boyle yang saleh itu, kekayaannya hanyalah titipan yang asalnya dari Tuhan semata.
Karena riset dan filsafat pribadinya berakar dari tradisi kimia, ia sering dianggap sebagai kimiawan modern pertama. Di antara karya-karyanya, The Sceptical Chymist dipandang sebagai batu loncatan kimia modern. Boyle adalah seorang yang luar biasa, merupakan seorang pemikir yang banyak sekali mengadakan percobaan selama hayatnya. Tetapi dibalik itu semua, ia termasuk orang yang menderita karena sakit-sakitan sepanjang hidupnya, ia menderita rabun pada kedua matanya dan akhirnya meninggal pada tanggal 30 Desember 1691 di London Inggris.
B. Konsep yang Ditemukan
Pada tahun 1657 Boyle bersama asistennya yang bernama Robert Hooke mengulangi percobaan pompa udara yang pernah dilakukan oleh Otto Van Guericke untuk menyempurnakan peralatan itu. Pada tahun 1660 Boyle menerbitkan bukunya yang berjudul “ New Eksperiment… Touching the Spring of The Air” yang membahas hasil eksperimen Boyle tentang kepegasan udara.
Pada Februari 1661. Robert Boyle, mendemonstrasikan sebuah pompa udara hasil kerja selama beberapa tahun bersama Robert Hooke di Oxford. Alat tersebut diberi nama Machina Boyleana yang terdiri dari sebuah bola kaca yang berisi udara yang disambungkan pada sebuah pompa di bagian bawah. Ketika pompa itu ditarik, bola kaca tersebut menjadi ruang hampa udara. Demonstrasi ini juga merupakan kemenangan Boyle atas tesis Thomas Hobbes yang mengatakan bahwa udara tidak akan meninggalkan bola kaca. Dalam eksperimen ini Boyle melakukan percobaan sebanyak 40 langkah tentang tekanan dengan volume gas dalam ruang tertutup Boyle menekan sejumlah gas tertentu sambil memperhatikan suhunya. Dia menunjukkan bahwa ada perbandingan terbalik antara ruang (volum) yang berisi gas dan tekanan yang dikeluarkan oleh gas, misalnya jika volume tempatnya ditekan hingga separo, tekanan yang dihasilkan oleh gas akan menjadi dua kali lipat. Melalui pompa udara ini, Boyle dapat membuktikan bahwa volume dari sebuah tabung berbanding terbalik dengan tekanan yang ada di dalamnya dan hukum Boyle lahir dari pompa ini. Hukum Boyle menjadi rujukan ilmu fisika hingga saat ini yang diumumkan pada tahun 1662. Bunyi hukum Boyle yaitu dalam proses isotermis (suhu tetap), tekanan gas ideal berbanding terbalik dengan volumenya atau perkalian antara tekanan dengan volume adalah tetap (konstan), yang di rumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
P : Tekanan (N/m2)
V : Volum (m3)
k : Konstanta
Teori ini Boyle lanjutkan dengan meneliti pertikel lebih lanjut Dari eksperimennya ini Boyle menemukan bahwa gas terdiri atas partikel-partikel kecil (korpuskles). Dia berpendapat bahwa kita bisa memahami bahwa mulanya Tuhan menciptakan benda partikel yang terlalu kecil, karena itulah Boyle menolak teori empat unsur yang menyatakan bahwa semua zat terdiri atas tanah, udara, api dan air Sebagai gantinya dia mengajukan teori bahwa zat tersusun atas unsur-unsur berbeda, yang hanya dikenali melalui eksperimen.
Pada tahun 1666 Boyle mengumumkan hasil penemuannya tentang ”Paradoks hidrostatik”. Boyle juga menyatakan bahwa rambut wanita yang kering mudah sekali dialiri muatan (arus). Ia mengadakan penelitian dengan menggunakan rambut wanita yang masih ada dikepala.
Pada tahun 1680 Robert Boyle melapisi sepotong kertas dengan fosfor. kemudian menggesekkan kayu yang dilapisi sulfur. Ternyata, muncul percikan api. dari sinilah sejarah penemuan korek api dimulai, tetapi karena belum ditemukan cara memproduksi sulfur dalam jumlah besar sehingga produksi korek api juga belum berkembang selain itu, selain itu Robert Boyle juga menemukan dan mendeskripsikan reaksi antara besi dan asam yang menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar. Boyle menduga bahwa perubahan kimia (melalui reaksi kimia) diikuti dengan penambahan berat zat yang terlibat. Dari gagasan Boyle ini kemudian berkembang pandangan modern terhadap unsur zat.
Hasil penemuannya yang lain adalah bahwa titik didih air menjadi lebih rendah bila diberi tekanan yang lebih besar, bagi Boyle, fakta ilmiah hanya dapat lahir dari eksperimen yang dilakukan secara empiris. Di sinilah tonggak awal sains modern dimulai.
C. Pengembangan Konsep
Sepeninggal Robert Boyle konsep, teori dan pemikiran-pemikirannya dikembangkan oleh fisikawan-fisikawan generasi sesudahnya Pada tahun 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argument statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika. Pada tahun 1783 Jacques Charles menciptakan balon pertama yang diisi dengan hidrogen, hidrogen memberikan tenaga dorong untuk perjalanan udara yang aman, kemudian pada tahun 1852 Henri Giffard menciptakan kapal udara yang diangkat oleh hidrogen. Bangsawan Jerman Ferdinand von Zeppelin mempromosikan idenya tentang kapal udara yang diangkat dengan hidrogen dan kemudian dinamakan Zeppelin dengan penerbangan perdana pada tahun 1900.
Pada tahun 1798 Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas dan pada tahun 1847 James Joule menyatakan hukum konversi energi dalam bentuk panas juga dalam energi mekanika
Rudolf Clausius menyatakan rumusan aliran kalor tentang hukum II termodinamika yang menyatakan ”kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah sebaliknya”
Kelvin dan Planck menyatakan rumusan yang setara (rumusan Kelvin-Planck) tentang hukum II Termodinamika tentang mesin kalor tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar.
D. Aplikasi Konsep
Temuan dan hasil pemikian Robert Boyle di aplikasikan dalam berbagai bidang yang kemudian digunakan secara luas sampai hari ini dalam kehidupan sehari-hari seperti :
1. Motor bakar misalnya : mesin bensin, mesin diesel, mesin kerosene dan sebagainya yang menggunakan prinsip pemampatan gas pada ruang tertutup (system konfersi)
2. Pesawat pendingin misalnya kulkas, air conditioner (AC) dan semacamnya yang menggunakan daur kalor yang menghasilkan kerja terhadap zat.
3. Konsep tekanan juga dimanfaatkan pada kapal selam dan daya angkat sayap pada pesawat terbang
4. Pemantapan gas pada ban motor dan ban mobil menghasilkan tekanan besar yang dapat menahan beban yang sangat berat sekalipun.
5. Tekanan gas pada balon udara menghasilkan daya angkat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi dan angkutan
6. Berbagai macam pemanfaatan tabung-tabung gas yang berekanan tinggi.
E. Perkembangan Konsep ke Depan
Dari penemuan-penemuan Robert Boyle ada beberapa konsep yang dapat dikembangkan kedepan antara lain :
1. Ditemukannya tabung vakum untuk mengisap air dari sumur ke tower penampungan yang memanfaatkan energi tekanan sebagai energi alternatif pengganti listrik.
2. Ditemukannya suatu alat/pesawat penerbang perorangan yang diberi nama Flying Person (manusia terbang) yang memanfaatkan prinsip kerja tekanan, volume dan suhu.
A. Sejarah Hidup
Robert Boyle lahir di Munser/Kastle, Country Waterford Irlandia pada 25 januari 1627, ia adalah filsuf, kimiawan, fisikawan, penemu, dan ilmuwan Irlandia yang terkemuka karena karya-karyanya di bidang fisika dan kimia. Boyle Pada umur 8 tahun Ia masuk SD Eton yang terkenal dan sudah fasih berbahasa Yunani dan Latin. karena Boyle terlalu pandai jika dibandingkan dengan teman-temannya maka ia keluar dan belajar dirumah dengan bimbingan seorang guru. Pada umur 12 tahun ia telah menjelajahi Eropa dan belajar dibawah bimbingan guru pribadi. Pada umur 14 tahun ia kembali ke Florence, Italia untuk mempelajari karya-karya Galileo. Pada tahun 1645 ia kembali ke Inggris untuk belajar di Stalbridge dan kemudian pindah ke Oxford. Sewaktu di Oxford ia mengulangi percobaan pompa udara yang pernah dilakukan oleh Otto Van Guericke dibantu oleh Robert Hooke untuk menyempurnakan peralatan itu. Kemudian, ia menemukan hukum Boyle
Boyle adalah seorang taat dalam agamanya, bahkan dalam bukunya yang berjudul ”The Christian Virtuoso” Boyle mengatakan bahwa mempelajari alam merupakan tugas keagamaan yang penting. Keluarga Boyle adalah salah satu keluarga Cork yang kaya raya, di Britania, namun tidak sekalipun membanggakan kekayaannya. Bagi keluarga Boyle yang saleh itu, kekayaannya hanyalah titipan yang asalnya dari Tuhan semata.
Karena riset dan filsafat pribadinya berakar dari tradisi kimia, ia sering dianggap sebagai kimiawan modern pertama. Di antara karya-karyanya, The Sceptical Chymist dipandang sebagai batu loncatan kimia modern. Boyle adalah seorang yang luar biasa, merupakan seorang pemikir yang banyak sekali mengadakan percobaan selama hayatnya. Tetapi dibalik itu semua, ia termasuk orang yang menderita karena sakit-sakitan sepanjang hidupnya, ia menderita rabun pada kedua matanya dan akhirnya meninggal pada tanggal 30 Desember 1691 di London Inggris.
B. Konsep yang Ditemukan
Pada tahun 1657 Boyle bersama asistennya yang bernama Robert Hooke mengulangi percobaan pompa udara yang pernah dilakukan oleh Otto Van Guericke untuk menyempurnakan peralatan itu. Pada tahun 1660 Boyle menerbitkan bukunya yang berjudul “ New Eksperiment… Touching the Spring of The Air” yang membahas hasil eksperimen Boyle tentang kepegasan udara.
Pada Februari 1661. Robert Boyle, mendemonstrasikan sebuah pompa udara hasil kerja selama beberapa tahun bersama Robert Hooke di Oxford. Alat tersebut diberi nama Machina Boyleana yang terdiri dari sebuah bola kaca yang berisi udara yang disambungkan pada sebuah pompa di bagian bawah. Ketika pompa itu ditarik, bola kaca tersebut menjadi ruang hampa udara. Demonstrasi ini juga merupakan kemenangan Boyle atas tesis Thomas Hobbes yang mengatakan bahwa udara tidak akan meninggalkan bola kaca. Dalam eksperimen ini Boyle melakukan percobaan sebanyak 40 langkah tentang tekanan dengan volume gas dalam ruang tertutup Boyle menekan sejumlah gas tertentu sambil memperhatikan suhunya. Dia menunjukkan bahwa ada perbandingan terbalik antara ruang (volum) yang berisi gas dan tekanan yang dikeluarkan oleh gas, misalnya jika volume tempatnya ditekan hingga separo, tekanan yang dihasilkan oleh gas akan menjadi dua kali lipat. Melalui pompa udara ini, Boyle dapat membuktikan bahwa volume dari sebuah tabung berbanding terbalik dengan tekanan yang ada di dalamnya dan hukum Boyle lahir dari pompa ini. Hukum Boyle menjadi rujukan ilmu fisika hingga saat ini yang diumumkan pada tahun 1662. Bunyi hukum Boyle yaitu dalam proses isotermis (suhu tetap), tekanan gas ideal berbanding terbalik dengan volumenya atau perkalian antara tekanan dengan volume adalah tetap (konstan), yang di rumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
P : Tekanan (N/m2)
V : Volum (m3)
k : Konstanta
Teori ini Boyle lanjutkan dengan meneliti pertikel lebih lanjut Dari eksperimennya ini Boyle menemukan bahwa gas terdiri atas partikel-partikel kecil (korpuskles). Dia berpendapat bahwa kita bisa memahami bahwa mulanya Tuhan menciptakan benda partikel yang terlalu kecil, karena itulah Boyle menolak teori empat unsur yang menyatakan bahwa semua zat terdiri atas tanah, udara, api dan air Sebagai gantinya dia mengajukan teori bahwa zat tersusun atas unsur-unsur berbeda, yang hanya dikenali melalui eksperimen.
Pada tahun 1666 Boyle mengumumkan hasil penemuannya tentang ”Paradoks hidrostatik”. Boyle juga menyatakan bahwa rambut wanita yang kering mudah sekali dialiri muatan (arus). Ia mengadakan penelitian dengan menggunakan rambut wanita yang masih ada dikepala.
Pada tahun 1680 Robert Boyle melapisi sepotong kertas dengan fosfor. kemudian menggesekkan kayu yang dilapisi sulfur. Ternyata, muncul percikan api. dari sinilah sejarah penemuan korek api dimulai, tetapi karena belum ditemukan cara memproduksi sulfur dalam jumlah besar sehingga produksi korek api juga belum berkembang selain itu, selain itu Robert Boyle juga menemukan dan mendeskripsikan reaksi antara besi dan asam yang menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar. Boyle menduga bahwa perubahan kimia (melalui reaksi kimia) diikuti dengan penambahan berat zat yang terlibat. Dari gagasan Boyle ini kemudian berkembang pandangan modern terhadap unsur zat.
Hasil penemuannya yang lain adalah bahwa titik didih air menjadi lebih rendah bila diberi tekanan yang lebih besar, bagi Boyle, fakta ilmiah hanya dapat lahir dari eksperimen yang dilakukan secara empiris. Di sinilah tonggak awal sains modern dimulai.
C. Pengembangan Konsep
Sepeninggal Robert Boyle konsep, teori dan pemikiran-pemikirannya dikembangkan oleh fisikawan-fisikawan generasi sesudahnya Pada tahun 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argument statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika. Pada tahun 1783 Jacques Charles menciptakan balon pertama yang diisi dengan hidrogen, hidrogen memberikan tenaga dorong untuk perjalanan udara yang aman, kemudian pada tahun 1852 Henri Giffard menciptakan kapal udara yang diangkat oleh hidrogen. Bangsawan Jerman Ferdinand von Zeppelin mempromosikan idenya tentang kapal udara yang diangkat dengan hidrogen dan kemudian dinamakan Zeppelin dengan penerbangan perdana pada tahun 1900.
Pada tahun 1798 Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas dan pada tahun 1847 James Joule menyatakan hukum konversi energi dalam bentuk panas juga dalam energi mekanika
Rudolf Clausius menyatakan rumusan aliran kalor tentang hukum II termodinamika yang menyatakan ”kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah sebaliknya”
Kelvin dan Planck menyatakan rumusan yang setara (rumusan Kelvin-Planck) tentang hukum II Termodinamika tentang mesin kalor tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar.
D. Aplikasi Konsep
Temuan dan hasil pemikian Robert Boyle di aplikasikan dalam berbagai bidang yang kemudian digunakan secara luas sampai hari ini dalam kehidupan sehari-hari seperti :
1. Motor bakar misalnya : mesin bensin, mesin diesel, mesin kerosene dan sebagainya yang menggunakan prinsip pemampatan gas pada ruang tertutup (system konfersi)
2. Pesawat pendingin misalnya kulkas, air conditioner (AC) dan semacamnya yang menggunakan daur kalor yang menghasilkan kerja terhadap zat.
3. Konsep tekanan juga dimanfaatkan pada kapal selam dan daya angkat sayap pada pesawat terbang
4. Pemantapan gas pada ban motor dan ban mobil menghasilkan tekanan besar yang dapat menahan beban yang sangat berat sekalipun.
5. Tekanan gas pada balon udara menghasilkan daya angkat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi dan angkutan
6. Berbagai macam pemanfaatan tabung-tabung gas yang berekanan tinggi.
E. Perkembangan Konsep ke Depan
Dari penemuan-penemuan Robert Boyle ada beberapa konsep yang dapat dikembangkan kedepan antara lain :
1. Ditemukannya tabung vakum untuk mengisap air dari sumur ke tower penampungan yang memanfaatkan energi tekanan sebagai energi alternatif pengganti listrik.
2. Ditemukannya suatu alat/pesawat penerbang perorangan yang diberi nama Flying Person (manusia terbang) yang memanfaatkan prinsip kerja tekanan, volume dan suhu.
NICOLAUS COPERNICUS
A. Sejarah Hidup
: Nicolaus Copernicus lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme berpusat di matahari. Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Pada saat Copernicus lahar di Toruń, yang pada waktu itu di bawah kekuasaan suatu ordo Kristen bernama Ordo Teutonicum, nama aslinya ialah Niklas Koppernigk (Mikołaj Kopernik, dalam bahasa Polandia yang merupakan bahasa sehari-hari pada waktu itu). Baru sewaktu ia mulai menulis karya akademinya, ia menggunakan nama Latin, Nicolaus Copernicus. Ayahnya, seorang saudagar yang berdagang di Toruń, mempunyai empat anak; Nicolaus adalah si bungsu. Sewaktu Nicolaus berusia 11 tahun, ayahnya meninggal. Seorang paman, bernama Lucas Waczenrode, mengasuh Nicolaus dan saudara-saudara kandungnya. Ia membantu Nicolaus memperoleh pendidikan yang baik, menganjurkannya untuk menjadi imam.
Pendidikan Nicolaus dimulai di kampung halamannya, tetapi kemudian dilanjutkan di Chełmno yang tidak jauh dari situ. Di sana ia belajar bahasa Latin dan mempelajari karya para penulis kuno. Pada usia 18 tahun, ia pindah ke Kraków, ibu kota Polandia saat itu. Di kota ini ia kuliah di universitas dan mengajar dan mengejar hasratnya akan astronomi. Setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Kraków, paman dari Nikolaus yang pada waktu itu telah menjadi uskup di Warmia memintanya untuk pindah ke Frombork, sebuah kota di Laut Baltik. Waczenrode ingin kemenakannya menduduki jabatan staf katedral.
Akan tetapi, Nicolaus yang berusia 23 tahun ingin memuaskan dahaganya akan pengetahuan dan berhasil membujuk pamannya untuk mengizinkan dia mempelajari hukum gereja, kedokteran, dan matematika di berbagai universitas di Bologna dan Padua, Italia. Di sana, Nicolaus bergabung dengan astronom Domenico Maria Novara dan filsuf Pietro Pomponazzi. Sejarawan Stanisław Brzostkiewicz mengatakan bahwa ajaran Pomponazzi telah "membebaskan pikiran astronom muda ini dari cengkraman ideologi abad pertengahan".
Di waktu senggangnya, Copernicus mempelajari karya para astronom zaman dahulu, menjadi begitu larut dalam karya tersebut sampai-sampai ketika ia mengetahui karya Latin itu tidak lengkap, ia mempelajari bahasa Yunani agar dapat meneliti naskah aslinya. Pada akhir pendidikannya, Nicolaus telah menjadi doktor hukum gereja, matematikawan, dan dokter. Ia juga pakar bahasa Yunani, menjadi orang pertama yang menerjemahkan sebuah dokumen dari bahasa Yunani langsung ke bahasa Polandia.
B. Konsep Penemuan
Sepulangnya ke Polandia, pamannya melantik dia sebagai sekretaris, penasihat, dan dokter pribadinya — suatu kedudukan yang bergensi. Selama puluhan tahun berikutnya, Nicolaus menjabat berbagai kedudukan administratif, baik di bidang agama maupun sipil. Meski sangat sibuk, ia melanjutkan penelitiannya tentang bintang dan planet, mengumpulkan bukti untuk mendukung suatu teori yang revolusioner—bahwa bumi bukan pusat yang tidak bergerak dari alam semesta tetapi, sebenarnya, bergerak mengitari matahari.
Teori ini bertentangan dengan ajaran filsuf yang terpandang, Aristoteles, dan tidak sejalan dengan kesimpulan matematikawan Yunani, Ptolemeus. Selain itu, teori Copernicus menyangkal apa yang dianggap sebagai "fakta" bahwa matahari terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat, sedangkan bumi tetap tidak bergerak.
Copernicus bukanlah orang yang pertama yang menyimpulkan bahwa bumi berputar mengitari matahari. Astronom Yunani Aristarkhus dari Samos telah mengemukakan teori ini pada abad ketiga SM. Para pengikut Pythagoras telah mengajarkan bahwa bumi serta matahari bergerak mengitari suatu api pusat. Akan tetapi, Ptolemeus menulis bahwa jika bumi bergerak, "binatang dan benda lainnya akan bergelantungan di udara, dan Bumi akan jatuh dari langit dengan sangat cepat". Ia menambahkan, "sekadar memikirkan hal-hal itu saja tampak konyol".
Ptolemeus mendukung gagasan Aristoteles bahwa bumi tidak bergerak di pusat alam semesta dan dikelilingi oleh serangkaian bola bening yang saling bertumpukan, dan bola-bola itu tertancap matahari, planet-planet, dan bintang-bintang. Ia menganggap bahwa pergerakan bola-bola bening inilah yang menggerakan planet dan bintang. Rumus matematika Ptolemeus menjelaskan, dengan akurasi hingga taraf tertentu, pergerakan planet-planet di langit malam.
Namun, kelemahan teori Ptolemeus itulah yang mendorong Copernicus untuk mencari penjelasan alternatif atas pergerakan yang aneh dari planet-planet. Untuk menopang teorinya, Copernicus merekonstruksi peralatan yang digunakan oleh para astronom zaman dahulu. Walaupun sederhana dibandingkan dengan standar modern, peralatan ini memungkinkan dia menghitung jarak relatif antara planet-planet dan matahari. Selama bertahun-tahun, ia berupaya menetukan secara persis tanggal-tanggal manakala para pendahulunya telah membuat beberapa pengamatan penting di bidang astronomi. Diperlengkapi dengan data ini, Copernicus mulai mengerjakan dokumen kontroversial yang menyatakan bahwa bumi dan manusia di dalamnya bukanlah pusat alam semesta.
Copernicus menggunakan tahun-tahun terakhir kehidupannya untuk memperbaiki dan melengkapi berbagai argumen dan rumus matematika yang menopang teorinya. Lebih dari 95 persen dokumen akhir itu memuat perincian teknis yang mendukung kesimpulannya. Copernicus telah menerbitkan sebuah rangkuman singkat tentang gagasannya dalam sebuah karya yang disebut Commentariolus.
Dalam Commentariolus, Copernicus telah meringkaskan sistem yang didasarkan pada asumsi tujuh, yaitu:
1. Tidak ada satu pusat semua lingkaran atau bola langit.
2. Pusat bumi bukanlah pusat alam semesta, tetapi hanya gravitasi dan lunar bola.
3. Semua bola berputar mengelilingi matahari sebagai titik tengah dan karena itu matahari adalah pusat alam semesta.
4. Rasio dari jarak bumi dari matahari ketinggian langit (falak terluar yang berisi bintang-bintang) adalah jauh lebih kecil daripada rasio jari-jari bumi terhadap jarak dari matahari bahwa jarak dari bumi ke matahari tak terlihat jika dibandingkan dengan ketinggian cakrawala.
5. Apapun gerakan muncul dicakrawala tidak muncul dari setiap gerak cakrawala, tapi dari gerakan bumi, bumi bersama-sama dengan unsur-unsur yang mengelilingi melakukan rotasi lengkap pada tiang tetap dalam gerak sehari-hari, sementara cakrawala dan mamatuhi surga tertinggi tidak berubah.
6. Apa yang tampak bagi kita sebagai gerakan matahari tidak muncul dari gerakan tapi dari pergerakan bumi dan lingkungan kita, dengan yang kita putar mengelilingi matahari seperti planet lain.
7. Nyata dan langsung gerak retrogade dari planet-planet tidak muncul dari gerakan mereka tetapi dibumi,Gerakkan bumi sendiri. Oleh karena itu sudah cukup menjelaskan begitu banyak jelas ketimpangan dilangit.
3. Pengembangan Konsep Ke Depan
Berdasarkan teori heliosentris dan buku yang diterbitkan oleh Copernicus ini banyak ilmuwan tertarik untuk mengembangkan dan menguji kebenaran teori tersebut. Pada awal tahun 1533, Paus Klemens VII mendengar tentang teori Copernicus. Dan, pada tahun 1536, Kardinal Schönberg menyurati Copernicus, mendesak dia untuk menerbitkan catatan lengkap gagasannya. Georg Joachim Rhäticus, seorang profesor di Universitas Wittenberg di Jerman, begitu penasaran oleh karya Copernicus sampai-sampai ia mengunjungi Copernicus dan akhirnya menghabiskan waktu bersamanya selama dua tahun. Pada tahun 1542, Rhäticus membawa pulang sebuah salinan manuskrip itu ke Jerman dan menyerahkannya kepada seorang tukang cetak bernama Petraeius dan seorang juru tulis sekaligus korektor tipografi bernama Andreas Osiander.
Osiander menjuduli karya itu De revolutionibus orbium coelestium (Mengenai Perputaran Bola-Bola Langit). Dengan mencantumkan frasa “bola-bola langit”, Osiander menyiratkan bahwa karya itu dipengaruhi oleh gagasan Aristoteles. Osiander juga menulis kata pengantar anonim, yang menyatakan bahwa hipotesis dalam buku itu bukanlah artikel tentang iman dan belum tentu benar. Copernicus tidak menerima salinan dari buku yang dicetak itu, yang diubah dan dikompromikan tanpa seizinnya, sampai hanya beberapa jam sebelum kematiannya pada tahun 1543.
Perubahan yang dibuat Osiander pada mulanya meluputkan buku itu dari kecaman. Asronom dan fisikawan Italia, Galileo, belakangan menulis, "Sewaktu dicetak, buku itu diterima oleh Gereja suci dan telah dibaca dan dipelajari oleh setiap orang tanpa sedikit pun kecurigaan bahwa gagasan ini bertentangan dengan doktrin-doktrin gereja. Namun, mengingat sekarang ada berbagai pengalaman dan bukti penting yang memperlihatkan bahwa gagasan itu memiliki bukti yang kuat, muncullah orang-orang yang hendak mendiskreditkan pengarangnya tanpa membaca bukunya sedikit pun".
Kaum Lutheran merupakan yang pertama-tama menyebut buku itu "tidak masuk akal". Gereja Katolik, meski pada mulanya tidak menyatakan kecaman, memutuskan bahwa buku itu bertentangan dengan doktrin resminya dan pada tahun 1616 mencantumkan karya Copernicus ke dalam buku-buku terlarang. Buku itu baru dicabut dari daftar ini pada tahun 1828. Dalam kata pengantarnya untuk terjemahan bahasa Inggris dari buku itu, Charles Glenn Wallis menjelaskan, "Pertikaian antara Katolik dan Protestan membuat kedua sekte itu takut pada skandal apa pun yang tampaknya dapat merongrong respek terhadap Kegerejaan Alkitab, dan akibatnya mereka menjadi terlalu harfiah dalam membaca ayat Alkitab dan cenderung mengutuki setiap pernyataan yang dapat dianggap sebagai penyangkalan atas setiap penafsiran harfiah dari setiap ayat dalam Alkitab".. Mengenai anggapan bahwa teori Copernicus bertentangan dengan ajaran Alkitab, Galileo menulis, " Copernicus tidak mengabaikan Alkitab, tetapi ia tahu betul bahwa jika doktrinnya terbukti, hal itu tidak akan bertentangan dengan Alkitab apabila ayat-ayatnya dipahami dengan benar".
Dewasa ini, Copernicus disanjung oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern. Memang, uraiannya tentang alam semesta telah dimurnikan dan diperbaiki oleh ilmuwan yang tekemudian, seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Akan tetapi, astofisikawan Owen Gingerich mengomentari, "Copernicuslah yang dengan karyanya memperlihatkan kepada kita bagaimana rapuhnya konsep ilmiah yang sudah diterima untuk waktu yang lama". Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika, Copernicus menjungkirkbalikkan konsep ilmiah dan agama yang berurat berakar tetapi keliru. Dalam pemikiran manusia, ia juga “menghentikan matahari dan menggerakkan bumi”.
4. Aplikasi konsep
Teori dari Copernicus ini banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada zaman dahulu teri ini digunakan oleh Galileo untuk merancang suatu teleskop yang diberi nama teleskop galileo. Dalam konsep tatasurya teori ini digunakan untuk menmpelajari tatasurya dan peredarannya. Kemudian teori dari Copernicus ini juga digunakan untuk menentukan tanggal, proses terjadi gerhana karena ini berkaitan dengan matahari sebagai pusat tatasurya. Teori Copernicus juga dapat digunakan dalam menentukan jarak antar planet, jarak antara matahari dengan bumi dan planet lain, dan jarak dari bumi kebulan. Dan selain itu juga teori ini dapat digunakan gerak rotasi dan gerak revolusi bumi.
5. Kemungkinan Pengembangan Konsep Kedepan.
Untuk penbgembangan konsep kedepan penulis berpikir dengan pengkajian lebih jauh tentang teori heliosentris ini bisa jadi nanti matahari bukan pusat tatasurya lagi tetapi sudah ada benda yang memunyai gravitasi dari matahari yang kemudian menjadi pousat tatasurya. Kemudian dariu teori ini juga kita bisa merancang suatu alat yang dapat menampilkan secara langsung pola gerakan bumi yang dapat mengakibatkan bencana sehingga kita bisa menyelamatkan diri dari bencana tersebut.
: Nicolaus Copernicus lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme berpusat di matahari. Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Pada saat Copernicus lahar di Toruń, yang pada waktu itu di bawah kekuasaan suatu ordo Kristen bernama Ordo Teutonicum, nama aslinya ialah Niklas Koppernigk (Mikołaj Kopernik, dalam bahasa Polandia yang merupakan bahasa sehari-hari pada waktu itu). Baru sewaktu ia mulai menulis karya akademinya, ia menggunakan nama Latin, Nicolaus Copernicus. Ayahnya, seorang saudagar yang berdagang di Toruń, mempunyai empat anak; Nicolaus adalah si bungsu. Sewaktu Nicolaus berusia 11 tahun, ayahnya meninggal. Seorang paman, bernama Lucas Waczenrode, mengasuh Nicolaus dan saudara-saudara kandungnya. Ia membantu Nicolaus memperoleh pendidikan yang baik, menganjurkannya untuk menjadi imam.
Pendidikan Nicolaus dimulai di kampung halamannya, tetapi kemudian dilanjutkan di Chełmno yang tidak jauh dari situ. Di sana ia belajar bahasa Latin dan mempelajari karya para penulis kuno. Pada usia 18 tahun, ia pindah ke Kraków, ibu kota Polandia saat itu. Di kota ini ia kuliah di universitas dan mengajar dan mengejar hasratnya akan astronomi. Setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Kraków, paman dari Nikolaus yang pada waktu itu telah menjadi uskup di Warmia memintanya untuk pindah ke Frombork, sebuah kota di Laut Baltik. Waczenrode ingin kemenakannya menduduki jabatan staf katedral.
Akan tetapi, Nicolaus yang berusia 23 tahun ingin memuaskan dahaganya akan pengetahuan dan berhasil membujuk pamannya untuk mengizinkan dia mempelajari hukum gereja, kedokteran, dan matematika di berbagai universitas di Bologna dan Padua, Italia. Di sana, Nicolaus bergabung dengan astronom Domenico Maria Novara dan filsuf Pietro Pomponazzi. Sejarawan Stanisław Brzostkiewicz mengatakan bahwa ajaran Pomponazzi telah "membebaskan pikiran astronom muda ini dari cengkraman ideologi abad pertengahan".
Di waktu senggangnya, Copernicus mempelajari karya para astronom zaman dahulu, menjadi begitu larut dalam karya tersebut sampai-sampai ketika ia mengetahui karya Latin itu tidak lengkap, ia mempelajari bahasa Yunani agar dapat meneliti naskah aslinya. Pada akhir pendidikannya, Nicolaus telah menjadi doktor hukum gereja, matematikawan, dan dokter. Ia juga pakar bahasa Yunani, menjadi orang pertama yang menerjemahkan sebuah dokumen dari bahasa Yunani langsung ke bahasa Polandia.
B. Konsep Penemuan
Sepulangnya ke Polandia, pamannya melantik dia sebagai sekretaris, penasihat, dan dokter pribadinya — suatu kedudukan yang bergensi. Selama puluhan tahun berikutnya, Nicolaus menjabat berbagai kedudukan administratif, baik di bidang agama maupun sipil. Meski sangat sibuk, ia melanjutkan penelitiannya tentang bintang dan planet, mengumpulkan bukti untuk mendukung suatu teori yang revolusioner—bahwa bumi bukan pusat yang tidak bergerak dari alam semesta tetapi, sebenarnya, bergerak mengitari matahari.
Teori ini bertentangan dengan ajaran filsuf yang terpandang, Aristoteles, dan tidak sejalan dengan kesimpulan matematikawan Yunani, Ptolemeus. Selain itu, teori Copernicus menyangkal apa yang dianggap sebagai "fakta" bahwa matahari terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat, sedangkan bumi tetap tidak bergerak.
Copernicus bukanlah orang yang pertama yang menyimpulkan bahwa bumi berputar mengitari matahari. Astronom Yunani Aristarkhus dari Samos telah mengemukakan teori ini pada abad ketiga SM. Para pengikut Pythagoras telah mengajarkan bahwa bumi serta matahari bergerak mengitari suatu api pusat. Akan tetapi, Ptolemeus menulis bahwa jika bumi bergerak, "binatang dan benda lainnya akan bergelantungan di udara, dan Bumi akan jatuh dari langit dengan sangat cepat". Ia menambahkan, "sekadar memikirkan hal-hal itu saja tampak konyol".
Ptolemeus mendukung gagasan Aristoteles bahwa bumi tidak bergerak di pusat alam semesta dan dikelilingi oleh serangkaian bola bening yang saling bertumpukan, dan bola-bola itu tertancap matahari, planet-planet, dan bintang-bintang. Ia menganggap bahwa pergerakan bola-bola bening inilah yang menggerakan planet dan bintang. Rumus matematika Ptolemeus menjelaskan, dengan akurasi hingga taraf tertentu, pergerakan planet-planet di langit malam.
Namun, kelemahan teori Ptolemeus itulah yang mendorong Copernicus untuk mencari penjelasan alternatif atas pergerakan yang aneh dari planet-planet. Untuk menopang teorinya, Copernicus merekonstruksi peralatan yang digunakan oleh para astronom zaman dahulu. Walaupun sederhana dibandingkan dengan standar modern, peralatan ini memungkinkan dia menghitung jarak relatif antara planet-planet dan matahari. Selama bertahun-tahun, ia berupaya menetukan secara persis tanggal-tanggal manakala para pendahulunya telah membuat beberapa pengamatan penting di bidang astronomi. Diperlengkapi dengan data ini, Copernicus mulai mengerjakan dokumen kontroversial yang menyatakan bahwa bumi dan manusia di dalamnya bukanlah pusat alam semesta.
Copernicus menggunakan tahun-tahun terakhir kehidupannya untuk memperbaiki dan melengkapi berbagai argumen dan rumus matematika yang menopang teorinya. Lebih dari 95 persen dokumen akhir itu memuat perincian teknis yang mendukung kesimpulannya. Copernicus telah menerbitkan sebuah rangkuman singkat tentang gagasannya dalam sebuah karya yang disebut Commentariolus.
Dalam Commentariolus, Copernicus telah meringkaskan sistem yang didasarkan pada asumsi tujuh, yaitu:
1. Tidak ada satu pusat semua lingkaran atau bola langit.
2. Pusat bumi bukanlah pusat alam semesta, tetapi hanya gravitasi dan lunar bola.
3. Semua bola berputar mengelilingi matahari sebagai titik tengah dan karena itu matahari adalah pusat alam semesta.
4. Rasio dari jarak bumi dari matahari ketinggian langit (falak terluar yang berisi bintang-bintang) adalah jauh lebih kecil daripada rasio jari-jari bumi terhadap jarak dari matahari bahwa jarak dari bumi ke matahari tak terlihat jika dibandingkan dengan ketinggian cakrawala.
5. Apapun gerakan muncul dicakrawala tidak muncul dari setiap gerak cakrawala, tapi dari gerakan bumi, bumi bersama-sama dengan unsur-unsur yang mengelilingi melakukan rotasi lengkap pada tiang tetap dalam gerak sehari-hari, sementara cakrawala dan mamatuhi surga tertinggi tidak berubah.
6. Apa yang tampak bagi kita sebagai gerakan matahari tidak muncul dari gerakan tapi dari pergerakan bumi dan lingkungan kita, dengan yang kita putar mengelilingi matahari seperti planet lain.
7. Nyata dan langsung gerak retrogade dari planet-planet tidak muncul dari gerakan mereka tetapi dibumi,Gerakkan bumi sendiri. Oleh karena itu sudah cukup menjelaskan begitu banyak jelas ketimpangan dilangit.
3. Pengembangan Konsep Ke Depan
Berdasarkan teori heliosentris dan buku yang diterbitkan oleh Copernicus ini banyak ilmuwan tertarik untuk mengembangkan dan menguji kebenaran teori tersebut. Pada awal tahun 1533, Paus Klemens VII mendengar tentang teori Copernicus. Dan, pada tahun 1536, Kardinal Schönberg menyurati Copernicus, mendesak dia untuk menerbitkan catatan lengkap gagasannya. Georg Joachim Rhäticus, seorang profesor di Universitas Wittenberg di Jerman, begitu penasaran oleh karya Copernicus sampai-sampai ia mengunjungi Copernicus dan akhirnya menghabiskan waktu bersamanya selama dua tahun. Pada tahun 1542, Rhäticus membawa pulang sebuah salinan manuskrip itu ke Jerman dan menyerahkannya kepada seorang tukang cetak bernama Petraeius dan seorang juru tulis sekaligus korektor tipografi bernama Andreas Osiander.
Osiander menjuduli karya itu De revolutionibus orbium coelestium (Mengenai Perputaran Bola-Bola Langit). Dengan mencantumkan frasa “bola-bola langit”, Osiander menyiratkan bahwa karya itu dipengaruhi oleh gagasan Aristoteles. Osiander juga menulis kata pengantar anonim, yang menyatakan bahwa hipotesis dalam buku itu bukanlah artikel tentang iman dan belum tentu benar. Copernicus tidak menerima salinan dari buku yang dicetak itu, yang diubah dan dikompromikan tanpa seizinnya, sampai hanya beberapa jam sebelum kematiannya pada tahun 1543.
Perubahan yang dibuat Osiander pada mulanya meluputkan buku itu dari kecaman. Asronom dan fisikawan Italia, Galileo, belakangan menulis, "Sewaktu dicetak, buku itu diterima oleh Gereja suci dan telah dibaca dan dipelajari oleh setiap orang tanpa sedikit pun kecurigaan bahwa gagasan ini bertentangan dengan doktrin-doktrin gereja. Namun, mengingat sekarang ada berbagai pengalaman dan bukti penting yang memperlihatkan bahwa gagasan itu memiliki bukti yang kuat, muncullah orang-orang yang hendak mendiskreditkan pengarangnya tanpa membaca bukunya sedikit pun".
Kaum Lutheran merupakan yang pertama-tama menyebut buku itu "tidak masuk akal". Gereja Katolik, meski pada mulanya tidak menyatakan kecaman, memutuskan bahwa buku itu bertentangan dengan doktrin resminya dan pada tahun 1616 mencantumkan karya Copernicus ke dalam buku-buku terlarang. Buku itu baru dicabut dari daftar ini pada tahun 1828. Dalam kata pengantarnya untuk terjemahan bahasa Inggris dari buku itu, Charles Glenn Wallis menjelaskan, "Pertikaian antara Katolik dan Protestan membuat kedua sekte itu takut pada skandal apa pun yang tampaknya dapat merongrong respek terhadap Kegerejaan Alkitab, dan akibatnya mereka menjadi terlalu harfiah dalam membaca ayat Alkitab dan cenderung mengutuki setiap pernyataan yang dapat dianggap sebagai penyangkalan atas setiap penafsiran harfiah dari setiap ayat dalam Alkitab".. Mengenai anggapan bahwa teori Copernicus bertentangan dengan ajaran Alkitab, Galileo menulis, " Copernicus tidak mengabaikan Alkitab, tetapi ia tahu betul bahwa jika doktrinnya terbukti, hal itu tidak akan bertentangan dengan Alkitab apabila ayat-ayatnya dipahami dengan benar".
Dewasa ini, Copernicus disanjung oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern. Memang, uraiannya tentang alam semesta telah dimurnikan dan diperbaiki oleh ilmuwan yang tekemudian, seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Akan tetapi, astofisikawan Owen Gingerich mengomentari, "Copernicuslah yang dengan karyanya memperlihatkan kepada kita bagaimana rapuhnya konsep ilmiah yang sudah diterima untuk waktu yang lama". Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika, Copernicus menjungkirkbalikkan konsep ilmiah dan agama yang berurat berakar tetapi keliru. Dalam pemikiran manusia, ia juga “menghentikan matahari dan menggerakkan bumi”.
4. Aplikasi konsep
Teori dari Copernicus ini banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada zaman dahulu teri ini digunakan oleh Galileo untuk merancang suatu teleskop yang diberi nama teleskop galileo. Dalam konsep tatasurya teori ini digunakan untuk menmpelajari tatasurya dan peredarannya. Kemudian teori dari Copernicus ini juga digunakan untuk menentukan tanggal, proses terjadi gerhana karena ini berkaitan dengan matahari sebagai pusat tatasurya. Teori Copernicus juga dapat digunakan dalam menentukan jarak antar planet, jarak antara matahari dengan bumi dan planet lain, dan jarak dari bumi kebulan. Dan selain itu juga teori ini dapat digunakan gerak rotasi dan gerak revolusi bumi.
5. Kemungkinan Pengembangan Konsep Kedepan.
Untuk penbgembangan konsep kedepan penulis berpikir dengan pengkajian lebih jauh tentang teori heliosentris ini bisa jadi nanti matahari bukan pusat tatasurya lagi tetapi sudah ada benda yang memunyai gravitasi dari matahari yang kemudian menjadi pousat tatasurya. Kemudian dariu teori ini juga kita bisa merancang suatu alat yang dapat menampilkan secara langsung pola gerakan bumi yang dapat mengakibatkan bencana sehingga kita bisa menyelamatkan diri dari bencana tersebut.
JOHANNES KEPLER
A. Sejarah Hidup
Johannes Kepler lahir pada tanggal 27 Desember tahun 1571 di kota Weil der Stadt, sebuah kota kecil di pinggiran Hutan Hitam, Jerman, ia tinggal di Baden-Wurttemberg, Styria, Bohemia, Upper Austria. Meskipun keluarganya miskin, beasiswa dari para bangsawan lokkal memungkinkan Johannes mendapatkan pendidikan yang baik. Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Tubingen untuk memperoleh Gelar Serjana Muda tahun 1588 dan Gelar Serjana penuh selama tiga tahun tepatnya pada tahun 1591.
Johannes Kepler adalah seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, ia adalah seorang astronomi jerman, matematika dan astrolog. Dia sangat dikenal melalui hukum pergerakan planetnya. Dia kadang dirujuk sebgai “astrofisikawan teoritical pertama”, meski Carl Sagan juga memanggilnya sebagai ahli astrolog ilmiah terakhir.
Pada usia 29 tahu, Johannes Kepler menjadi matematikawan kekaisaran untuk kaisar Romawi Suci, beserta ahli astrologi kerajaan jendral Wallenstein, suatu jabatan yang ia pegang hingga akhir hayatnya. Kepler juga seorang Profesor matematika di Universitas Graz. Karir Kepler juga bersamaan dengan karir Galilei Galileo. Pada awal karirnya, kepler adalah asisten Tycho Brahe.
Kepler sangat dihargai bukan hanya dalam bidang matematika, ia menjadi sangat dikenal dibidang Optik dan astronomi. Kepler, meski perawakannya kecil, memiliki kecerdasan yang memukau dan juga kepribadian yang gigih, ia didiskriminasi sewaktu ia dipaksa untuk pindah agama ke Katolik Roma, sekalipun di bawah tekanan hebat.
Sepanjang kehidupannya, Kepler adalah seorang Lutheran yang mengalami penganiayaan dan prasangka agama. Ia dipaksa keluar dari Graz yang berarti kehilangan segala sesuatu dan menjadi kesukarannya, sebab ia menolak untuk menganut agama Katolik Roma. Di Benartky, ia sekali lagi dibujuk untuk berganti agama, tetapi Kepler menolak menyembah kepala patung dan Santo, menurutnya praktek semacam ini adalah pekerjaan iblis. Di Linz, ketidaksepakatan dengan rekan-rekannya dari Lutheran yang mempercayai bahwa Allah ada dimana-mana membuat ia dikucilkan dari perjamuan malam mereka. Intoleransi keagamaan sangat memuakkan bagi Kepler, yang yakin bahwa keharmonisan diantara planet-planetnya dan rela menderita. “Menderita bersama banyak saudara demi agama kemuliaan kristus dengan bertekun menghadapi bahaya dan aib, harus meninggalkan rumah, ladang, sahabat, dan kampung halaman, seseorang belum pernah terpikirkan oleh siapa saya bahwa ini bisa menjadi pengalaman yang sedemikian memuaskan.
B. Konsep Penemuannya
Kepler adalah penemu hukum Kepler, teleskop Kepler, penyusun katalog bintang, serta dijuluki optika modern, bapak astronomi modern dan penemu Nova (bintang meledak). Ia merupakan salah satu seorang pendukung teori Copernicus.
Untuk memperoleh manfaat sepenuhnya dari kumpulan pengamatan Brahe tentang planet, Kepler perlu lebih banyak memahami tentang pembiasan cahaya.
Bidang yang diguluti oleh kepler bukanlah Optik melainkan astronomi. Para astronom masa awal yakin bahwa langit adalah bulatan kosong dengan bintang-bintang yang menempel dibagian dalamnya seperti berlian yang berkilau. Ptolemaus menganggap bumi sebagai pusat alam semesta, sedangkan Copernicus yakin bahwa planet-planet semuanya mengitari matahari yang telah bergerak. Brahe memperkirakan bahwa planet-planet lain berputar mengelilingi matahari, yang selanjutnya mengorbit bumi. Karena berbeda dengan bumi, semua planet lainnya adalah benda langit, benda-benda ini dianggap sempurna. Satu-satunya bentuk gerakan yang dianggap cocok untuk planet-planet itu ialah bentuk lingkaran sempurna, setiap planet bergerak dengan kecepatan konstan. Berkat penemuannya mengenai lintasan planet, nama Kepler diabadikan dalam hukum Kepler.
C. Pengembangan Konsep
Kepler belajar teologi sejak tahun 1589 di Tubungen, tempat Michael Mastlin (guru besar ilmu pasti dan astronomi) yang membimbingnya untuk mendalami karya Copernicus. Dengan demikian, Kepler menjadi penganut teori heliosentris yang gigih. Kepler banyak mengkhususkan perhatiannya untuk mempelajari gerak planet.
Diperlengkapi dengan tabel-tabel pengamatan gerakan planet yang disusun oleh Brahe, Kepler mempelajari gerakan kosmis dan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang dilihat. Selain jenius dalam soal angka, ia juga mempunyai tekad yang kuat dan rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Kesanggupannya yang luar biasa untuk bekerja dibuktikan oleh ke-7200 perhitungan rumit yang ia rampungkan sewaktu mempelajari tabel-tabel pengamatan tentang Mars.
Mengenai kedudukan planet-planet, Johannes Kepler mendasarkan pemahamannya pada filsafat dan matematika bangsa Yunani Kuno. Gagasan ini diungkapkan dalam buku yang berjudul “Mysterium Cosmographycum”, yang diterbitkan pada tahun 1595. dalam buku itu banyak gagasan kelak terbukti tidak benar tentunya hal ini sangat wajar dalam perkembangan suatu ilmu pengetahuan. Tetapi buku ini telah berhasil menarik perhatian para ilmuwan lkain. Misalnya ahli astronomi dari Denmark yang bernama Tycho Brahe. Tycho Brahe sangat kagum dan tertarik pada kemampuan Johannes Kepler dibidang matematika juga keinginannya untuk menerapkan hukum matematika pada astrologi. Mulai saat itulah Tycho mengajak Johannes Kepler menjadi satu tim dalam usaha akbar tersebut.
Pada tahun 1600, Kepler bergabung dengan Tycho di Observatoriumnya di Praha. Saat itu Johannes Kepler ditugaskan untuk meneliti lintasan planet Mars. Dan pada tanggal 17 Oktober 1904 Kepler mengamati Bintang Super Nova yang disebut “Bintang Kepler” Setelah Johannes Kepler mempunyai akses yang kuat untuk meneliti orbit setiap planet secara ilmiah, hasil penelitian ilmiahnya itu sampai pada kesimpulan bahwa “Mars berputar menurut orbit elips, dan matahari menduduki salah satu kedua fokusnya”. Padahal para ilmuwan lain mengatakan bahwa orbit setiap planet adalah berbentuk lingkaran atau gabungan lingkaran. Di sinilah kita melihat ternyata Johannes Kepler punya pendirian yang kuat yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun yang berada disekitarnya. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam sebuah buku yang berjudul “The Stella Nova” tahun 1906, dan “Astronomia Nova” yang di terbitkan pada tahun 1609.
Johannes Kepler adalah ilmuwan yang sangat menyadari bahwa semua temuannya tidak pernah lepas dari interverensi Allah. Ia mampu melakukan semua penelitian yang menggemparkan itu bukan karena kehebatannya semata-mata melainkan atas anugrah Allah yang memampukannya melakukan semua itu, dan Planet Mars-lah yang pertama-tama menarik perhatian Kepler. Setelah dengan seksama mempelajari tabel-tabl itu, tersingkaplah bahwa Mars mengorbit matahari tetapi bukan dalam lingkaran sempurna. Satu-satunya bentuk orbit yang cocok dengan pengamatan itu ialah bentuk elips (lonjong) dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Akan tetapi, Kepler sadar bahwa kunci untuk menyibakkan rahasia langit bukanlah Mars, melainkan Planet Bumi.
Sekarang, Kepler mengerti bahwa matahari bukan sekedar pusat dari tata surya. Matahari juga berfungsi seperti sebuah magnet, berputar pada porosnya dan mempengaruhi gerakan planet-planet. Caspar menulis “ini adalah konsep yang benar-benar baru yang sejak saat itu memandu ia dalam risetnya dan menuntunnya ke penemuan hukum-hukumnya”. Bagi Kepler, semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diatur oleh serangkaian hukum yang beragam. Apa yang telah ia pelajari dari Planet Mars dan Bumi pasti berlaku juga atas semua planet. Jadi, ia menyimpulkan bahwa setiap planet mengitari matahari dalam orbit elips pada kecepatan yang bervariasi sesuai dengan jaraknya dari matahari.
Pada tahun 1609, Kepler menerbitkan buku dengan judul “New Astronomy” (Astronomi Baru), yang diakui sebagai buku astronomi modern yang pertama dan salah satu buku terpenting yang pernah ditulis tentang subjek itu. Mahakarya ini memuat dua hukum Kepler yang pertama tentang planet dimana “tiap planet bergerak mengitari matahari dalam orbit oval atau elips dengan matahari pada satu fokus”. Hukumnya yang ke dua “Planet bergerak lebih cepat ketika berada lebih dekat dengan matahari”. Dan hukumnya yang ketiga diterbitkan melalui buku Harmonies of the World (Keharmonisan Dunia) pada tahun 1619 sewaktu ia tingga di Linz, Austria, dimana “Makin jauh jarak sebuah planet dari matahari maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran”.
Reaksi para astronom rekan-rekan Kepler, mereka tidak memahami betapa pentingnya hukum Kepler itu. Bahkan ada yang sama sekali tidak percaya. Mungkin mereka tidak dapat sepenuhnya dipersalahkan. Kepler telah menyelubungi karyanya dengan suatu prosa Latin yang sulit dipahami laksana lapisan awan tebal yang menyelubungi Venus yang nyaris tak terhembus, tetapi, seraya waktu berlalu hukum-hukum Kepler akhirnya di akui.
Pada tahun 1611, Kepler mengemukakan cara untuk meningkatkan kemampuan teleskop dengan menggunakan dua lensa cembung. Ia juga menunjukkan bahwa cermin parabolic dapat memfokuskan cahaya datang sejajar. Hal ini ditulis dalam bukunya yang berjudul “Dioptrice”. Dan pada tahun 1619, Kepler menerbitkan bukunya yang berjudul “Harmonices Mudi Libri V” atau “lima buku tentang Kesetimbangan Dunia”.
Pada tahun 1627, ia menerbitkan buku dengan judul “Rudolphine Tables (Tabel-Tabel Rudolphin), yang ia anggap sebagai karya utamanya dibidang astronomi. Tidak seperti buku-buku terdahulu, buku ini diberi acungan jempol dimana-mana, dan segera menjadi buku wajib bagi para astronomi dan navigator. Akhirnya pada tanggal 15 November 1630, kepler meninggal dunia di Regensburg, Jerman. Salah seorang kolega Kepler tak henti-hentinya mengagumi Kepler yang katanya memiliki ilmu yang begitu kokoh dasarnya dan pengetahuan yang begitu kaya tentang rahasia yang paling sulit dipahami dan diungkap. Suatu penghormatan yang pantas diberikan untuk pria yang menyibak rahasia tata surya.
D. Aplikasi Konsep yang Ditemukan
1. Pada bidang Astronomi, hukum Kepler dijadikan acuan dalam mempelajari sistem Tata Surya.
2. Teleskop dengan menngunakan dua lensa cembung dapat melihat benda-benda diangkasa.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
1. Pada bidang Astronomi dengan mengacu pada hukum Kepler ketiga bahwa makin jauh jarak sebuah planet dari matahari maka semakin banyak waktu untuk meneyelesaikan satu putaran, kita dapat menyikapi bahwa dimana planet Bumi semakin dekat dengan matahari yang mengakibatkan naiknya suhu serta keadaan cuaca yang berubah dengan melihat waktu bulan dilangit lebih cepat dibandingkan dibumi yang berdampak kelalaian bagi para ulama dalam menentukan hari raya idul fitri.
2. Pada bidang Optik, dimana teleskop dengan menggunakan dua lensa cembung dapat melihat benda-benda diluar angkasa, dan kemungkinan dengan menggunakan lebih dari dua lensa kita dapat melihat lebih dekat benda-benda yang berada diangkasa seraya kita berada pada objek yang kita lihat.
Johannes Kepler lahir pada tanggal 27 Desember tahun 1571 di kota Weil der Stadt, sebuah kota kecil di pinggiran Hutan Hitam, Jerman, ia tinggal di Baden-Wurttemberg, Styria, Bohemia, Upper Austria. Meskipun keluarganya miskin, beasiswa dari para bangsawan lokkal memungkinkan Johannes mendapatkan pendidikan yang baik. Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Tubingen untuk memperoleh Gelar Serjana Muda tahun 1588 dan Gelar Serjana penuh selama tiga tahun tepatnya pada tahun 1591.
Johannes Kepler adalah seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, ia adalah seorang astronomi jerman, matematika dan astrolog. Dia sangat dikenal melalui hukum pergerakan planetnya. Dia kadang dirujuk sebgai “astrofisikawan teoritical pertama”, meski Carl Sagan juga memanggilnya sebagai ahli astrolog ilmiah terakhir.
Pada usia 29 tahu, Johannes Kepler menjadi matematikawan kekaisaran untuk kaisar Romawi Suci, beserta ahli astrologi kerajaan jendral Wallenstein, suatu jabatan yang ia pegang hingga akhir hayatnya. Kepler juga seorang Profesor matematika di Universitas Graz. Karir Kepler juga bersamaan dengan karir Galilei Galileo. Pada awal karirnya, kepler adalah asisten Tycho Brahe.
Kepler sangat dihargai bukan hanya dalam bidang matematika, ia menjadi sangat dikenal dibidang Optik dan astronomi. Kepler, meski perawakannya kecil, memiliki kecerdasan yang memukau dan juga kepribadian yang gigih, ia didiskriminasi sewaktu ia dipaksa untuk pindah agama ke Katolik Roma, sekalipun di bawah tekanan hebat.
Sepanjang kehidupannya, Kepler adalah seorang Lutheran yang mengalami penganiayaan dan prasangka agama. Ia dipaksa keluar dari Graz yang berarti kehilangan segala sesuatu dan menjadi kesukarannya, sebab ia menolak untuk menganut agama Katolik Roma. Di Benartky, ia sekali lagi dibujuk untuk berganti agama, tetapi Kepler menolak menyembah kepala patung dan Santo, menurutnya praktek semacam ini adalah pekerjaan iblis. Di Linz, ketidaksepakatan dengan rekan-rekannya dari Lutheran yang mempercayai bahwa Allah ada dimana-mana membuat ia dikucilkan dari perjamuan malam mereka. Intoleransi keagamaan sangat memuakkan bagi Kepler, yang yakin bahwa keharmonisan diantara planet-planetnya dan rela menderita. “Menderita bersama banyak saudara demi agama kemuliaan kristus dengan bertekun menghadapi bahaya dan aib, harus meninggalkan rumah, ladang, sahabat, dan kampung halaman, seseorang belum pernah terpikirkan oleh siapa saya bahwa ini bisa menjadi pengalaman yang sedemikian memuaskan.
B. Konsep Penemuannya
Kepler adalah penemu hukum Kepler, teleskop Kepler, penyusun katalog bintang, serta dijuluki optika modern, bapak astronomi modern dan penemu Nova (bintang meledak). Ia merupakan salah satu seorang pendukung teori Copernicus.
Untuk memperoleh manfaat sepenuhnya dari kumpulan pengamatan Brahe tentang planet, Kepler perlu lebih banyak memahami tentang pembiasan cahaya.
Bidang yang diguluti oleh kepler bukanlah Optik melainkan astronomi. Para astronom masa awal yakin bahwa langit adalah bulatan kosong dengan bintang-bintang yang menempel dibagian dalamnya seperti berlian yang berkilau. Ptolemaus menganggap bumi sebagai pusat alam semesta, sedangkan Copernicus yakin bahwa planet-planet semuanya mengitari matahari yang telah bergerak. Brahe memperkirakan bahwa planet-planet lain berputar mengelilingi matahari, yang selanjutnya mengorbit bumi. Karena berbeda dengan bumi, semua planet lainnya adalah benda langit, benda-benda ini dianggap sempurna. Satu-satunya bentuk gerakan yang dianggap cocok untuk planet-planet itu ialah bentuk lingkaran sempurna, setiap planet bergerak dengan kecepatan konstan. Berkat penemuannya mengenai lintasan planet, nama Kepler diabadikan dalam hukum Kepler.
C. Pengembangan Konsep
Kepler belajar teologi sejak tahun 1589 di Tubungen, tempat Michael Mastlin (guru besar ilmu pasti dan astronomi) yang membimbingnya untuk mendalami karya Copernicus. Dengan demikian, Kepler menjadi penganut teori heliosentris yang gigih. Kepler banyak mengkhususkan perhatiannya untuk mempelajari gerak planet.
Diperlengkapi dengan tabel-tabel pengamatan gerakan planet yang disusun oleh Brahe, Kepler mempelajari gerakan kosmis dan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang dilihat. Selain jenius dalam soal angka, ia juga mempunyai tekad yang kuat dan rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Kesanggupannya yang luar biasa untuk bekerja dibuktikan oleh ke-7200 perhitungan rumit yang ia rampungkan sewaktu mempelajari tabel-tabel pengamatan tentang Mars.
Mengenai kedudukan planet-planet, Johannes Kepler mendasarkan pemahamannya pada filsafat dan matematika bangsa Yunani Kuno. Gagasan ini diungkapkan dalam buku yang berjudul “Mysterium Cosmographycum”, yang diterbitkan pada tahun 1595. dalam buku itu banyak gagasan kelak terbukti tidak benar tentunya hal ini sangat wajar dalam perkembangan suatu ilmu pengetahuan. Tetapi buku ini telah berhasil menarik perhatian para ilmuwan lkain. Misalnya ahli astronomi dari Denmark yang bernama Tycho Brahe. Tycho Brahe sangat kagum dan tertarik pada kemampuan Johannes Kepler dibidang matematika juga keinginannya untuk menerapkan hukum matematika pada astrologi. Mulai saat itulah Tycho mengajak Johannes Kepler menjadi satu tim dalam usaha akbar tersebut.
Pada tahun 1600, Kepler bergabung dengan Tycho di Observatoriumnya di Praha. Saat itu Johannes Kepler ditugaskan untuk meneliti lintasan planet Mars. Dan pada tanggal 17 Oktober 1904 Kepler mengamati Bintang Super Nova yang disebut “Bintang Kepler” Setelah Johannes Kepler mempunyai akses yang kuat untuk meneliti orbit setiap planet secara ilmiah, hasil penelitian ilmiahnya itu sampai pada kesimpulan bahwa “Mars berputar menurut orbit elips, dan matahari menduduki salah satu kedua fokusnya”. Padahal para ilmuwan lain mengatakan bahwa orbit setiap planet adalah berbentuk lingkaran atau gabungan lingkaran. Di sinilah kita melihat ternyata Johannes Kepler punya pendirian yang kuat yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun yang berada disekitarnya. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam sebuah buku yang berjudul “The Stella Nova” tahun 1906, dan “Astronomia Nova” yang di terbitkan pada tahun 1609.
Johannes Kepler adalah ilmuwan yang sangat menyadari bahwa semua temuannya tidak pernah lepas dari interverensi Allah. Ia mampu melakukan semua penelitian yang menggemparkan itu bukan karena kehebatannya semata-mata melainkan atas anugrah Allah yang memampukannya melakukan semua itu, dan Planet Mars-lah yang pertama-tama menarik perhatian Kepler. Setelah dengan seksama mempelajari tabel-tabl itu, tersingkaplah bahwa Mars mengorbit matahari tetapi bukan dalam lingkaran sempurna. Satu-satunya bentuk orbit yang cocok dengan pengamatan itu ialah bentuk elips (lonjong) dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Akan tetapi, Kepler sadar bahwa kunci untuk menyibakkan rahasia langit bukanlah Mars, melainkan Planet Bumi.
Sekarang, Kepler mengerti bahwa matahari bukan sekedar pusat dari tata surya. Matahari juga berfungsi seperti sebuah magnet, berputar pada porosnya dan mempengaruhi gerakan planet-planet. Caspar menulis “ini adalah konsep yang benar-benar baru yang sejak saat itu memandu ia dalam risetnya dan menuntunnya ke penemuan hukum-hukumnya”. Bagi Kepler, semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diatur oleh serangkaian hukum yang beragam. Apa yang telah ia pelajari dari Planet Mars dan Bumi pasti berlaku juga atas semua planet. Jadi, ia menyimpulkan bahwa setiap planet mengitari matahari dalam orbit elips pada kecepatan yang bervariasi sesuai dengan jaraknya dari matahari.
Pada tahun 1609, Kepler menerbitkan buku dengan judul “New Astronomy” (Astronomi Baru), yang diakui sebagai buku astronomi modern yang pertama dan salah satu buku terpenting yang pernah ditulis tentang subjek itu. Mahakarya ini memuat dua hukum Kepler yang pertama tentang planet dimana “tiap planet bergerak mengitari matahari dalam orbit oval atau elips dengan matahari pada satu fokus”. Hukumnya yang ke dua “Planet bergerak lebih cepat ketika berada lebih dekat dengan matahari”. Dan hukumnya yang ketiga diterbitkan melalui buku Harmonies of the World (Keharmonisan Dunia) pada tahun 1619 sewaktu ia tingga di Linz, Austria, dimana “Makin jauh jarak sebuah planet dari matahari maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran”.
Reaksi para astronom rekan-rekan Kepler, mereka tidak memahami betapa pentingnya hukum Kepler itu. Bahkan ada yang sama sekali tidak percaya. Mungkin mereka tidak dapat sepenuhnya dipersalahkan. Kepler telah menyelubungi karyanya dengan suatu prosa Latin yang sulit dipahami laksana lapisan awan tebal yang menyelubungi Venus yang nyaris tak terhembus, tetapi, seraya waktu berlalu hukum-hukum Kepler akhirnya di akui.
Pada tahun 1611, Kepler mengemukakan cara untuk meningkatkan kemampuan teleskop dengan menggunakan dua lensa cembung. Ia juga menunjukkan bahwa cermin parabolic dapat memfokuskan cahaya datang sejajar. Hal ini ditulis dalam bukunya yang berjudul “Dioptrice”. Dan pada tahun 1619, Kepler menerbitkan bukunya yang berjudul “Harmonices Mudi Libri V” atau “lima buku tentang Kesetimbangan Dunia”.
Pada tahun 1627, ia menerbitkan buku dengan judul “Rudolphine Tables (Tabel-Tabel Rudolphin), yang ia anggap sebagai karya utamanya dibidang astronomi. Tidak seperti buku-buku terdahulu, buku ini diberi acungan jempol dimana-mana, dan segera menjadi buku wajib bagi para astronomi dan navigator. Akhirnya pada tanggal 15 November 1630, kepler meninggal dunia di Regensburg, Jerman. Salah seorang kolega Kepler tak henti-hentinya mengagumi Kepler yang katanya memiliki ilmu yang begitu kokoh dasarnya dan pengetahuan yang begitu kaya tentang rahasia yang paling sulit dipahami dan diungkap. Suatu penghormatan yang pantas diberikan untuk pria yang menyibak rahasia tata surya.
D. Aplikasi Konsep yang Ditemukan
1. Pada bidang Astronomi, hukum Kepler dijadikan acuan dalam mempelajari sistem Tata Surya.
2. Teleskop dengan menngunakan dua lensa cembung dapat melihat benda-benda diangkasa.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
1. Pada bidang Astronomi dengan mengacu pada hukum Kepler ketiga bahwa makin jauh jarak sebuah planet dari matahari maka semakin banyak waktu untuk meneyelesaikan satu putaran, kita dapat menyikapi bahwa dimana planet Bumi semakin dekat dengan matahari yang mengakibatkan naiknya suhu serta keadaan cuaca yang berubah dengan melihat waktu bulan dilangit lebih cepat dibandingkan dibumi yang berdampak kelalaian bagi para ulama dalam menentukan hari raya idul fitri.
2. Pada bidang Optik, dimana teleskop dengan menggunakan dua lensa cembung dapat melihat benda-benda diluar angkasa, dan kemungkinan dengan menggunakan lebih dari dua lensa kita dapat melihat lebih dekat benda-benda yang berada diangkasa seraya kita berada pada objek yang kita lihat.
Hendrik Anton Lorente
A. Sejarah Hidup
Hendrik Antoon Lorentz(1853-1928) ialah fisikawan Belanda yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika bersama dengan Pieter Zeeman pada tahun 1902.
Hendrik Anton Lorentz dilahirkan pada tanggal 18 juli 1853 di Arnhem, Belanda. H.A. Lorentz merupakan keturunan Jerman dan Belanda. Pada umur 13 tahun Lorentz masuk sekolah menengah setelah melalui sekolah dasar yang selalu mendapat juara pertama. Pada sekolah menengah ia langsung duduk di kelas tiga. Pada umur 17 tahun ia menjadi mahasiswa di Universitas Leiden. Hanya satu tahun ia sudah mendapatkan diploma sarjana Selence dengan predikat “Magna cum laude”. Pada tahun 1875 ia memperoleh gelar Doktor dengan tesis yang membicarakan tentang pemantulan dan pembiasan cahaya dalam hal teori elektromagnetik. Ia lulus dengan predikat “Magna cum Laude”. Tesis doctor Lorentz diilhami oleh hasil-hasil penemuan dari Maxwell sebelumnya.
Pada tahun 1877 ia diangkat menjadi guru besar fisika pada Universitas Leiden. Tahun 1892 Lorentz mengemukakan teori elektron yang berpengaruh besar terhadap perkembangan fisika, terutama fisika teori. Tahun 1895 ia menerbitkan penelitiannya mengenai perubahan bentuk suatu benda yang diakibatkan oleh geraknya dengan kecepatan V melalui eter.
Pada tahun 1902 Lorentz mendapat hadiah nobel dalam bidang fisika untuk penelitiannya bersama P. Zeeman tentang pengaruh magnetisme terhadap fenomena radiasi. Tahun 1904 ia mengemukakan teorinya yang sekarang kita kenal dengan nama “Transformasi Lorentz”. Pada tahun 1925 ia mendapat gelar Doktor Honorius Causa dalam bidang kedokteran.
Pada tanggal 10 Februari 1928 Lorentz meninggal di Maarlem. Kegiatan telegraf dan telepon negara Belanda dihentikan selama tiga menit untuk penghormatan terakhir pada saat pemakaman Lorentz berlangsung.
B. Konsep yang ditemukan
Pada tahun 1878, Lorentz meneruskan pekerjaanya untuk menyederhanakan teori Maxwell dan memperkenalkan gagasan bahwa medan elektromagnetik ditimbulkan oleh muatan listrik pada tingkat atom. Beliau mengemukakan bahwa pemancaran cahaya oleh atom dan segala jenis optik dapat dirunut ke gerak dan interaksi energi atom.
Tahun 1892 Lorentz mengemukakan teori elektron yang berpengaruh besar terhadap perkembangan fisika, terutama fisika teori. Pada tahun 1895, Lorentz mendapatkan seperangkat persamaan yang mentransformasikan kuantitas elektromagnetik dari suatu kerangka acuan ke kerangka acuan lain yang bergerak relatif terhadap yang pertama meski pentingnya penemuan itu baru disadari 10 tahun kemudian saat Albert Einstein mengemukakan teori relativitas khususnya. Teori ini dikenal dengan nama “Transformasi Lorentz”.
Pada tahun 1904 Lorentz mengemukakan transformasi-transformasi yang betul dan menerbitkan sebilangan hasil daripada transformasi-transformasi itu, seperti perubahan jisim dengan halaju. Beliau juga menerbitkan penelitianya mengenai perubahan bentuk suatu benda yang diakibatkan oleh geraknya dengan kecepatan V melalui eter. Dalam hal ini beliau mendukung hipotesis Fitzgorald yang menyatakan bahwa benda itu akan menyusut dengan factor.
Teori ini yang kini dikenal sebagai Teori Eter Lorentz (LET). Lorentz juga menentukan gaya magnetik yang terjadi pada penghantar arus listrik dan berada dalam medan magnetic atau biasa disebut dengan ‘gaya Lorentz’. Yang besar dari gaya lorentz dirumuskan:
F = i . l . B
Dimana : F = gaya lorentz (Newtom)
i = kuat arus (Ampere)
l = panjang kawat (Meter)
B = medan magnet (weber/m¬¬2)
C. Pengembangan Konsep
Penggunaan transformasi Lorentz menghasilkan formula penjumlahan kecepatan baru yang ternyata sesuai dengan teorema penambahan kecepatan eksperimen Fizeau, (padahal Fizeau sendiri telah mengamati fenomena ini sekitar setengah abad sebelum Einstein tertarik pada relativitas.) Formula ini menghasilkan kecepatan total yang maksimal sama dengan c, sehingga kecepatan cahaya selalu sama dengan c tanpa memperdulikan kecepatan gerak sumber. Untuk kasus dengan kecepatan-kecepatan yang jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya, transformasi Lorentz tereduksi menjadi transformasi Galilean yang cocok dengan pengamatan fisika klasik
Jadi transformasi ini dapat memecahkan problem ketidakcocokan semu antara prinsip relativitas dan konstannya kecepatan cahaya. Namun kosenkuesinya adalah, waktu tidak lagi bersifat tegar, melainkan menjadi suatu variabel elastik yang dapat berubah sesuai dengan kecepatan relatif kedua kerangka acuan.
Pada tahun 1896, salah satu mahasiswa Pieter Zeeman menemukan bahwa garis spekral atom dalam medan magnet akan terpecah menjadi beberapa komponen yang frekuensinya agak berbeda. Hal tersebut membenarkan pekerjaan lorentz sehingga mereka berdua dianugrahi Nobel pada tahun 1902. Teori Lorentz juaga dikembangkan oleh Clerk Maxwell yang menemukan sifat elektromagnetik cahaya yang dikenal dengan persamaan Maxwell
Dengan definisi yang lebih akurat dikatakan bahwa waktu tidak lagi memainkan peranan sebagai variabel independen, melainkan telah terkopel ke dalam ruang. Ruang dan waktu bersatu. Rumusan massa dan energi yang sebelumnya terpisah juga menjadi satu,formula E=mc2 diturunkan langsung dari transformasi tersebut. Formula tersebut sudah mendapat cukup banyak dukungan eksperimental terutama dari reaksi transformasi nuklir.Dan teori ini dikembangkan oleh Einsten.
D. Aplikasi Konsep
Aplikasi transformasi Lorentz melahirkan formula penjumlahan kecepatan yang ternyata sesuai dengan teorema penembahan kecepatan Fizeau. Formula ini membatasi kecepatan total maksimal sebesar c sehingga kecepatan cahaya selalu sama dengan c tanpa mengidahkan gerak sumber.
Aplikasi gaya magnetik yang sederhana banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada motor listrik contohnya pada mixer, CD player, kipas angin, computer,dan menjumpai pula pada galvanometer yang merupakan komponen dasar amperemeter dan voltmeter.
E. Pengembangan Konsep Masa Depan
Dengan konsep yang dikemukakan di atas maka kelak, kita dapat menghidupkan komputer tanpa aliran listrik. Handphone dan laptop pun bisa dioperasikan tanpa harus direpotkan oleh ada-tidaknya listrik atau aktif-tidaknya baterai.
Hendrik Antoon Lorentz(1853-1928) ialah fisikawan Belanda yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika bersama dengan Pieter Zeeman pada tahun 1902.
Hendrik Anton Lorentz dilahirkan pada tanggal 18 juli 1853 di Arnhem, Belanda. H.A. Lorentz merupakan keturunan Jerman dan Belanda. Pada umur 13 tahun Lorentz masuk sekolah menengah setelah melalui sekolah dasar yang selalu mendapat juara pertama. Pada sekolah menengah ia langsung duduk di kelas tiga. Pada umur 17 tahun ia menjadi mahasiswa di Universitas Leiden. Hanya satu tahun ia sudah mendapatkan diploma sarjana Selence dengan predikat “Magna cum laude”. Pada tahun 1875 ia memperoleh gelar Doktor dengan tesis yang membicarakan tentang pemantulan dan pembiasan cahaya dalam hal teori elektromagnetik. Ia lulus dengan predikat “Magna cum Laude”. Tesis doctor Lorentz diilhami oleh hasil-hasil penemuan dari Maxwell sebelumnya.
Pada tahun 1877 ia diangkat menjadi guru besar fisika pada Universitas Leiden. Tahun 1892 Lorentz mengemukakan teori elektron yang berpengaruh besar terhadap perkembangan fisika, terutama fisika teori. Tahun 1895 ia menerbitkan penelitiannya mengenai perubahan bentuk suatu benda yang diakibatkan oleh geraknya dengan kecepatan V melalui eter.
Pada tahun 1902 Lorentz mendapat hadiah nobel dalam bidang fisika untuk penelitiannya bersama P. Zeeman tentang pengaruh magnetisme terhadap fenomena radiasi. Tahun 1904 ia mengemukakan teorinya yang sekarang kita kenal dengan nama “Transformasi Lorentz”. Pada tahun 1925 ia mendapat gelar Doktor Honorius Causa dalam bidang kedokteran.
Pada tanggal 10 Februari 1928 Lorentz meninggal di Maarlem. Kegiatan telegraf dan telepon negara Belanda dihentikan selama tiga menit untuk penghormatan terakhir pada saat pemakaman Lorentz berlangsung.
B. Konsep yang ditemukan
Pada tahun 1878, Lorentz meneruskan pekerjaanya untuk menyederhanakan teori Maxwell dan memperkenalkan gagasan bahwa medan elektromagnetik ditimbulkan oleh muatan listrik pada tingkat atom. Beliau mengemukakan bahwa pemancaran cahaya oleh atom dan segala jenis optik dapat dirunut ke gerak dan interaksi energi atom.
Tahun 1892 Lorentz mengemukakan teori elektron yang berpengaruh besar terhadap perkembangan fisika, terutama fisika teori. Pada tahun 1895, Lorentz mendapatkan seperangkat persamaan yang mentransformasikan kuantitas elektromagnetik dari suatu kerangka acuan ke kerangka acuan lain yang bergerak relatif terhadap yang pertama meski pentingnya penemuan itu baru disadari 10 tahun kemudian saat Albert Einstein mengemukakan teori relativitas khususnya. Teori ini dikenal dengan nama “Transformasi Lorentz”.
Pada tahun 1904 Lorentz mengemukakan transformasi-transformasi yang betul dan menerbitkan sebilangan hasil daripada transformasi-transformasi itu, seperti perubahan jisim dengan halaju. Beliau juga menerbitkan penelitianya mengenai perubahan bentuk suatu benda yang diakibatkan oleh geraknya dengan kecepatan V melalui eter. Dalam hal ini beliau mendukung hipotesis Fitzgorald yang menyatakan bahwa benda itu akan menyusut dengan factor.
Teori ini yang kini dikenal sebagai Teori Eter Lorentz (LET). Lorentz juga menentukan gaya magnetik yang terjadi pada penghantar arus listrik dan berada dalam medan magnetic atau biasa disebut dengan ‘gaya Lorentz’. Yang besar dari gaya lorentz dirumuskan:
F = i . l . B
Dimana : F = gaya lorentz (Newtom)
i = kuat arus (Ampere)
l = panjang kawat (Meter)
B = medan magnet (weber/m¬¬2)
C. Pengembangan Konsep
Penggunaan transformasi Lorentz menghasilkan formula penjumlahan kecepatan baru yang ternyata sesuai dengan teorema penambahan kecepatan eksperimen Fizeau, (padahal Fizeau sendiri telah mengamati fenomena ini sekitar setengah abad sebelum Einstein tertarik pada relativitas.) Formula ini menghasilkan kecepatan total yang maksimal sama dengan c, sehingga kecepatan cahaya selalu sama dengan c tanpa memperdulikan kecepatan gerak sumber. Untuk kasus dengan kecepatan-kecepatan yang jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya, transformasi Lorentz tereduksi menjadi transformasi Galilean yang cocok dengan pengamatan fisika klasik
Jadi transformasi ini dapat memecahkan problem ketidakcocokan semu antara prinsip relativitas dan konstannya kecepatan cahaya. Namun kosenkuesinya adalah, waktu tidak lagi bersifat tegar, melainkan menjadi suatu variabel elastik yang dapat berubah sesuai dengan kecepatan relatif kedua kerangka acuan.
Pada tahun 1896, salah satu mahasiswa Pieter Zeeman menemukan bahwa garis spekral atom dalam medan magnet akan terpecah menjadi beberapa komponen yang frekuensinya agak berbeda. Hal tersebut membenarkan pekerjaan lorentz sehingga mereka berdua dianugrahi Nobel pada tahun 1902. Teori Lorentz juaga dikembangkan oleh Clerk Maxwell yang menemukan sifat elektromagnetik cahaya yang dikenal dengan persamaan Maxwell
Dengan definisi yang lebih akurat dikatakan bahwa waktu tidak lagi memainkan peranan sebagai variabel independen, melainkan telah terkopel ke dalam ruang. Ruang dan waktu bersatu. Rumusan massa dan energi yang sebelumnya terpisah juga menjadi satu,formula E=mc2 diturunkan langsung dari transformasi tersebut. Formula tersebut sudah mendapat cukup banyak dukungan eksperimental terutama dari reaksi transformasi nuklir.Dan teori ini dikembangkan oleh Einsten.
D. Aplikasi Konsep
Aplikasi transformasi Lorentz melahirkan formula penjumlahan kecepatan yang ternyata sesuai dengan teorema penembahan kecepatan Fizeau. Formula ini membatasi kecepatan total maksimal sebesar c sehingga kecepatan cahaya selalu sama dengan c tanpa mengidahkan gerak sumber.
Aplikasi gaya magnetik yang sederhana banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada motor listrik contohnya pada mixer, CD player, kipas angin, computer,dan menjumpai pula pada galvanometer yang merupakan komponen dasar amperemeter dan voltmeter.
E. Pengembangan Konsep Masa Depan
Dengan konsep yang dikemukakan di atas maka kelak, kita dapat menghidupkan komputer tanpa aliran listrik. Handphone dan laptop pun bisa dioperasikan tanpa harus direpotkan oleh ada-tidaknya listrik atau aktif-tidaknya baterai.
Nicolas Leonard Sa’di Carnot
A. Sejarah Hidup
Nicolas Leonard Sadi Carnot lahir di Paris Perancis pada tanggal 1 Juni tahun 1976. Ia adalah seoran fisikawan perancis. Ayahnya adalah Lazare Carnot. Seorang ilmuwan, perwira dan politikus. Nicolas Leonard Sadi Carnot dinamai seorang penyair asal Persia Sa’di. Dibawah bimbingan sang ayah, Sadi Carnot mulai menunjukan bakat besarnya ia dikirim ke Lycee Charlemagne di Paris guna mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk Ecole Polytechnique, yang juga terletak di Paris. Umur 16 tahun usia yang minimum masuk Ecole, Carnot mulai belajar di Ecole. Nama – nama terkenal seperti poisson, Ampere dan Arago adalah beberapa gurunya. Disini Carnot menjadi satu kelas dengan chasles yang akan menjadi teman akrab sepanjang hidupnya. Carnot lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus ia menggalang gerakan mahasiswa menentang kebijakan Napoleon. Setelah lulus, Carnot melanjutkan studi di Ecole du genie di Metz dan selama dua tahun mempelajari rekayasa militer.
Tahun 1815. Napoleon pulang dari tempat penahanannya dan membentuk pemerintahan yang lazim disebut dengan peraturan seratus hari. Napoleon kembali mengangkat Lazare (ayah Nicolas Carnot) menjadi menteri dalam negeri dan menempatkan Sadi Carnot pada posisi yang sulit dalam akademi militer karena posisi ayahnya relative tinggi. Oktober 1815, Napoleon menderita kekalahan, dan Lazare melarikan diri ke Jerman dan tidak pernah lagi menginjakan kakinya ke bumi Perancis lagi.
Nicolas Carnot hidup terlunta – lunta, karir dalam bidang militer untuk sadi seiring dengan mengungsinya sang ayahanda ke Jerman. Nasib sadi makin tak jelas. Pindah dari satu kota ke kota lain, mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya , memereiksa persiapan dan peralatan di benteng – benteng, membuat gambar – gambar dan menulis laporan tidak pernah diperolehnya.Nasibnya tidak membaik karena semua surat rekomendasinya dianggap sebagai angin lalu belaka. Tidak puas dengan situasi ini, Sadi memutuskan untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan dengan mendaftar, sebelum akhirnya diterima untuk bergabung dalam Korps Staf Umum yang berkedudukan di Paris. Menerima gaji hanya setengah, tinggal dibekas apartemen orang tuanya di Paris, dan sewaktu – waktu siap menerima panggilan militer. Dalam banyak waktu luang ini, Sadi mengikuti berbagai kursus yang diselenggarakan di Paris, termasuk di Sorbonne dan Perancis College. Nicolas Sadi Carnot meninggal dunia dalam usia yang relative muda, pada usia 36 tahun karena menderita penyakit kolera.
B. Sejarah Penemuan Konsep
Nicolas Carnot menemukan dan merumuskan hokum kedua termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin yang mengubah energi panas kedalam bentuk energi lain. Misalnya energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot) atau biasa disebut mesin Carnot. Mesin Carnot adalah sebuah mesin kalor dengan cara memindahkan energi dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis. Penemuan ini berawal dari ketertarikan dari Nicolas Carnot dengan mesin uap, pada saat Sadi Carnot menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya, Hippolyte Carnot, tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan anaknya ini, selain melepas rindu juga banyak berdiskusi tentang mesin uap. Mesin uap dari revolusi industri Inggris mulai menjamur.Sepulang dari reuni ini, Sadi dengan penuh antusias berusaha mengembangkan teori tentang mesin uap. Sesampainya di Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu memulai mengerjakan teori tentang kalor (panas) dan membantu menjabarkan teori termodinamika modern. Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana merancang mesin uap dengan baik? Tenaga Uap mempunyai banyak manfaat : mengeringkan air dalam pertambangan, mengangkat air dari sungai untuk irigasi, menggiling biji-bijian, memintal benang tapi saat itu belum efisien. Jaman ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris karena belum ada insinyur dan designer mesin perancis yang memahaminya. Mesin-mesin buatan Inggris sudah dilengkapi dengan spesifiksi : jenis/tipe mesin, mesin tekana tinggi/rendah.
C. Pengembangan Konsep
Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotesis yang beroperasi dalam suatu siklus reversibel yang disebut siklus Carnot. Model dasar mesin ini dirancang oleh Nicolas Leonard Sadi Carnot, seorang insinyur militer perancis pada tahun 1824. Model mesin Carnot kemudia dikembangkan secara grafis oleh Emile Clapeyron, dan diuraikan secara matematis oleh Rudolf Clausiusdan Clapeyron. Setiap system termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus termodinamika terjadi ketika suatu system mengalami rangkaian keadaan – keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Dalam melalui proses siklus ini, system tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya, sehingga disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan memindahkan energi dari daerah yang lebih panas kedaerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis.Sistem yang bekerja sebaliknya, dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih dingin kenergi panas.
D. Aplikasi Konsep
Temuan dari hasil pemikiran carnot diaplikasikan dalam berbagai bidang yang kemudian digunakan secara luas sampai saat ini diantaranya :
- Pesawat pendingin misalnya : kulkas, air conditioner (AC) yang menggunakan daur kalor yang
Menghasilkan kerja terhadap zat.
- Motor bakar misalnya : mesin mobil, generator listrik.
E. Pengembangan konsep kedepan
Mesin carnot mempunyai beberapa kelemahan diantaranya :
- Terjadinya tekanan yang sangat tinggi dan volume yang sangat besar karena kenaikan tekanan
terjadi pada saat proses pelepasan panas.
- Proses pindah panas dengan menggunakan gas yaitu sebuah media yang mempunyai kapasitas
Panas tertentu dan terbatas.
Dari kelemahan mesin carnot tersebut diharapkan ada ilmuwan fisika yang menyempurnakan
Kekurangan pada mesin carnot menjadi lebih baik lagi.
Nicolas Leonard Sadi Carnot lahir di Paris Perancis pada tanggal 1 Juni tahun 1976. Ia adalah seoran fisikawan perancis. Ayahnya adalah Lazare Carnot. Seorang ilmuwan, perwira dan politikus. Nicolas Leonard Sadi Carnot dinamai seorang penyair asal Persia Sa’di. Dibawah bimbingan sang ayah, Sadi Carnot mulai menunjukan bakat besarnya ia dikirim ke Lycee Charlemagne di Paris guna mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk Ecole Polytechnique, yang juga terletak di Paris. Umur 16 tahun usia yang minimum masuk Ecole, Carnot mulai belajar di Ecole. Nama – nama terkenal seperti poisson, Ampere dan Arago adalah beberapa gurunya. Disini Carnot menjadi satu kelas dengan chasles yang akan menjadi teman akrab sepanjang hidupnya. Carnot lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus ia menggalang gerakan mahasiswa menentang kebijakan Napoleon. Setelah lulus, Carnot melanjutkan studi di Ecole du genie di Metz dan selama dua tahun mempelajari rekayasa militer.
Tahun 1815. Napoleon pulang dari tempat penahanannya dan membentuk pemerintahan yang lazim disebut dengan peraturan seratus hari. Napoleon kembali mengangkat Lazare (ayah Nicolas Carnot) menjadi menteri dalam negeri dan menempatkan Sadi Carnot pada posisi yang sulit dalam akademi militer karena posisi ayahnya relative tinggi. Oktober 1815, Napoleon menderita kekalahan, dan Lazare melarikan diri ke Jerman dan tidak pernah lagi menginjakan kakinya ke bumi Perancis lagi.
Nicolas Carnot hidup terlunta – lunta, karir dalam bidang militer untuk sadi seiring dengan mengungsinya sang ayahanda ke Jerman. Nasib sadi makin tak jelas. Pindah dari satu kota ke kota lain, mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya , memereiksa persiapan dan peralatan di benteng – benteng, membuat gambar – gambar dan menulis laporan tidak pernah diperolehnya.Nasibnya tidak membaik karena semua surat rekomendasinya dianggap sebagai angin lalu belaka. Tidak puas dengan situasi ini, Sadi memutuskan untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan dengan mendaftar, sebelum akhirnya diterima untuk bergabung dalam Korps Staf Umum yang berkedudukan di Paris. Menerima gaji hanya setengah, tinggal dibekas apartemen orang tuanya di Paris, dan sewaktu – waktu siap menerima panggilan militer. Dalam banyak waktu luang ini, Sadi mengikuti berbagai kursus yang diselenggarakan di Paris, termasuk di Sorbonne dan Perancis College. Nicolas Sadi Carnot meninggal dunia dalam usia yang relative muda, pada usia 36 tahun karena menderita penyakit kolera.
B. Sejarah Penemuan Konsep
Nicolas Carnot menemukan dan merumuskan hokum kedua termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin yang mengubah energi panas kedalam bentuk energi lain. Misalnya energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot) atau biasa disebut mesin Carnot. Mesin Carnot adalah sebuah mesin kalor dengan cara memindahkan energi dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis. Penemuan ini berawal dari ketertarikan dari Nicolas Carnot dengan mesin uap, pada saat Sadi Carnot menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya, Hippolyte Carnot, tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan anaknya ini, selain melepas rindu juga banyak berdiskusi tentang mesin uap. Mesin uap dari revolusi industri Inggris mulai menjamur.Sepulang dari reuni ini, Sadi dengan penuh antusias berusaha mengembangkan teori tentang mesin uap. Sesampainya di Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu memulai mengerjakan teori tentang kalor (panas) dan membantu menjabarkan teori termodinamika modern. Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana merancang mesin uap dengan baik? Tenaga Uap mempunyai banyak manfaat : mengeringkan air dalam pertambangan, mengangkat air dari sungai untuk irigasi, menggiling biji-bijian, memintal benang tapi saat itu belum efisien. Jaman ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris karena belum ada insinyur dan designer mesin perancis yang memahaminya. Mesin-mesin buatan Inggris sudah dilengkapi dengan spesifiksi : jenis/tipe mesin, mesin tekana tinggi/rendah.
C. Pengembangan Konsep
Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotesis yang beroperasi dalam suatu siklus reversibel yang disebut siklus Carnot. Model dasar mesin ini dirancang oleh Nicolas Leonard Sadi Carnot, seorang insinyur militer perancis pada tahun 1824. Model mesin Carnot kemudia dikembangkan secara grafis oleh Emile Clapeyron, dan diuraikan secara matematis oleh Rudolf Clausiusdan Clapeyron. Setiap system termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus termodinamika terjadi ketika suatu system mengalami rangkaian keadaan – keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Dalam melalui proses siklus ini, system tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya, sehingga disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan memindahkan energi dari daerah yang lebih panas kedaerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis.Sistem yang bekerja sebaliknya, dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih dingin kenergi panas.
D. Aplikasi Konsep
Temuan dari hasil pemikiran carnot diaplikasikan dalam berbagai bidang yang kemudian digunakan secara luas sampai saat ini diantaranya :
- Pesawat pendingin misalnya : kulkas, air conditioner (AC) yang menggunakan daur kalor yang
Menghasilkan kerja terhadap zat.
- Motor bakar misalnya : mesin mobil, generator listrik.
E. Pengembangan konsep kedepan
Mesin carnot mempunyai beberapa kelemahan diantaranya :
- Terjadinya tekanan yang sangat tinggi dan volume yang sangat besar karena kenaikan tekanan
terjadi pada saat proses pelepasan panas.
- Proses pindah panas dengan menggunakan gas yaitu sebuah media yang mempunyai kapasitas
Panas tertentu dan terbatas.
Dari kelemahan mesin carnot tersebut diharapkan ada ilmuwan fisika yang menyempurnakan
Kekurangan pada mesin carnot menjadi lebih baik lagi.
James Watt
Sejarah Hidup
James Watt
(1736 – 1819)
James Watt dilahirkan disebuah kota kecil, Greenock, satu kota pelabuhan laut di Firth Clyde, Skotlandia pada tanggal 19 januari 1736. Ayahnya adalah pemilik kapal dan kontraktor, sedangkan ibunya, Agnes Muirhead, datang dari keluarga terhormat dan berpendidikan (http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/James-Watt-2).
Pada masa kecil kondisi badan Watt sangat lemah dan oleh karena itu James tidak disekolahkan, tapi diberi pelajaran oleh ibu dan bapaknya. Walaupun tidak bersekolah di sekolah umum, dengan cepat James dapat menunjukkan kecerdasannya. Dia menunjukkan ketangkasan yang luar biasa dan bakat untuk ilmu pasti seperti matematika, walaupun bahasa Latin dan Yunani tidak menggerakkan hatinya, dia menyukai legenda dan cerita rakyat Skotlandia. Ketika James berumur enam tahun, ia senang sekali menggambar segala jenis garis dan lingkaran. Karena miskin, orang tuanya tidak mampu membelikan pinsil berwarna dan kertas gambar. James menggambar ditungku perapian sambil menemani ibunya memasak. Selain menggambar ditungku, hobi James yang lain adalah membongkar mainannya yang terbuat dari kayu dan merakitnya kembali menjadi bentuk yang lain. Orang tuanya segera mengetahui bahwa bakatnya adalah pada bidang permesinan.
Kemampuan James dalam bercerita sangat baik dan ia bercerita tidak seperti orang lain pada umumnya, tetapi James bercerita tentang hasrat keinginanya untuk maju, tentang pemikiran-pemikiran inovatif. Bibinya pernah bercerita bagaimana James duduk sampai berjam-jam lamanya sambil mengamati uap air yang keluar dari ceret yang berisi air mendidih. Ketika james berumur 18 tahun, ibunya meninggal dan kesehatan ayahnya perlahan-lahan mulai merosot. Tekanan ekonomi yang sangat berat pada keluarganya yang miskin mengharuskan James untuk mencari nafkah. Usia delapan belas tahun, James pergi ke Glasgow untuk mencari nafkah dengan membuat alat belajar matematika. Peralatan yang dibawanya serba tidak lengkap. Sesampainya ia di Glasgow James tidak jadi membuat alat bantu belajar matematika, tetapi ia belajar pada kacamata yang juga mereparasi biola. James marasa tidak cocok bekerja di situ, sebab ia tidak dapat belajar banyak tentang permesinan. Salah seorang teman ayahnya menyarankan agar James pergi ke London. Di London, James kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk beberapa lama ia bekerja apa adanya yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Akhirnya ia memperoleh pekerjaan yang cukup disenanginya, di bengkel John Morgan. Selain bekerja di bengkel, james juga belajar keterampilan.
James dapat menyelesaikan pendidikannya di bengkel Morgan. Dan ia lalu pulang ke Glasgow dengan membawa keterampilan untuk mendirikan sebuah bengkel sendiri. Permasalahan muncul di Glasgow, para Serikat Pekerja tidak bersedia mengakui keterampilan James yang tidak memiliki sertifikat. James hampir putus asa, akan tetapi James ditolong oleh profesor dari Universitas Glasgow. James lalu diberi sebuah ruangan di kampus sebagai tempat kerja. Bengkel James tidak banyak mendatangkan hasil karena sedikit mendapatkan pesanan untuk membuat peralatan. James mulai berusaha dibidang lain. Ia mulai membuka bengkel untuk mereparasi dan membuat alat-alat musik. Selain mendapatkan ruangan untuk dijadikan bengkel di Universitas Glasgow, James mendapatkan keuntungan lain karena bantuan Profesor Universitas Glasgow. James telah mendapatkan teman atau kelompok diskusi. Sebagian besar diskusinya terpusat pada kemungkinan dibuatnya sebuah mesin uap.
Ide sebuah mesin uap sebagai mesin sumber tenaga bukanlah ide baru. Hero, seorang ahli ilmu Yunani yang hidup pada masa seratus tahun sebelum Kristus telah memiliki ide ini. Sedangkan pada masa James, sudah ada beberapa mesin sederhana yang dibuat orang dengan uap sebagai sumber tenaga, yang terbaik adalah buatan Thomas Newcomen. Mesin ini pada dasarnya adalah suatu pompa uap yang digunakan untuk memompa air keluar dari tambang batu bara, akan tetapi mesin Newcomen sangat tidak praktis. Selain sulit dioperasikan, daya kerjanya lambat, dan bahan bakarnya juga sangat boros. Pada tahun 1764, James mendapatkan kesempatan yang baik untuk memperbaiki salah satu mesin Newcomen, setelah dibongkar dan diamati, James berkeyakinan bahwa mesin itu dapat dibuat efisien dan dapat dipakai sebagai penggerak berbagai macam mesin. Berbulan-bulan lamanya ia mengadakan percobaan tentang macam-macam konstruksi yang direncanakannya dan mencoba berbagai tenaga uap. Akhirnya, dasar-dasar pokok cara kerja mesin uap tergambar jelas dalam pikirannya.
Gembira akan penemuannya, James kemudian menyewa gudang bawah tanah untuk dapat menyempurnakan penemuananya, dua bulan penuh ia bekerja untuk menyempurnakan model mesinnya, tapi nasib sial kembali menemani James. Peralatan yang sangat sederhana, mandornya meninggal pada saat dibutuhkan, mesin yang belum selesai itu selalu mengalami kebocoran pada saat dicoba. James seperti menemukan jalan buntu. Usaha bengkelnya bangkrut karena lama ditinggalkan James untuk melakukan riset. James terlibat banyak hutang yang besar, keluarganya juga dalam keadaan menderita. James menjadi depresi dan ia memulai berpikir untuk tidak melakukan percobaan lagi. Margareth Miller, istri James tidak setuju akan pandangan James. Ia berupaya untuk menumbuhkan semangat James kembali. Bantuan datang dari teman James, mereka membujuk Dr. John Roebuck, pendiri pabrik besi Caron untuk membiayai riset yang dilakukan James. Dr. John bersedia menjadi partner dan membayar hutang James. Kembali James melanjutkan risetnya. Sekali lagi James mengalami kegagalan. Mesinnya selalu bocor ketika dicoba, Corcoran mesinnya tidak kuat. Kesulitan James bertambah lagi dengan jatuhnya usaha Dr. John. Dr. John tidak dapat membantu membayar uang yang dijanjikan semula. Selain itu, Margareth Miller, istrinya meninggal dunia hingga ia harus mengurusi anak-anaknya. James tidak punya pilihan lagi, lalu ia bekerja sebagai pengukur tanah. Ia melakukan penelitian yang sangat banyak pada terusan-terusan dan pelabuhan diseluruh kawasan Skotlandia. James juga berhasil menciptakan micrometer sederhana untuk mengukur tanah.
Titik terang dalam usahanya untuk meneruskan risetnya muncul kembali. Seorang pengusaha bernama Matthew Boulton yang memiliki pabrik logam, pembuat jam dan jambangan mengajukan penawaran ke James. Boulton memberikan sepertiga keuntungan dari mesin itu kepada James. Dengan bantuan banyak tenaga ahli dan perlengkapan yang baik, mesin James yang pertama dapat dibuat dengan hasil yang baik. Pesanan segera mengalir, perusahaan Boulton dan Watt berkembang dengan pesat, reputasi James segera tersebar keseluruh Eropa. James bekerja untuk membuat mesin-mesin baru. Ia membuat mesin cetak yang digunakan untuk mengkopi. Mesin ini juga tidak berlanjut karena orang takut akan pemalsuan tulisan dan tanda tangan. Bersama dengan seorang mandornya, mereka berhasil membuat mesin penggiling gandum, untuk melengkapi penemuannya pada mesin giling, James menemukan gerak pararel dan regulator, yaitu alat yang mengatur kecepatan mesin. Mesin giling gandum itu telah sempurna dan pesanan segera membanjir datang dari seluruh dunia.
Tahun 1800, James yang merasa sudah tua menyerahkan sahamnya kepada ke dua orang putranya, James dan Gregrory. James Watt meninggal dunia pada tanggal 25 agustus 1819 diusia delapan puluh tiga tahun. Ia dimakamkan di Gereja Paroki Handsworth, dekat dengan tempat tinggalnya. Ia meninggalkan enam orang anak dari dua kali pernikahannya. James Watt telah tiada, tetapi penemuan-penemuan yang dilakukannya tetap bermanfaat sampai sekarang. Ia telah meletakkan dasar ilmu pengetahuan tentang tenaga yang bersumber dari uap. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya atas pengembangan mesin uap yang memicu revolusi industri, nama Watt diabadikan dan dijadikan sebagai satuan energi dengan symbol W oleh International System of Units (atau 'SI') seperti yang kita kenal sekarang ( http://tokohpembuatsejarah.blogspot.com/2005/05/james-watt.html).
B. Konsep yang ditemukan
Ketika James Watt dapat menyelesaikan pendidikannya di Morgan, ia pulang ke Glasgow dengan membawa keterampilan untuk mendirikan sebuah bengkel sendiri. Permasalahan muncul di Glasgow, Serikat Pekerja tidak bersedia mengakui keterampilan James yang tidak memiliki sertifikat. James hampir putus asa, akan tetapi James ditolong oleh profesor dari Universitas Glasgow. James lalu diberi sebuah ruangan di kampus sebagai tempat kerja. Bengkel James tidak banyak mendatangkan hasil karena sedikit mendapatkan pesanan untuk membuat peralatan. James mulai berusaha dibidang lain. Ia mulai membuka bengkel untuk mereparasi dan membuat alat-alat musik. Selain mendapatkan ruangan untuk dijadikan bengkel di Universitas Glasgow, James mendapatkan keuntungan lain karena bantuan Profesor Universitas Glasgow. James telah mendapatkan teman atau kelompok diskusi. Sebagian besar diskusinya terpusat pada kemungkinan dibuatnya sebuah mesin uap.
Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang membuat mesin uap. Rancangan serupa disusun pula oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Di tahun 1686 Thomas Savery membuat paten sebuah mesin uap yang digunakan untuk memompa air, dan ditahun 1712, seorang Inggris Thomas Newcomen, membuat pula paten barang serupa dengan versi yang lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah dan kurang efesien. Selain sulit dioperasikan, daya kerjanya lambat, bahan bakarnya juga sangat boros dan hanya bisa digunakan untuk memompa air dari tambang batubara.
Watt menjadi tertarik dengan ihwal mesin uap, tatkala dia sedang membetulkan mesin ciptaan Newcomen. Dimana pada tahun 1764, James mendapatkan kesempatan yang baik untuk memperbaiki salah satu mesin Newcomen, meskipun Watt cuma memperoleh pendidikan setahun sebagai tukang pembuat perkakas, tetapi dia punya bakat pencipta yang besar. Setelah dibongkar dan diamati, James berkeyakinan bahwa mesin itu dapat dibuat efisien dan dapat dipakai sebagai penggerak berbagai macam mesin. Karena keterbatasan alat yang digunakan James dalam melakukan percobaan dengan menggunakan botol sebagai penyimpan uap dan ranting bambu sebagai pipa uap. Berbulan-bulan lamanya ia mengadakan percobaan tentang macam-macam konstruksi yang direncanakannya dan mencoba berbagai tenaga uap. Akhirnya, dasar-dasar pokok cara kerja mesin uap tergambar jelas dalam pikirannya. Penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukannya terhadap mesin buatan Newcomen begitu penting, sehingga layaklah menganggap Wattlah pencipta pertama mesin uap yang praktis (http://atifhidayat.wordpress.com/2009/02/19/25-james-watt-1736-1819/).
C. Perkembangan Konsep
Perkembangan dari mesin uap yang disempurnakan James Watt dari tahun ke tahun mengalami kemajuan dan berhasil digunakan sampai sekarang.
Pada tahun 1764 perkembangan dari mesin uap mulai disempurnakan oleh James Watt. Setelah berulang-ulang kali membuat mesin uap yang selalu mengalami kegagalan karena terjadi kebocoran pada tabung uap, maka pada tahun 1776 Watt membuat mesin uap yang 75% lebih hemat bahan bakar dari pada mesin uap buatan Newcomen, yang kemudian mesin buatan Watt tersebut dipatenkan. Diantaranya, minyak pelumas dan penyekat mesin silinder yang gunanya menjaga agar temperatur tinggi tetap terjaga serta mendapatkan efesien maksimal mesin. Pada tahun 1781 Watt menemukan seperangkat gerigi untuk menolak gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Alat ini meningkatkan secara besar-besaran penggunaan mesin uap.
Saat membuat mesin uap tersebut Watt bermitra kerja dengan seorang penemu yang berkebangsaan Inggris Dr. John Roebuck sebagai penyandang dana penelitiannya, yang kemudian Watt melanjutkan pemikiran-pemikirannya dengan mengembangkan penelitiannya. Pada tahun 1782 Watt menemukan mesin ganda yang digunakan sebagai alternative bagi mesin silinder, pada tahun 1788 James menciptakan gaya gerak melingkar yang otomatis, pada tahun 1970 James menciptakan alat pengukur tekanan, alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai pelengkap peralatan mesin uap (http://tokohpembuatsejarah.blogspot.com/2005/05/james-watt.html).
James juga melakukan percobaan dengan menggunakan dua bola kaca yang dihubungkan dengan pipa, kedua bola itu dibuat hampa udara dan diisi ater cair, diatas eter terdapat uap eter jenuh. Dari percobaan yang dilakukan dengan alat ini, maka James menarik kesimpulan yang sering di sebut “Asas Watt”.
D. Aplikasi konsep
Konsep yang ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan James Watt dengan mesin uapnya sangatlah bermanfaat. Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga punya guna besar di bidang-bidang lain. Di tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans berhasil menggunakan mesin uap untuk penggerak kapal. Di tahun 1804, Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Selain itu, mesin uapnya dapat diaplikasikan untuk kereta. Yang sampai sekarang mesin uap dapat diaplikasikan lebih canggih. Pada tahun 2003 negara Jerman berhasil mempopulerkan mesin uap, dengan rancangan terbarunya, maka dapat diaplikasikan sebagai pembangkit listrik mesin mobil hingga pendorong mobil.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
Dengan konsep yang ditemukan oleh James watt yaitu mesin uap, mungkin dimasa yang akan datang dapat dibuat mesin uap yang bukan hanya untuk pembangkit listrik pada mesin mobil, tetapi juga pada alat-alat elektronik yang digunakan dalam rumah tangga
James Watt
(1736 – 1819)
James Watt dilahirkan disebuah kota kecil, Greenock, satu kota pelabuhan laut di Firth Clyde, Skotlandia pada tanggal 19 januari 1736. Ayahnya adalah pemilik kapal dan kontraktor, sedangkan ibunya, Agnes Muirhead, datang dari keluarga terhormat dan berpendidikan (http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/James-Watt-2).
Pada masa kecil kondisi badan Watt sangat lemah dan oleh karena itu James tidak disekolahkan, tapi diberi pelajaran oleh ibu dan bapaknya. Walaupun tidak bersekolah di sekolah umum, dengan cepat James dapat menunjukkan kecerdasannya. Dia menunjukkan ketangkasan yang luar biasa dan bakat untuk ilmu pasti seperti matematika, walaupun bahasa Latin dan Yunani tidak menggerakkan hatinya, dia menyukai legenda dan cerita rakyat Skotlandia. Ketika James berumur enam tahun, ia senang sekali menggambar segala jenis garis dan lingkaran. Karena miskin, orang tuanya tidak mampu membelikan pinsil berwarna dan kertas gambar. James menggambar ditungku perapian sambil menemani ibunya memasak. Selain menggambar ditungku, hobi James yang lain adalah membongkar mainannya yang terbuat dari kayu dan merakitnya kembali menjadi bentuk yang lain. Orang tuanya segera mengetahui bahwa bakatnya adalah pada bidang permesinan.
Kemampuan James dalam bercerita sangat baik dan ia bercerita tidak seperti orang lain pada umumnya, tetapi James bercerita tentang hasrat keinginanya untuk maju, tentang pemikiran-pemikiran inovatif. Bibinya pernah bercerita bagaimana James duduk sampai berjam-jam lamanya sambil mengamati uap air yang keluar dari ceret yang berisi air mendidih. Ketika james berumur 18 tahun, ibunya meninggal dan kesehatan ayahnya perlahan-lahan mulai merosot. Tekanan ekonomi yang sangat berat pada keluarganya yang miskin mengharuskan James untuk mencari nafkah. Usia delapan belas tahun, James pergi ke Glasgow untuk mencari nafkah dengan membuat alat belajar matematika. Peralatan yang dibawanya serba tidak lengkap. Sesampainya ia di Glasgow James tidak jadi membuat alat bantu belajar matematika, tetapi ia belajar pada kacamata yang juga mereparasi biola. James marasa tidak cocok bekerja di situ, sebab ia tidak dapat belajar banyak tentang permesinan. Salah seorang teman ayahnya menyarankan agar James pergi ke London. Di London, James kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk beberapa lama ia bekerja apa adanya yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Akhirnya ia memperoleh pekerjaan yang cukup disenanginya, di bengkel John Morgan. Selain bekerja di bengkel, james juga belajar keterampilan.
James dapat menyelesaikan pendidikannya di bengkel Morgan. Dan ia lalu pulang ke Glasgow dengan membawa keterampilan untuk mendirikan sebuah bengkel sendiri. Permasalahan muncul di Glasgow, para Serikat Pekerja tidak bersedia mengakui keterampilan James yang tidak memiliki sertifikat. James hampir putus asa, akan tetapi James ditolong oleh profesor dari Universitas Glasgow. James lalu diberi sebuah ruangan di kampus sebagai tempat kerja. Bengkel James tidak banyak mendatangkan hasil karena sedikit mendapatkan pesanan untuk membuat peralatan. James mulai berusaha dibidang lain. Ia mulai membuka bengkel untuk mereparasi dan membuat alat-alat musik. Selain mendapatkan ruangan untuk dijadikan bengkel di Universitas Glasgow, James mendapatkan keuntungan lain karena bantuan Profesor Universitas Glasgow. James telah mendapatkan teman atau kelompok diskusi. Sebagian besar diskusinya terpusat pada kemungkinan dibuatnya sebuah mesin uap.
Ide sebuah mesin uap sebagai mesin sumber tenaga bukanlah ide baru. Hero, seorang ahli ilmu Yunani yang hidup pada masa seratus tahun sebelum Kristus telah memiliki ide ini. Sedangkan pada masa James, sudah ada beberapa mesin sederhana yang dibuat orang dengan uap sebagai sumber tenaga, yang terbaik adalah buatan Thomas Newcomen. Mesin ini pada dasarnya adalah suatu pompa uap yang digunakan untuk memompa air keluar dari tambang batu bara, akan tetapi mesin Newcomen sangat tidak praktis. Selain sulit dioperasikan, daya kerjanya lambat, dan bahan bakarnya juga sangat boros. Pada tahun 1764, James mendapatkan kesempatan yang baik untuk memperbaiki salah satu mesin Newcomen, setelah dibongkar dan diamati, James berkeyakinan bahwa mesin itu dapat dibuat efisien dan dapat dipakai sebagai penggerak berbagai macam mesin. Berbulan-bulan lamanya ia mengadakan percobaan tentang macam-macam konstruksi yang direncanakannya dan mencoba berbagai tenaga uap. Akhirnya, dasar-dasar pokok cara kerja mesin uap tergambar jelas dalam pikirannya.
Gembira akan penemuannya, James kemudian menyewa gudang bawah tanah untuk dapat menyempurnakan penemuananya, dua bulan penuh ia bekerja untuk menyempurnakan model mesinnya, tapi nasib sial kembali menemani James. Peralatan yang sangat sederhana, mandornya meninggal pada saat dibutuhkan, mesin yang belum selesai itu selalu mengalami kebocoran pada saat dicoba. James seperti menemukan jalan buntu. Usaha bengkelnya bangkrut karena lama ditinggalkan James untuk melakukan riset. James terlibat banyak hutang yang besar, keluarganya juga dalam keadaan menderita. James menjadi depresi dan ia memulai berpikir untuk tidak melakukan percobaan lagi. Margareth Miller, istri James tidak setuju akan pandangan James. Ia berupaya untuk menumbuhkan semangat James kembali. Bantuan datang dari teman James, mereka membujuk Dr. John Roebuck, pendiri pabrik besi Caron untuk membiayai riset yang dilakukan James. Dr. John bersedia menjadi partner dan membayar hutang James. Kembali James melanjutkan risetnya. Sekali lagi James mengalami kegagalan. Mesinnya selalu bocor ketika dicoba, Corcoran mesinnya tidak kuat. Kesulitan James bertambah lagi dengan jatuhnya usaha Dr. John. Dr. John tidak dapat membantu membayar uang yang dijanjikan semula. Selain itu, Margareth Miller, istrinya meninggal dunia hingga ia harus mengurusi anak-anaknya. James tidak punya pilihan lagi, lalu ia bekerja sebagai pengukur tanah. Ia melakukan penelitian yang sangat banyak pada terusan-terusan dan pelabuhan diseluruh kawasan Skotlandia. James juga berhasil menciptakan micrometer sederhana untuk mengukur tanah.
Titik terang dalam usahanya untuk meneruskan risetnya muncul kembali. Seorang pengusaha bernama Matthew Boulton yang memiliki pabrik logam, pembuat jam dan jambangan mengajukan penawaran ke James. Boulton memberikan sepertiga keuntungan dari mesin itu kepada James. Dengan bantuan banyak tenaga ahli dan perlengkapan yang baik, mesin James yang pertama dapat dibuat dengan hasil yang baik. Pesanan segera mengalir, perusahaan Boulton dan Watt berkembang dengan pesat, reputasi James segera tersebar keseluruh Eropa. James bekerja untuk membuat mesin-mesin baru. Ia membuat mesin cetak yang digunakan untuk mengkopi. Mesin ini juga tidak berlanjut karena orang takut akan pemalsuan tulisan dan tanda tangan. Bersama dengan seorang mandornya, mereka berhasil membuat mesin penggiling gandum, untuk melengkapi penemuannya pada mesin giling, James menemukan gerak pararel dan regulator, yaitu alat yang mengatur kecepatan mesin. Mesin giling gandum itu telah sempurna dan pesanan segera membanjir datang dari seluruh dunia.
Tahun 1800, James yang merasa sudah tua menyerahkan sahamnya kepada ke dua orang putranya, James dan Gregrory. James Watt meninggal dunia pada tanggal 25 agustus 1819 diusia delapan puluh tiga tahun. Ia dimakamkan di Gereja Paroki Handsworth, dekat dengan tempat tinggalnya. Ia meninggalkan enam orang anak dari dua kali pernikahannya. James Watt telah tiada, tetapi penemuan-penemuan yang dilakukannya tetap bermanfaat sampai sekarang. Ia telah meletakkan dasar ilmu pengetahuan tentang tenaga yang bersumber dari uap. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya atas pengembangan mesin uap yang memicu revolusi industri, nama Watt diabadikan dan dijadikan sebagai satuan energi dengan symbol W oleh International System of Units (atau 'SI') seperti yang kita kenal sekarang ( http://tokohpembuatsejarah.blogspot.com/2005/05/james-watt.html).
B. Konsep yang ditemukan
Ketika James Watt dapat menyelesaikan pendidikannya di Morgan, ia pulang ke Glasgow dengan membawa keterampilan untuk mendirikan sebuah bengkel sendiri. Permasalahan muncul di Glasgow, Serikat Pekerja tidak bersedia mengakui keterampilan James yang tidak memiliki sertifikat. James hampir putus asa, akan tetapi James ditolong oleh profesor dari Universitas Glasgow. James lalu diberi sebuah ruangan di kampus sebagai tempat kerja. Bengkel James tidak banyak mendatangkan hasil karena sedikit mendapatkan pesanan untuk membuat peralatan. James mulai berusaha dibidang lain. Ia mulai membuka bengkel untuk mereparasi dan membuat alat-alat musik. Selain mendapatkan ruangan untuk dijadikan bengkel di Universitas Glasgow, James mendapatkan keuntungan lain karena bantuan Profesor Universitas Glasgow. James telah mendapatkan teman atau kelompok diskusi. Sebagian besar diskusinya terpusat pada kemungkinan dibuatnya sebuah mesin uap.
Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang membuat mesin uap. Rancangan serupa disusun pula oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Di tahun 1686 Thomas Savery membuat paten sebuah mesin uap yang digunakan untuk memompa air, dan ditahun 1712, seorang Inggris Thomas Newcomen, membuat pula paten barang serupa dengan versi yang lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah dan kurang efesien. Selain sulit dioperasikan, daya kerjanya lambat, bahan bakarnya juga sangat boros dan hanya bisa digunakan untuk memompa air dari tambang batubara.
Watt menjadi tertarik dengan ihwal mesin uap, tatkala dia sedang membetulkan mesin ciptaan Newcomen. Dimana pada tahun 1764, James mendapatkan kesempatan yang baik untuk memperbaiki salah satu mesin Newcomen, meskipun Watt cuma memperoleh pendidikan setahun sebagai tukang pembuat perkakas, tetapi dia punya bakat pencipta yang besar. Setelah dibongkar dan diamati, James berkeyakinan bahwa mesin itu dapat dibuat efisien dan dapat dipakai sebagai penggerak berbagai macam mesin. Karena keterbatasan alat yang digunakan James dalam melakukan percobaan dengan menggunakan botol sebagai penyimpan uap dan ranting bambu sebagai pipa uap. Berbulan-bulan lamanya ia mengadakan percobaan tentang macam-macam konstruksi yang direncanakannya dan mencoba berbagai tenaga uap. Akhirnya, dasar-dasar pokok cara kerja mesin uap tergambar jelas dalam pikirannya. Penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukannya terhadap mesin buatan Newcomen begitu penting, sehingga layaklah menganggap Wattlah pencipta pertama mesin uap yang praktis (http://atifhidayat.wordpress.com/2009/02/19/25-james-watt-1736-1819/).
C. Perkembangan Konsep
Perkembangan dari mesin uap yang disempurnakan James Watt dari tahun ke tahun mengalami kemajuan dan berhasil digunakan sampai sekarang.
Pada tahun 1764 perkembangan dari mesin uap mulai disempurnakan oleh James Watt. Setelah berulang-ulang kali membuat mesin uap yang selalu mengalami kegagalan karena terjadi kebocoran pada tabung uap, maka pada tahun 1776 Watt membuat mesin uap yang 75% lebih hemat bahan bakar dari pada mesin uap buatan Newcomen, yang kemudian mesin buatan Watt tersebut dipatenkan. Diantaranya, minyak pelumas dan penyekat mesin silinder yang gunanya menjaga agar temperatur tinggi tetap terjaga serta mendapatkan efesien maksimal mesin. Pada tahun 1781 Watt menemukan seperangkat gerigi untuk menolak gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Alat ini meningkatkan secara besar-besaran penggunaan mesin uap.
Saat membuat mesin uap tersebut Watt bermitra kerja dengan seorang penemu yang berkebangsaan Inggris Dr. John Roebuck sebagai penyandang dana penelitiannya, yang kemudian Watt melanjutkan pemikiran-pemikirannya dengan mengembangkan penelitiannya. Pada tahun 1782 Watt menemukan mesin ganda yang digunakan sebagai alternative bagi mesin silinder, pada tahun 1788 James menciptakan gaya gerak melingkar yang otomatis, pada tahun 1970 James menciptakan alat pengukur tekanan, alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai pelengkap peralatan mesin uap (http://tokohpembuatsejarah.blogspot.com/2005/05/james-watt.html).
James juga melakukan percobaan dengan menggunakan dua bola kaca yang dihubungkan dengan pipa, kedua bola itu dibuat hampa udara dan diisi ater cair, diatas eter terdapat uap eter jenuh. Dari percobaan yang dilakukan dengan alat ini, maka James menarik kesimpulan yang sering di sebut “Asas Watt”.
D. Aplikasi konsep
Konsep yang ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan James Watt dengan mesin uapnya sangatlah bermanfaat. Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga punya guna besar di bidang-bidang lain. Di tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans berhasil menggunakan mesin uap untuk penggerak kapal. Di tahun 1804, Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Selain itu, mesin uapnya dapat diaplikasikan untuk kereta. Yang sampai sekarang mesin uap dapat diaplikasikan lebih canggih. Pada tahun 2003 negara Jerman berhasil mempopulerkan mesin uap, dengan rancangan terbarunya, maka dapat diaplikasikan sebagai pembangkit listrik mesin mobil hingga pendorong mobil.
E. Pengembangan Konsep Kedepan
Dengan konsep yang ditemukan oleh James watt yaitu mesin uap, mungkin dimasa yang akan datang dapat dibuat mesin uap yang bukan hanya untuk pembangkit listrik pada mesin mobil, tetapi juga pada alat-alat elektronik yang digunakan dalam rumah tangga
WILHELM CONRAD RONTGEN
A. SEJARAH HIDUP
Wilhelm Conrad Rontgen lahir pada 27 Maret 1845 di Lennep sebuah kota kecil di Jerman. Wilhelm Conrad Rontgen merupakan anak satu-satunya dari pasangan orang tua dengan Ayah sebagai tukang kayu dan Ibu sebagai pedagang kain. Jika dipikir-pikir, kelak W.C Rontgen memiliki profesi yang sangat berbeda dengan Ayahnya, David Roentgen yang hanya seorang pembuat lemari. Saat dia berusia tiga tahun, orang tuanya pindah ke Apeldoom di Belanda, kampung halaman dari Neneknya, hingga keluarganya pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Belanda.
Rontgen kemudian bersekolah di sekolah asrama di Apeldoom dan kemudian dia melanjutkan sekolah menengahnya di Sekolah Teknik di Utrecht. Tetapi Rontgen akhirnya dikeluarkan dari Sekolah Utrecht karena masalah yang sangat sepele, Rontgen menolak memberitahu siapa nama temannya yang telah menggambar karikatur dari gurunya. Di sekolah, dia bukan termasuk murid yang istimewa, meskipun dia menunjukkan bakatnya pada bidang mekanik. Dia merupakan pecinta alam sejati, ini terbukti dia suka sekali menghabiskan waktunya untuk berlibur di Alpens atau di danau di daerah Itali utara. Dia lebih menyukai travelling dengan menggunakan kuda dibandingkan dengan mobil.
Pada awal tahun 1865, Rontgen masuk Universitas Utrecht, meskipun tidak sebagai mahasiswa reguler karena dia kurang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di Kampus tersebut. Kemudian dia menemukan kemungkinan untuk memasuki Zurich Polytechnical School di Switzerland (yang saat itu merupakan Perguruan Tinggi untuk teknik terkemuka di dunia) dengan cara lulus pada ujian masuk. Rontgen akhirnya lulus pada ujian masuk di sana dan pada November 1865 dia menjadi mahasiswa Teknik Mesin di Zurich. Dia melupakan kenangan buruknya, saat dia dikeluarkan dari sekolahnya dulu. Hingga akhir hidupnya Rontgen selalu mengingat kenangan indahnya di Zurich dan dia sangat berterima kasih pada Augustus Kundt, Seorang Profesor Fisika pada Politeknik yang memberikan inspirasi pada Rontgen untuk membangun karir di bidang Fisika. Rontgen menjadi asisten Profesor Augustus Kundt di Zurich dan juga di University of Wurzburg saat sang Profesor pindah tugas ke sana.
Saat di Zurich, Roentgen bertemu dengan Anna Bertha Ludwig, yang dinikahinya pada tahun 1871. Mereka tidak memiliki anak dari pernikahannya, tetapi mereka mengadopsi keponakan dari Anna yang berjenis kelamin perempuan.
Anna Bertha Ludwig Istri dari Wilhelm Conrad Rontgen
Meskipun Rontgen mendapatkan dukungan dari Profesor Augustus Kundt, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan akademik sendiri di Wurzburg. Pada tahun 1872, Profesor Kundt pindah ke sebuah Universitas yang baru berdiri, yaitu University of Strasbourg dengan membawa serta Rontgen. Dua tahun kemudian Rontgen menjadi dosen tetap di Strasbourg dan orang tuanya kemudian memutuskan untuk pindah ke sana dari Apeldoom agar dekat dengan anaknya tersebut. Pada tahun 1875, Rontgen menggantikan H.F Weber (Seorang Profesor Fisika) dan atas rekomendasi dari Weber, Rontgen kemudian menjadi Professor of Physics and Mathematics pada Hohenheim Agricultural Academy in Wurtemberg. Rontgen merasa tidak nyaman di Hohaneim dan kemudian kembali ke Strasbourg satu tahun kemudian sebagai Professor of Theoretical Physics. Dari tahun 1879 sampai 1888 dia menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika pada Glessen University dan karena pekerjaannya yang sangat baik selama menjabat, Rontgen ditawari jabatan di Jena dan Utrecht tapi kemudian dia menolaknya. Kemudian di tahun 1888 Rontgen menerima tawaran untuk menjadi Professor of Physics dan Director of Physics Institute pada University of Wurzburg. Rontgen menjadi Kepala Departemen di Universitas yang pernah menolaknya pada posisi akademik.
Rontgen merupakan manusia yang cukup disegani karena penemuannya tentang sinar Rontgen, namun beberapa penghargaan yang diterimanya lebih merupakan beban baginya dibandingkan sebagai kebanggaan. University of Wurzburg memberinya gelar kehormatan Doctor of Medicine, dan dia juga menerima penghargaan sebagai warga kehormatan dari kampung halamannya di Lennep. Rontgen tidak menghadiri hampir semua undangan yang ditujukan padanya dari masyarakat sains mengenai penemuannya ini. Rontgen juga tidak menghadiri pemberian gelar kehormatan dari Pangeran Regent dari Bavaria, yang nantinya terdapat gelar ”Yang Mulia” pada Rontgen. Pada Tahun 1901 Rontgen menjadi penerima Nobel pertama untuk Fisika dan dia berangkat untuk menghadiri acara penerimaan Nobel untuknya, namun dia tidak memberikan kuliah pada pemberian Nobel tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh ilmuwan lain saat menerima Nobel.
Pada Tahun 1900 Rontgen meninggalkan Wurzburg untuk memimpin Physical Institute of the University of Munich, dimana dia mulai mengerjakan penelitian mengenai kristal. Setelah Rontgen pensiun pada tahun 1920, dia masih diberikan izin untuk menggunakan dua ruangan di Institute untuk terus melakukan penelitian di Institute. Rontgen terus melakukan penelitian disana hingga beberapa hari sebelum akhirnya meninggal pada 10 Februari 1923.
B. SEJARAH PENEMUAN KONSEP
Di Wurzburg Rontgen kembali pada perhatiannya sebagaimana banyak ilmuwan saat itu yang sedang meneliti mengenai sinar katoda. Merupakan kegemarannya untuk melakukan penelitian baru dengan mengadakan pengujian ulang dari hasil penelitian ilmuwan sebelumnya untuk bidang yang sama.
Pada beberapa eksperimen yang dilakukannya, dia menggunakan Tabung Crookes yang ditutupi oleh kertas hitam untuk menutupi pendaran fluoresensi, selalu berada di dalam gelas. Arus diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup tabung dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung.
Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan.. Observasi tersebut terjadi pada Hari Jum’at malam Tanggal 8 November 1895, di waktu yang sudah begitu larut dimana tidak ada satupun asisten yang ada di laboratorium tersebut. Rontgen menyelidiki dan memastikan dirinya bahwa tabung tersebut mengeluarkan sejenis sinar yang tidak diketahui jenisnya yang bisa memendarkan kristal yang ada di dekatnya. Sebuah layar yang dilapisi dengan barium platino-cyanide dan diletakkan di dekat tabung, akan berpendar selama tabung dihubungkan tetapi jika ada benda yang terbuat dari logam diletakkan di antara tabung dan layar maka tidak ada perpendaran.
Laboratorium Tempat Rontgen menemukan sinar-x
Rontgen lalu memberitahu temannya Boveri, “Saya menemukan sesuatu yang menarik tetapi saya tidak tahu apakah eksperimen saya sudah benar atau tidak”. Dikarenakan hal ini, Rontgen tidak memberitahukan orang lain mengenai penemuannya selama tujuh minggu. Selama tujuh minggu itu Rontgen mengkonsentrasikan dirinya untuk mempelajari “Sesuatu yang menarik” tersebut dan menyiapkan paper mengenai sinar-x tersebut. Rontgen sendiri menggunakan istilah sinar-x sebab sinar yang ditemukannya tidak bisa di definisikan olehnya. Kata Rontgen diperkenalkan pada Tahun 1896 untuk sebuah gambar yang dihasilkan oleh sinar-x dan istilah tersebut digunakan untuk beberapa tahun.
Tergiur oleh penemuannya, Rontgen menyisihkan penyelidikan lain dan memusatkan perhatian pada yang terkandung dalam "sinar X." Sesudah beberapa minggu kerja keras, dia menemukan bukti lain seperti ini: (1) sinar X bisa membikin sinar pelbagai benda kimia selain "barium platinocyanide." (2) sinar X dapat menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Rontgen menemukan bahwa sinar X dapat menembus langsung dagingnya tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen dapat melihat di layar bayangan dari tulang tangannya. (3) sinar X berjalan menurut garis lurus; tidak seperti partikel bermuatan listrik, sinar X tidak terbelokkan oleh bidang magnet.
C. PENGEMBANGAN KONSEP TEMUAN
Setelah mengumumkan hasil penemuan dasarnya mengenai sebuah jenis sinar baru yang dihasilkan dari tabung yang diberi tegangan dimana sinar ini akan menembus gelas, kotak hitam dan melewati setidaknya dua meter udara bebas, Rontgen melanjutkannya dengan sebuah studi mengenai transparansi relatif dari sinar terhadap substansi lain yang berbeda. Rontgen menyimpulkan bahwa transparansi bervariasi bergantung pada kerapatan dari substansi yang dilewati sinar-x tersebut. Rontgen melaporkan bahwa dia tidak dapat melakukan refleksi atau refraksi dari sinar yang ditemukannya tersebut dan juga tidak bisa diarahkan dengan menggunakan cermin atau lensa. Rontgen mencatat bahwa sinar-x akan menyebar ke segala arah saat keluar dari titik dimana sinar-x tersebut keluar. Rontgen menambahkan, sinar-x tetap dihasilkan saat sinar-x menumbuk aluminium yang dimasukkan ke dalam gelas.
Paper pertama Rontgen mengenai sinar-x dipegang oleh President of the Physical Medical Society of Wurzburg pada 28 Desember 1895. Paper yang oleh Rontgen di beri judul “preminilary communication” merupakan paper yang luar biasa yang didalamnya kaya akan detail mengenai penemuannya tersebut. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, beratus ilmuwan melakukan penyelidikan sinar X, dan dalam tempo setahun sekitar 1000 kertas kerja diterbitkan tentang masalah itu! Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya langsung bersandar dari hasil penemuan Rontgen adalah Antoine Henri Becquerel. Orang ini, meskipun maksud utamanya menyelidiki sinar X, justru menemukan fenomena penting tentang radioaktivitas.
Pada paper yang kedua, yang diterbitkan Maret 1896, Rontgen melaporkan telah mencoba untuk menggunakan berbagai macam material untuk dipakai sebagai target. Rontgen menemukan bahwa kualitas sinar-x yang dihasilkan tergantung pada bahan target yang digunakan. Rontgen menambahkan kualitas sinar-x akan semakin baik saat ditambahkan aluminium pada tabung dan target (yang saat itu digunakan platinum sebagai bahan target) yang digunakan disudutkan 45 derajat dari garis lurus katoda.
Banyak ilmuwan dari berbagai negara bereksperimen dengan sinar baru ini selama tahun 1896. Tabung dengan berbagai bentuk dan target dengan berbagai bahan material telah di uji coba. Pada akhir tahun 1896 disimpulkan bahwa bentuk tabung tidak menjadi masalah dan target yang paling baik adalah target yang menggunakan bahan material yang mempunyai nomor atom yang tinggi. Tungsten (dengan no. atom 184) dan uranium (dengan no. atom 238) pernah di uji coba sebagai bahan target. Hingga diputuskan pada saat itu digunakan platinum sebagai bahan target (dengan no. atom 195).
Tabung sinar-x yang pertama kali digunakan memiliki energi yang rendah dan waktu eksposi yang lama. Hingga akhirnya diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda, kecepatan tumbukan elektron dari katoda ke target menjadi lebih cepat. Namun, hampir semua energi tumbukan elektron diubah menjadi panas saat elektron menumbuk target sehingga disimpulkan harus ada penambahan massa dari bahan target untuk mencegah kelebihan panas. Platinum tipis yang digunakan sebagai target pada awal dibuatnya tabung mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Sebuah target dari platinum yang besar dan padat harganya akan sangat mahal. Kemudian bahan target ini diganti dengan tungsten. Tungsten merupakan bahan target yang tidak mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Namun pada waktu tertentu, bahan target ini juga akan rusak terutama pada bagian yang menjadi target dari tumbukan elektron, tetapi tidak secepat pada target dari platinum.
Pada Mei 1896, para ahli elektrik Amerika memulai meneliti mengenai bagaimana membuat perlengkapan sinar Rontgen. Pada penelitian ini diterangkan mengenai bagaimana membuat sebuah induksi koil yang mampu menghasilkan tumbukan berkas elektron sejauh 3 inci dan bagaimana membuat agar target itu berputar. Karena publikasi ini maka American General Electric Company pada musim gugur tahun 1896 mulai membuat tabung ini. Perusahaan ini mulai membuat perlengkapan sinar Rontgen secara komersil.
Rontgen mengumumkan paper keduanya dihadapan Physical Medical Society of Wurzburg pada Maret 1896. Kebanyakan isi papernya adalah memberitahukan sejumlah eksperimen yang menunjukkan bahwa udara (atau gas lain) yang di eksposi dengan sinar-x bisa mengandung sifat kelistrikan dan bisa melepaskan listrik pada tubuh. Rontgen tidak dapat menjelaskan fenomena ini. Saat J.J Thomson melakukan penelitian mengenai elektron, barulah diketahui bahwa radiasi bisa mengionisasi udara (dengan cara melepaskan beberapa elektron dari atom) sehingga menjadikannya ter konduksi.
Pada paper yang sama Rontgen mengatakan bahwa terdapat sebuah fenomena dimana bila diberi beda potensial yang lebih tinggi antara katoda dengan anoda maka akan dihasilkan sinar-x dengan kualitas yang lebih baik. Belakangan baru diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda maka akan mempercepat tumbukan elektron dari katoda ke anoda.
Pada papernya yang ketiga dan merupakan paper terakhirnya yang dipublikasikan pada Mei 1897, Rontgen mengemukakan sebuah fenomena dimana setiap objek apapun yang di eksposi oleh sinar-x, akan mengeluarkan sinar-x itu juga. Rontgen menemukan adanya radiasi sekunder pada setiap objek yang di eksposi dengan sinar-x.
D. APLIKASI KONSEP
Adapun aplikasi dari konsep yang ditemukan mengenai sinar X, yaitu Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Foto rontgen lazimnya dimanfaatkan untuk mendeteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
Hasil Gambar dari Sinar-X yang menggunakan tangan manusia yaitu tangan Anna Bertha Ludwig. Ini merupakan Foto Manus pertama di dunia.
Penggunaan sinar X yang paling dikenal tentu saja di bidang pengobatan dan diagnosa gigi. Proses dari rontgen gigi adalah dengan menggunakan film dan alat rontgen. Film diletakkan di bagian lidah (pada gigi bawah) dan di palatal (bagian atas). Sinar rontgen diletakkan tegak lurus dengan gigi(untuk gigi depan atau gigi yang berakar), untuk gigi belakang/graham yang berakar lebih dari satu, sinar rontgen dapat dibelokan 30 derajat terhadap gigi dan film. Manfaat rontgen ini, kita dapat melihat akar gigi, infeksi yang ada di gigi tersebut, dan tulang dan jaringan di sekitar gigi tersebut.
Penggunaan lain adalah di bidang radioterapi, di mana sinar X digunakan untuk mendeteksi dini kanker dan menghancurkan tumor ganas atau mencegah pertumbuhannya.
Sinar X juga banyak digunakan di pelbagai keperluan industri. Misalnya, bisa digunakan untuk ukur tebal sesuatu benda atau mencari kerusakan yang tersembunyi.
Teknologi sinar rontgen pun dianggap sebagai satu penemuan yang mampu membantu banyak orang, terutama untuk menganalisis dan mendiagnosis suatu kondisi demi penyembuhan suatu penyakit.
Sinar X yang ‘ditembakkan’ untuk memotret bagian dalam organ tubuh seharusnya benar-benar dalam komposisi tepat. Jika tidak, teknologi ini justru bisa memicu kanker, sebab fungsi dari Sinar X adalah mematikan pertumbuhan atau malah memicu pertumbuhan sel. Jika pertumbuhan sel tersebut liar, itulah yang disebut dengan kanker.
E. PENGEMBANGAN KONSEP KE DEPAN
Sinar X yang ditemukan oleh Rontgen merupakan sinar yang dapat menyebarkan radiasi. Namun, manfaat yang didapat dari teknologi itu lebih banyak ketimbang risikonya. Sehingga, tidak menutup kemungkinan ke depannya ditemukan teknologi baru yang mampu meminimalisir radiasi berbahaya pada sinar X.
Pemeriksaan dengan sinar Rontgen tidak boleh dilakukan pada ibu hamil dikarenakan dalam bentuk janin, perkembangan seorang individu masih belum terbentuk sempurna dan akan terus berlangsung. Bila sampai terpapar sinar rontgen sangat dikhawatirkan "susunan" sel-sel pembentuknya akan rusak atau kacau yang akan menyebabkan bayi terlahir cacat atau mengalami gangguan serius. Seiring dengan perkembangan teknologi, bayi yang baru lahir boleh dilakukan pemeriksaan rontgen, mengingat manfaat dari pemeriksaan dengan menggunakan sinar rontgen ini, ke depannya dapat ditemukan teknologi pemeriksaan sinar Rontgen untuk ibu hamil.
Pemeriksaan dengan sinar Rontgen mengeluarkan biaya yang tidak murah sehingga menjadi kendala pada masyarakat golongan bawah untuk melakukan pemeriksaan dengan sinar Rontgen itu sendiri. Padahal pemeriksaan dengan sinar Rontgen dapat mendeteksi dini kanker yang ada pada manusia. Ke depannya dapat dikembangkan konsep baru dalam pemeriksaan dengan sinar X dengan sedikit menggunakan biaya, sehingga siapa saja orang dapat melakukan pemeriksaan tersebut. Dan diharapkan hal ini merupakan cara tepat untuk menurunkan angka kematian manusia yang disebabkan kanker.
Wilhelm Conrad Rontgen lahir pada 27 Maret 1845 di Lennep sebuah kota kecil di Jerman. Wilhelm Conrad Rontgen merupakan anak satu-satunya dari pasangan orang tua dengan Ayah sebagai tukang kayu dan Ibu sebagai pedagang kain. Jika dipikir-pikir, kelak W.C Rontgen memiliki profesi yang sangat berbeda dengan Ayahnya, David Roentgen yang hanya seorang pembuat lemari. Saat dia berusia tiga tahun, orang tuanya pindah ke Apeldoom di Belanda, kampung halaman dari Neneknya, hingga keluarganya pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Belanda.
Rontgen kemudian bersekolah di sekolah asrama di Apeldoom dan kemudian dia melanjutkan sekolah menengahnya di Sekolah Teknik di Utrecht. Tetapi Rontgen akhirnya dikeluarkan dari Sekolah Utrecht karena masalah yang sangat sepele, Rontgen menolak memberitahu siapa nama temannya yang telah menggambar karikatur dari gurunya. Di sekolah, dia bukan termasuk murid yang istimewa, meskipun dia menunjukkan bakatnya pada bidang mekanik. Dia merupakan pecinta alam sejati, ini terbukti dia suka sekali menghabiskan waktunya untuk berlibur di Alpens atau di danau di daerah Itali utara. Dia lebih menyukai travelling dengan menggunakan kuda dibandingkan dengan mobil.
Pada awal tahun 1865, Rontgen masuk Universitas Utrecht, meskipun tidak sebagai mahasiswa reguler karena dia kurang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di Kampus tersebut. Kemudian dia menemukan kemungkinan untuk memasuki Zurich Polytechnical School di Switzerland (yang saat itu merupakan Perguruan Tinggi untuk teknik terkemuka di dunia) dengan cara lulus pada ujian masuk. Rontgen akhirnya lulus pada ujian masuk di sana dan pada November 1865 dia menjadi mahasiswa Teknik Mesin di Zurich. Dia melupakan kenangan buruknya, saat dia dikeluarkan dari sekolahnya dulu. Hingga akhir hidupnya Rontgen selalu mengingat kenangan indahnya di Zurich dan dia sangat berterima kasih pada Augustus Kundt, Seorang Profesor Fisika pada Politeknik yang memberikan inspirasi pada Rontgen untuk membangun karir di bidang Fisika. Rontgen menjadi asisten Profesor Augustus Kundt di Zurich dan juga di University of Wurzburg saat sang Profesor pindah tugas ke sana.
Saat di Zurich, Roentgen bertemu dengan Anna Bertha Ludwig, yang dinikahinya pada tahun 1871. Mereka tidak memiliki anak dari pernikahannya, tetapi mereka mengadopsi keponakan dari Anna yang berjenis kelamin perempuan.
Anna Bertha Ludwig Istri dari Wilhelm Conrad Rontgen
Meskipun Rontgen mendapatkan dukungan dari Profesor Augustus Kundt, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan akademik sendiri di Wurzburg. Pada tahun 1872, Profesor Kundt pindah ke sebuah Universitas yang baru berdiri, yaitu University of Strasbourg dengan membawa serta Rontgen. Dua tahun kemudian Rontgen menjadi dosen tetap di Strasbourg dan orang tuanya kemudian memutuskan untuk pindah ke sana dari Apeldoom agar dekat dengan anaknya tersebut. Pada tahun 1875, Rontgen menggantikan H.F Weber (Seorang Profesor Fisika) dan atas rekomendasi dari Weber, Rontgen kemudian menjadi Professor of Physics and Mathematics pada Hohenheim Agricultural Academy in Wurtemberg. Rontgen merasa tidak nyaman di Hohaneim dan kemudian kembali ke Strasbourg satu tahun kemudian sebagai Professor of Theoretical Physics. Dari tahun 1879 sampai 1888 dia menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika pada Glessen University dan karena pekerjaannya yang sangat baik selama menjabat, Rontgen ditawari jabatan di Jena dan Utrecht tapi kemudian dia menolaknya. Kemudian di tahun 1888 Rontgen menerima tawaran untuk menjadi Professor of Physics dan Director of Physics Institute pada University of Wurzburg. Rontgen menjadi Kepala Departemen di Universitas yang pernah menolaknya pada posisi akademik.
Rontgen merupakan manusia yang cukup disegani karena penemuannya tentang sinar Rontgen, namun beberapa penghargaan yang diterimanya lebih merupakan beban baginya dibandingkan sebagai kebanggaan. University of Wurzburg memberinya gelar kehormatan Doctor of Medicine, dan dia juga menerima penghargaan sebagai warga kehormatan dari kampung halamannya di Lennep. Rontgen tidak menghadiri hampir semua undangan yang ditujukan padanya dari masyarakat sains mengenai penemuannya ini. Rontgen juga tidak menghadiri pemberian gelar kehormatan dari Pangeran Regent dari Bavaria, yang nantinya terdapat gelar ”Yang Mulia” pada Rontgen. Pada Tahun 1901 Rontgen menjadi penerima Nobel pertama untuk Fisika dan dia berangkat untuk menghadiri acara penerimaan Nobel untuknya, namun dia tidak memberikan kuliah pada pemberian Nobel tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh ilmuwan lain saat menerima Nobel.
Pada Tahun 1900 Rontgen meninggalkan Wurzburg untuk memimpin Physical Institute of the University of Munich, dimana dia mulai mengerjakan penelitian mengenai kristal. Setelah Rontgen pensiun pada tahun 1920, dia masih diberikan izin untuk menggunakan dua ruangan di Institute untuk terus melakukan penelitian di Institute. Rontgen terus melakukan penelitian disana hingga beberapa hari sebelum akhirnya meninggal pada 10 Februari 1923.
B. SEJARAH PENEMUAN KONSEP
Di Wurzburg Rontgen kembali pada perhatiannya sebagaimana banyak ilmuwan saat itu yang sedang meneliti mengenai sinar katoda. Merupakan kegemarannya untuk melakukan penelitian baru dengan mengadakan pengujian ulang dari hasil penelitian ilmuwan sebelumnya untuk bidang yang sama.
Pada beberapa eksperimen yang dilakukannya, dia menggunakan Tabung Crookes yang ditutupi oleh kertas hitam untuk menutupi pendaran fluoresensi, selalu berada di dalam gelas. Arus diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup tabung dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung.
Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan.. Observasi tersebut terjadi pada Hari Jum’at malam Tanggal 8 November 1895, di waktu yang sudah begitu larut dimana tidak ada satupun asisten yang ada di laboratorium tersebut. Rontgen menyelidiki dan memastikan dirinya bahwa tabung tersebut mengeluarkan sejenis sinar yang tidak diketahui jenisnya yang bisa memendarkan kristal yang ada di dekatnya. Sebuah layar yang dilapisi dengan barium platino-cyanide dan diletakkan di dekat tabung, akan berpendar selama tabung dihubungkan tetapi jika ada benda yang terbuat dari logam diletakkan di antara tabung dan layar maka tidak ada perpendaran.
Laboratorium Tempat Rontgen menemukan sinar-x
Rontgen lalu memberitahu temannya Boveri, “Saya menemukan sesuatu yang menarik tetapi saya tidak tahu apakah eksperimen saya sudah benar atau tidak”. Dikarenakan hal ini, Rontgen tidak memberitahukan orang lain mengenai penemuannya selama tujuh minggu. Selama tujuh minggu itu Rontgen mengkonsentrasikan dirinya untuk mempelajari “Sesuatu yang menarik” tersebut dan menyiapkan paper mengenai sinar-x tersebut. Rontgen sendiri menggunakan istilah sinar-x sebab sinar yang ditemukannya tidak bisa di definisikan olehnya. Kata Rontgen diperkenalkan pada Tahun 1896 untuk sebuah gambar yang dihasilkan oleh sinar-x dan istilah tersebut digunakan untuk beberapa tahun.
Tergiur oleh penemuannya, Rontgen menyisihkan penyelidikan lain dan memusatkan perhatian pada yang terkandung dalam "sinar X." Sesudah beberapa minggu kerja keras, dia menemukan bukti lain seperti ini: (1) sinar X bisa membikin sinar pelbagai benda kimia selain "barium platinocyanide." (2) sinar X dapat menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Rontgen menemukan bahwa sinar X dapat menembus langsung dagingnya tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen dapat melihat di layar bayangan dari tulang tangannya. (3) sinar X berjalan menurut garis lurus; tidak seperti partikel bermuatan listrik, sinar X tidak terbelokkan oleh bidang magnet.
C. PENGEMBANGAN KONSEP TEMUAN
Setelah mengumumkan hasil penemuan dasarnya mengenai sebuah jenis sinar baru yang dihasilkan dari tabung yang diberi tegangan dimana sinar ini akan menembus gelas, kotak hitam dan melewati setidaknya dua meter udara bebas, Rontgen melanjutkannya dengan sebuah studi mengenai transparansi relatif dari sinar terhadap substansi lain yang berbeda. Rontgen menyimpulkan bahwa transparansi bervariasi bergantung pada kerapatan dari substansi yang dilewati sinar-x tersebut. Rontgen melaporkan bahwa dia tidak dapat melakukan refleksi atau refraksi dari sinar yang ditemukannya tersebut dan juga tidak bisa diarahkan dengan menggunakan cermin atau lensa. Rontgen mencatat bahwa sinar-x akan menyebar ke segala arah saat keluar dari titik dimana sinar-x tersebut keluar. Rontgen menambahkan, sinar-x tetap dihasilkan saat sinar-x menumbuk aluminium yang dimasukkan ke dalam gelas.
Paper pertama Rontgen mengenai sinar-x dipegang oleh President of the Physical Medical Society of Wurzburg pada 28 Desember 1895. Paper yang oleh Rontgen di beri judul “preminilary communication” merupakan paper yang luar biasa yang didalamnya kaya akan detail mengenai penemuannya tersebut. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, beratus ilmuwan melakukan penyelidikan sinar X, dan dalam tempo setahun sekitar 1000 kertas kerja diterbitkan tentang masalah itu! Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya langsung bersandar dari hasil penemuan Rontgen adalah Antoine Henri Becquerel. Orang ini, meskipun maksud utamanya menyelidiki sinar X, justru menemukan fenomena penting tentang radioaktivitas.
Pada paper yang kedua, yang diterbitkan Maret 1896, Rontgen melaporkan telah mencoba untuk menggunakan berbagai macam material untuk dipakai sebagai target. Rontgen menemukan bahwa kualitas sinar-x yang dihasilkan tergantung pada bahan target yang digunakan. Rontgen menambahkan kualitas sinar-x akan semakin baik saat ditambahkan aluminium pada tabung dan target (yang saat itu digunakan platinum sebagai bahan target) yang digunakan disudutkan 45 derajat dari garis lurus katoda.
Banyak ilmuwan dari berbagai negara bereksperimen dengan sinar baru ini selama tahun 1896. Tabung dengan berbagai bentuk dan target dengan berbagai bahan material telah di uji coba. Pada akhir tahun 1896 disimpulkan bahwa bentuk tabung tidak menjadi masalah dan target yang paling baik adalah target yang menggunakan bahan material yang mempunyai nomor atom yang tinggi. Tungsten (dengan no. atom 184) dan uranium (dengan no. atom 238) pernah di uji coba sebagai bahan target. Hingga diputuskan pada saat itu digunakan platinum sebagai bahan target (dengan no. atom 195).
Tabung sinar-x yang pertama kali digunakan memiliki energi yang rendah dan waktu eksposi yang lama. Hingga akhirnya diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda, kecepatan tumbukan elektron dari katoda ke target menjadi lebih cepat. Namun, hampir semua energi tumbukan elektron diubah menjadi panas saat elektron menumbuk target sehingga disimpulkan harus ada penambahan massa dari bahan target untuk mencegah kelebihan panas. Platinum tipis yang digunakan sebagai target pada awal dibuatnya tabung mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Sebuah target dari platinum yang besar dan padat harganya akan sangat mahal. Kemudian bahan target ini diganti dengan tungsten. Tungsten merupakan bahan target yang tidak mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Namun pada waktu tertentu, bahan target ini juga akan rusak terutama pada bagian yang menjadi target dari tumbukan elektron, tetapi tidak secepat pada target dari platinum.
Pada Mei 1896, para ahli elektrik Amerika memulai meneliti mengenai bagaimana membuat perlengkapan sinar Rontgen. Pada penelitian ini diterangkan mengenai bagaimana membuat sebuah induksi koil yang mampu menghasilkan tumbukan berkas elektron sejauh 3 inci dan bagaimana membuat agar target itu berputar. Karena publikasi ini maka American General Electric Company pada musim gugur tahun 1896 mulai membuat tabung ini. Perusahaan ini mulai membuat perlengkapan sinar Rontgen secara komersil.
Rontgen mengumumkan paper keduanya dihadapan Physical Medical Society of Wurzburg pada Maret 1896. Kebanyakan isi papernya adalah memberitahukan sejumlah eksperimen yang menunjukkan bahwa udara (atau gas lain) yang di eksposi dengan sinar-x bisa mengandung sifat kelistrikan dan bisa melepaskan listrik pada tubuh. Rontgen tidak dapat menjelaskan fenomena ini. Saat J.J Thomson melakukan penelitian mengenai elektron, barulah diketahui bahwa radiasi bisa mengionisasi udara (dengan cara melepaskan beberapa elektron dari atom) sehingga menjadikannya ter konduksi.
Pada paper yang sama Rontgen mengatakan bahwa terdapat sebuah fenomena dimana bila diberi beda potensial yang lebih tinggi antara katoda dengan anoda maka akan dihasilkan sinar-x dengan kualitas yang lebih baik. Belakangan baru diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda maka akan mempercepat tumbukan elektron dari katoda ke anoda.
Pada papernya yang ketiga dan merupakan paper terakhirnya yang dipublikasikan pada Mei 1897, Rontgen mengemukakan sebuah fenomena dimana setiap objek apapun yang di eksposi oleh sinar-x, akan mengeluarkan sinar-x itu juga. Rontgen menemukan adanya radiasi sekunder pada setiap objek yang di eksposi dengan sinar-x.
D. APLIKASI KONSEP
Adapun aplikasi dari konsep yang ditemukan mengenai sinar X, yaitu Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Foto rontgen lazimnya dimanfaatkan untuk mendeteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
Hasil Gambar dari Sinar-X yang menggunakan tangan manusia yaitu tangan Anna Bertha Ludwig. Ini merupakan Foto Manus pertama di dunia.
Penggunaan sinar X yang paling dikenal tentu saja di bidang pengobatan dan diagnosa gigi. Proses dari rontgen gigi adalah dengan menggunakan film dan alat rontgen. Film diletakkan di bagian lidah (pada gigi bawah) dan di palatal (bagian atas). Sinar rontgen diletakkan tegak lurus dengan gigi(untuk gigi depan atau gigi yang berakar), untuk gigi belakang/graham yang berakar lebih dari satu, sinar rontgen dapat dibelokan 30 derajat terhadap gigi dan film. Manfaat rontgen ini, kita dapat melihat akar gigi, infeksi yang ada di gigi tersebut, dan tulang dan jaringan di sekitar gigi tersebut.
Penggunaan lain adalah di bidang radioterapi, di mana sinar X digunakan untuk mendeteksi dini kanker dan menghancurkan tumor ganas atau mencegah pertumbuhannya.
Sinar X juga banyak digunakan di pelbagai keperluan industri. Misalnya, bisa digunakan untuk ukur tebal sesuatu benda atau mencari kerusakan yang tersembunyi.
Teknologi sinar rontgen pun dianggap sebagai satu penemuan yang mampu membantu banyak orang, terutama untuk menganalisis dan mendiagnosis suatu kondisi demi penyembuhan suatu penyakit.
Sinar X yang ‘ditembakkan’ untuk memotret bagian dalam organ tubuh seharusnya benar-benar dalam komposisi tepat. Jika tidak, teknologi ini justru bisa memicu kanker, sebab fungsi dari Sinar X adalah mematikan pertumbuhan atau malah memicu pertumbuhan sel. Jika pertumbuhan sel tersebut liar, itulah yang disebut dengan kanker.
E. PENGEMBANGAN KONSEP KE DEPAN
Sinar X yang ditemukan oleh Rontgen merupakan sinar yang dapat menyebarkan radiasi. Namun, manfaat yang didapat dari teknologi itu lebih banyak ketimbang risikonya. Sehingga, tidak menutup kemungkinan ke depannya ditemukan teknologi baru yang mampu meminimalisir radiasi berbahaya pada sinar X.
Pemeriksaan dengan sinar Rontgen tidak boleh dilakukan pada ibu hamil dikarenakan dalam bentuk janin, perkembangan seorang individu masih belum terbentuk sempurna dan akan terus berlangsung. Bila sampai terpapar sinar rontgen sangat dikhawatirkan "susunan" sel-sel pembentuknya akan rusak atau kacau yang akan menyebabkan bayi terlahir cacat atau mengalami gangguan serius. Seiring dengan perkembangan teknologi, bayi yang baru lahir boleh dilakukan pemeriksaan rontgen, mengingat manfaat dari pemeriksaan dengan menggunakan sinar rontgen ini, ke depannya dapat ditemukan teknologi pemeriksaan sinar Rontgen untuk ibu hamil.
Pemeriksaan dengan sinar Rontgen mengeluarkan biaya yang tidak murah sehingga menjadi kendala pada masyarakat golongan bawah untuk melakukan pemeriksaan dengan sinar Rontgen itu sendiri. Padahal pemeriksaan dengan sinar Rontgen dapat mendeteksi dini kanker yang ada pada manusia. Ke depannya dapat dikembangkan konsep baru dalam pemeriksaan dengan sinar X dengan sedikit menggunakan biaya, sehingga siapa saja orang dapat melakukan pemeriksaan tersebut. Dan diharapkan hal ini merupakan cara tepat untuk menurunkan angka kematian manusia yang disebabkan kanker.
Langganan:
Postingan (Atom)